Operator Web: Putri Dan Janet
·
Sukamta Terima
Alumni Award
·
Gelar
Syukuran Hari Guru
·
NU Gelar
Bahtsul Masail
·
Pria ABG
Kepergok Curi Isi Celengan Mesjid
·
Sang
Ayah Ditemukan Tak bernyawa Disarang Burung Walet
·
Pers
Sempat Dilarang Liput Hitung Ulang
·
Tergerus
Arus Sungai, Oprit Menjadi Berlobang
Sukamta
Terima Alumni Award
PELAIHARI – Wakil Bupati
Tanah Laut (Tala) Sukamta mendapat penghargaan dari STIA Bina Banua
Banjarmasin, sebagai alumni berprestasi. Penghargaan diserahkan Katua Yayasan
Bina Banua H Gerilyansyah Basrindu, Rabu (22/11).
Sukamta
merupakan alumni tahun 2015 STIA Bina Banua jurusan manajemen pembangunan.
Pihak kampus menilai, Sukamta merupakan alumni yang menjadi Wakil Bupati Tala
memiliki terobosan yang sangat tepat untuk kesejahteraan rakyat.
Sukamta
saat ditemui merasa kaget dan tidak percaya atas penghargaan yang diberikan
ini. Tentu, penghargaan ini menjadi tantangan terberat dirinya sebagai alumni.
Atas
penghargaan ini, ia berharap dapat menginspirasi para alumni maupun wisudawan
untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Pemberian penghargaan
diharapkan juga diberikan kepada alumni lain yang telah menjaga marwah
almameter, dengan meningkatkan kinerja, inovasi dan prestasi sebagai
pertanggungjawaban terhadap gelar yang disandang.
Sumber
: Radar Banjarmasin
Gelar
Syukuran Hari Guru
PELAIHARI - Bupati Tanah
Laut ( Tala) Bambang Alamsyah menghadiri syukuran Hari Guru Nasional ke 72,
sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Taman Bunga Mesya Gunung
Makmur, Kuala Tambangan, kecamatan Takisung, Kamis (23/11).
Kegiatan
yang bertema membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan disiplin
dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter ini, juga dihadiri Camat
Takisung Adi Wibowo, Ketua PKK Tala Arry Suryandini Bambang Alamsyah,
Forkopimcam Takisung, Kepala UPT Pendidikan Takisung Sarindi, ketua PGRI
Takisung Suharto serta para guru di kecamatan ini.
Suharto
mengatakan, perayaan hari guru di kecamatan Takisung dimulai dengan beberapa
kegiatan, yaitu pelaksanaan pelatihan perwasitan untuk guru olahraga dari
tanggal 16-18 November 2017, kemudian senam bersama semua guru beserta siswa
dan pentas seni untuk guru dan siswa.
Dalam
kesempatan ini juga dilakukan penyerahan cendramata oleh Bambang Alamsyah
kepada para guru yang telah purna bakti.
Bambang
menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah mendidik generasi penerus
bangsa. Ia berharap para guru fokus memperbaiki serta membangun apa yang
menjadi keperluan masyarakat.
Sumber
: Radar Banjarmasin
NU
Gelar Bahtsul Masail
PELAIHARI – Nahdlatul
Ulama (NU) Cabang Kabupaten Tanah Laut (Tala) melaksanakan bahtsul masail
(pembahasan masalah), sekaligus pengukuhan pengurus lembaga dan badan otonom NU
di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Rabu (22/11).
Bahtsul
masail yang digelar mengusung tema hidupkan kembali tradisi intelektual dalam
membimbing dan memandu kehidupan masyarakat Tala.
Untuk
pengukuhan pengurus lembaga dan badan otonom NU, diantaranya Lembaga
Perekonomian NU (LPNU), Lembaga Maarif NU, Lemabaga Dakwah NU (LDNU), dan
Persatuan Guru NU (PGNU). Pengukuhan dilakukan oleh Asisten I Pemkab Tala
Bambang Kasudarisman.
Acara
ini dihadiri perwakilan Forkopimda Tala, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama
Pelaihari Rusbandi, Ketua NU Tala Hasan Basri, dan Ketua MUI Tala KH Syahrani.
Bambang
Kasudarisman mengatakan, bahtsul masail diharapkan mampu menjadi wadah dan
mengembangkan dakwah serta syiar ilham secara luas. Sehingga memberikan
konstribusi besar dalam pembangunan sikap mental masyarakat yang lebih agamis.
Sumber
: Radar Banjarmasin
Pria
ABG Kepergok Curi Isi Celengan Mesjid
Aksinya
yang hendak mengambil uang di dalam celengan mesjid Jami At Taqwa yang berada
di jalan A.Yani Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar, kepergok penjual pentol
yang berjualan di tempar parkir sepeda motor, Kamis (23/11) kemarin sekitar
pukul 09.00 wita.
AD (17)
warga trans Telaga Kecamatan Pelaihari ini tak bisa berkutik lagi manakala ia
hendak mengambil uang yang ada dalam celengan mesjid yang terbuat dari besi itu
kepergok.
Celengan
mesjid yang menempel di dalam ruangan mesjid dan berada di dinding dekat pintu,
memang oleh pihak pengurus mesjid di pasang menempel alias tidak bisa di
pindah-pindahkan.
Cara
pelaku untuk mengambil uang yang ada dalam celengan tersebut dengan cara
menggunakan bilah sapu lidi, yang ujungnya di beri lem perekat. Kemudian
melalui lubang untuk memasukan uang itulah pelaku berusaha menempelkan lem yang
ada di ujung lidi ke uang kertas. Hasilnya pelaku dapat mengambil uang kertas
pecahan Rp 2.000 sebanyak 2 lembar. Namun aksinya di pergoki salah seorang
penjual pentol.
Merasa
ketahuan, pelaku mencoba untuk melarikan diri, namun sayang penjual pentol
tersebut dari awal sudah curiga dengan ulah pelaku sehingga terlebih dahulu
menghubungi pengelola mesjid. Beberapa pengurus mesjid akhirnya datang ke
mesjid dengan beberapa warga setempat.
Mungkin
namanya maling, maka emosi warga pun sempat memuncak hingga pelaku sempat
mendapat bogem mentah dari warga, namun oleh warga segera menyerahkan ke Polsek
Batu Ampar.
M.Soleh
salah seorang pengurus mesjid mengatakan kalau di mesjid ini memang sudah
sering kali pencurian uang celengan terjadi. Celengan lainnya ada di tempatkan
di dekat tempat wudu, itupun dulu pernah di curi namun pelakunya menggunakan
mobil, sehingga celengan sengaja di tutupi mobil dan oleh penumpang yang lain
beraksi membongkar celengan.
“seminggu
sekali celengan di buka, untuk celengan yang ada di dekat tempat wudu isinya
memang agak besar yakni antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, sementara untuk
celengan yang ada di dalam mesjid rata-rata hanya sebesar Rp 100 ribu,” jelas
Soleh.
Ia
menambahkan, pintu mesjid sendiri kalau siang hari tidak pernah di kunci,
maklum namanya mesjid di pinggir jalan siapa tahu ada yang ingin solat juhur
atau ashar, hanya saja jika malam selepas solat isya pintu mesjid di kunci.
Pencurian
isi celengan mesjid ini sendiri selanjutnya di tangani pihak Polsek Batu Ampar.
Kapolsek
Batu Ampar Iptu Darso di konfirmasi membenarkan, namun atas persoalan ini sudah
dilakukan mediasi antara pengurus mesjid.
“semua di
selesaikan secara musyawarah antara pengurus mesjid dengan ustaz Muhdi,
disamping itu kerugian juga segitu, kemudian dengan alasan pelaku masih di
bawah umur,” jelas Kapolsek Batu Ampar.
Jum’at,
24 Nov 2017
Sang
Ayah Ditemukan Tak bernyawa Disarang Burung Walet
Munawar
(50) tahun warga dari Kandangan yang bekerja menjaga sarang burung walet di
Desa Kebun Raya Kecamatan Kintap selama kurang lebih 3 bulan, Kamis (23/11)
kemarin di temukan tewas di dalam ruang sarang burung walet tempat ia menjaga
tempat tersebut.
Informasi
di himpun menyebutkan, penemuan mayat di sarang burung walet tersebut, di
ketahui saat ada salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari sarang burung
walet tersebut hendak menjenguk Munawar sekitar pukul 06.00 wita, namun sontak
kaget manakala melihat Munawar sudah dalam posisi telentang di lantai dasar
tidak bernyawa lagi, dan langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Kintap.
Beberapa warga setempat pun juga melihat lebih dekat setelah mendapat laporan
ada penemuan mayat di sarang burung walet.
Pihak
Polsek Kintap segera turun ke TKP untuk mengevakuasi korban, dan memasang
police line di lokasi kejadian. Evakuasi jasad Munawar oleh Polisi di bantu
warga setempat dan selanjutnya di bawa ke rumah sakit H. Boejasin Pelaihari
guna dilakukan visum.
Agus,
anak Munawar yang saat itu tengah berada di Tanjung, Kabupaten Tabalong
mendapat kabar dari warga setempat yang dekat dengan tempat sarang burung walet
langsung meluncur ke Kecamatan Kintap.
Sekitar
pukul 20.00 wita, jasad Munawar pun tiba di kamar mayat RSU H.Boejasin,
lantaran jarak yang cukup jauh dari Kecamatan Kintap menuju RSU H.Boejasin.
Agus di
teras kamar mayat RSU H. Boejasin sambil ngobrol dengan beberapa awak media menuturkan,
memang ayahnya baru saja bekerja sebagai penjaga sarang burung walet dan tanpa
ada tidak teman lainnya untuk menjaga sarang burung walet tersebut.
“tidak
ada tanda-tanda kalau sakit,” kata Agus singkat sambil menundukan kepalanya.
Agus pun
meminta, pada malam itu juga jasad ayah kandungnya akan di bawa ke Kandangan,
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), karena di sana banyak sanak keluarganya,
dan menolak untuk dilakukan otopsi pada ayahnya.
Sementara
itu, menurut keterangan Anisa selaku dokter UGD RSU H. Boejasin usai melakukan
visum kepada jasad Munawar saat di konfirmasi mengatakan, memang ada di temukan
luka memar di bagian dada dan luka robek di kepala yang kemungkinan di duga
akibat terkena benda tumpul dan keras, atau kemungkinan jatuh dari ketinggian,
dan luka-luka tersebut di perkirakan terjadi hanya dalam hitungan jam saja, aka
tetapi untuk memastikan apakah ada tindakan kekerasan hal itu kewenangan pihak
Kepolisian.
Proses
visum sendiri turut di saksikan unit Inafis Polres Tala, serta perwakilan dari
Polsek Kintap.
Jum’at,
24 Nov 2017
Pers
Sempat Dilarang Liput Hitung Ulang
Awak
media baik cetak maupun eletronik yang ngepos di Kabupaten Tanah Laut sempat
dilarang melakukan pengambilan gambar proses perhitungan ulang Pilkades yang di
laksanakan di gedung Tala futsal yang berada di dalam kawasan Ruang Terbuka
Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Kamis (23/11) kemarin.
Dalam
proses perhitungan ulang pilkades kepada 17 desa tersebut mendapat pengamanan
ekstra dari Polres Tanah Laut, karena di tetapkan 3 ring pengamanan.
Wartawan
senior Zulkifli Yunus dari MNC grup pun mengutarakan kekecewaannya karena tidak
di perkenankan melakukan pengambilan gambar di dalam gedung futsal yang tengah
dilakukan perhitungan suara.
“sebagai
awak media juga kebingungan, ketika sampai di depan gedung futsal tiba-tiba
dari petugas mengatakan bahwa atas permintaan panitia hanya boleh mengambil
gambar di luar ring 1, katanya akan ada release, release yang bagaimana
maksudnya, karena sepengetahuan bahwa di dalam gedung tidak ada orang dari
Humas Setda yang membawa camera video, tapi yang ada cuma kamera untuk foto,”
keluh Zulkifli Yunus.
Ia
menambahkan, memang sempat sampai di depan ring 1, namun saat hendak
mengeluarkan kamera dari dalam tas, maka oleh petugas di minta keluar atas
perintah dari panitia dari kabupaten, dan hanya boleh ambil gambar di luar ring
1. Sebagai seorang jurnalis tidak pernah mengalami hal demikian, di KPU saja
ketika penghitungan suara semua awak media di undang, sementara yang ini hanya
hitung ulang pemilihan kepala desa saja yang bermasalah, ada apa gerangan
sampai awak media di batasi melakukan pengambilan gambar.
Atas
kondisi demikian, ketika di konfirmasi ke Kabag Ops Polres Tala Kompol Fauzan
Arianto pun melemparkan kewenangan kepada panitia kabupaten, karena kepolisian
hanya sebatas pengamanan.
Langkah
konfirmasi kembali di lakukan kepada kepala M. Hanil kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa, namun hal serupa juga sama, lagi-lagi melimpahkan hal itu
ke panitia pelaksana.
Kekecewaan
awak media pun semakin bertambah, karena terkesan saling lempar kewenangan.
Namun,
setelah di tunggu-tunggu beberapa lama, akhirnya awak media di perbolehkan
mengambil gambar proses perhitungan ulang di dalam gedung futsal, setelah Kabag
Ops Polres Tala Kompol Fauzan Arianto memperkenankan awak media mengambil
gambar dan di beri waktu selama 15 menit.
Awak
media sedikit merasa lega dengan waktu yang di berikan mengambil gambar.
Beberapa awak media pun dapat masuk gedung yakni Banjarmasin Post, Barito Post,
MNC, TVRI Kalsel, Duta TVdan Metro TV.
sementara
itu Sekda Tala Drs.Syahrian Nurdin dalam komentarnya mengatakan, yang jelas
untuk keamanan sepenuhnya di serahkan ke Polres Tala, jadi terkait dengan
pertimbangan keamanan situasi dan kondisi.
“Alhamdulillah
pada akhirnya awak media bisa di perkenankan melakukan pengambilan gambar,”
kata Sekda pula.
Proses
perhitungan ulang pasca pilkades secara serentak kepada 17 desa dapat berjalan
dengan lancar.
Polres
Tala juga mendapat back upu dari 30 personil dari Brimob Polda Kalsel.
Dalam
perhitungan ulang tersebut terdapat panitia pemilihan di masing-masing desa,
para saksi dan calon sendiri menyaksikan langsung.
Setiap
orang yang hendak masuk ring 1 juga mendapat pemeriksaan dari anggota Polres
Tala yang menggunakan metal detector. Korek api gas di larang di bawa masuk,
termasuk HP harus di matikan. Dalam proses penghitungan ulang juga mendapat
pengamanan dari Brimob Polda Kalsel yang di lengkapi persenjataan, berikut 1
unit mobil water canyon milik Polres Tala dan 1 unit mobil pemadam kebakaran di
siagakan di sekitar lokasi.
Jum’at,
24 Nov 2017
Tergerus
Arus Sungai, Oprit Menjadi Berlobang
Sebuah
jembatan box curvet yang terletak di dekat kantor Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Tala jalan Datu Insad terlihat bolong di bagian opritnya. Di duga
lantaran tergerus arus sungai setempat saat hujan deras, sehingga oprit
jembatan yang di uruk dengan tanah merah itu pun ikut amblas, sehingga
meninggalkan lubang menganga selebar kurang lebih 1 meter, dan dengan kedalaman
1,5 meter.
Memang
tidak membahayakan bagi pengguna jalan, karena posisi oprit yang runtuh itu
berada agak jauh dari badan jalan raya, namun demikian sewaktu-waktu dapat
menjadi masalah baru jika ada pengguna jalan yang terperosok ke dalam lubang,
karena di jalur tersebut merupakan jalur yang kerap di gunakan anak sekolah,
para pegawai negeri menuju ke kantor, serta masyarakat.
Jembatan
tersebut semula masih menggunakan rangka kayu Ulin, namun oleh Dinas PU di
rubah menjadi box curvet atau jembatan beton, dan di bangun pada tahun 2013
lalu.
Atas
kondisi runtuhnya oprit jembatan, Kepala Bidang Bina Marga Myrza Fazrina,ST di
konfirmasi, Kamis (23/11) kemarin mengatakan, kerusakan jembatan dalam waktu
dekat segera di perbaiki, karena memang ada pemeliharaan jembatan.
“ada
pemeliharaan rutin bagi semua jembatan di Kabupaten Tanah Laut yang rusak
mendadak, dan sekarang masih di hitung berapa anggaran untuk perbaikan,”
jelasnya.
Di
sekitar jembatan sendiri turut di bangun oleh Dinas PU drainase yang menuju ke
areal persawahan, sehingga kebutuhan akan air bagi lahan pertanian dapat
berjalan dengan lancar.
Warga
menaruh besar agar segera di lakukan perbaikan, dan janji dari dinas terkait
untuk segera melakukan perbaikan juga tidak butuh waktu yang lama.
Jum’at,
24 Nov 2017
Info Tala Jum'at, 24 November 2017
Reviewed by Unknown
on
8:01 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
8:01 PM
Rating:



No comments: