Follow Us




Info Tala Senin, 16 Oktober 2017


Operator Web: Putri, Janet, dan Reza

·         One Day MTC Part 8, Candra Persembahkan Hadiah Motor Buat Istri
·         Atlet Tala Asli Putra Daerah
·         GMNI Lantik Anggota
·         Kepariwisataan Sektor Potensi Datangkan Income


One Day MTC Part 8
Candra Persembahkan Hadiah Motor Buat Istri

Ajang uji nyali para rider di atas motor trail, kembali digelar dalam gelaran One Day Motor Trail Comunity (MTC) Tanah Laut Part 8, Sabtu (14/10) pekan tadi,dengan mengambil garis star di halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari dan sekaligus Garis Finishnya.
Panitia MTC Kali ini menyediakan 20 Unit sepeda motor matic 125 cc sebagai hadiahnya, berikuit 60 buah ban khusus bagi motor trail dan hadiah hiburan lainya.
Track yang harus ditempuh para rider sejauh kurang lebih 65 km,memasuki kawasan perkampungan, kebun kelapa sawit, kebun karet, sungai, pegunungan, pasir, dan lumpur cukup memberikan tantangan bagi rider untuk bisa menaklukan medan yang sudah disiapkan panitia sedemikian rupa.
Salah satu perserta MTS Part 8 ini yakni Kolonel Infanteri Muh. Yasin yang juga menjabat sebagai Wadan Rindam VI Mulawarman sebelum berangkat mengatakan, sebagai anggota dari MTC sendiri yang jaringannya sampai ke Kalteng dan Kaltim, dan hal itu sudah merupakan kegiatan putaran dari regional sampai nasional.
“secara fisik walaupun sudah berumur, namun jangan pernah berkata never say old (jangan pernah berkata tua), dan untuk track di Tanah Laut sangat bagus  sereta menantang karena bervariasi dan benar benar memberikan uji nyali bagi para rider dan itu sehingga cukup lengkap,” katanya.
Muh Yasin sendiri berusaha menaklukan medan berat bersama 5 orang satu timnya.Sementara itu, Herry selaku panitia pelaksana MTC Part 8 mengatakan, event ini sudah lebih 1.500 peserta dari target, dan peserta ada datang dari Bandung, Jawa Timur Kaltim bahkan dari Sulawesi.
“kegiatan ini selalu rutin dilakukan setiap kali hari ulang tahun MTC,” ungkapnya. Tepal pukul 09.00 wita, peserta MTC Part 8 di lepas oleh ketua DPRD Tala Ahmad Yani.
Para rider yang sudah tidak sabar untuk segera menaklukan medan alam Kabupaten  Tanah Laut pun saling berupaya memacu motrol trailnya melewati perkampungan di Desa Sungai Bakar di Kecamatan Bajuin contohnya, sejumblah warga bahkan sudah berdiri di pinggir jalan bergerombol, dan setiap kali rider yang lewat warga pun melambaikan tangan. Lebih menarik lagi saat ada rider cilik dengan motor trail ciliknya membuat warga pun bersorak.
Dalam melewati jalur yang dinilai cukup berat, acap kali para rider pun harus extra perhitungan dalam mengendalikan motor trailnya agar tidak terjatuh.Namun, cukup berhati hati acap kali tidak ditopang dengfan kondiai motor, ada saja rider yang mengalami putus rantai saat mencoba menaiki tanjakan dengan kemiringan hampir 45 derajat.
Sementara tim dari polres Tala yang dipimpin Wakapolres Tala Kompol Iwan Hidayat juga tidak mau kalah dengan rider lain untuk menggeber motor trailnya di medan cadas.
Satu persatu para rider para rider pun akhiornya dapat melintas medan yang telah disiapkan, dan kembali ke halaman stadion Pertasi Kencana Pelaihari dalam kondisi motor penuh tanah. Namun ada sebagian yang langsung mencucinya di tempat pencucian motor sebelum menuju halaman stadion.
Beruntung bagi Candra dari Kecamatan Kintap, satu dari sekian rider yang mendapatkan hadiah sepeda motor Matic Mio 2 unit.
Ia menuturkan, jelas tim kami sangat senang sekali, dan hadiah ini akan di persembahkan buat istri tercinta di rumah.
“medanya cukup mantap dan menantang, dan siap ikut kalo ada event ini dimanapun, dan lewat event ini banyak mendapat kenalan teman dari daerah lain,” katanya.
Meutup event ini para rider di hibur dengan panggung hiburan malam harinya.

Senin, 16 Okt 2017
Sumber : Bazz

Atlet Tala Asli Putra Daerah

PELAIHARI – Perolehan mendali emas, perak dan perunggu di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke X di Tanjung, Kabupaten Tabalong, diperoleh dari putra dan putri asli Bumi Tuntung Pandang. Hal ini sudah diyakini oleh Sekda Tala Syahrian Nurdin dan Ketua KONI Tala Edy Porwanto.
“Saya yakin tidak ada atlet bayaran di Tala yang berlaga di Porprov,” ucapnya saat melepas gelombang kedua atlet Porprov, belum lama tadi.
Tentu, dengan hasil apapun tidak menjadi persoalan, sebab atlet yang berlaga aasli Tala. Ini membuktikan, jika pembinaan atlet dari seluruh cabang olahraga berhasil. Dia akan menjadi perhatian serius dari Pemda.
“Kami sangat bangga, atlet asli Tala berlaga di ajang bergengsi,” jelasnya.
Semenatara itu, Ketua KONI Tala yang berlaga di Porprov ini asli putra daerah. Seperti yang ditorehkan oleh atlet pencak silat, dengan perolehan mendali cukup besar ini semua dihasilkan dari keringat putra dan putri daerah.
“IPSI mampu membina atlet dari bawah hingga menuju kualitas nasional, begitu juga cabor lain,” ungkapnya.
Terkait perolehan mendali, pihaknya meyakini putra dan putri daerah mampu menambah hasil perolehan, baik itu emas, perak dan perunggu. Seiring cabor unggulan seperti kempo baru saja bertanding dan masuk semifinal, sedangkan catur, dan sepak bola akan memasuki babak final. “Peringkat tidak jauh dari hasil Proprov di Kabupaten Banjar,” tutupnya.

Sumber : Radar Banjarmasin


GMNI Lantik Anggota

PELAIHARI – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tanah Laut (Tala) melantik 13 orang anggota baru dari berbagai bidang studi Politeknik Tala di halaman gedung Pemuda, Pelaihari, belum lama tadi.
Ketua Cabang GMNI Tala Era Batuah menyebutkan, mahasiswa sebagai agen perubahan pada kenyataannya hanya berupa slogan selamat datang untuk menyambut mahasiswa baru di dunia kampus. Namun, ketika sudah berada di dalam, slogan itu bisa dengan mudah terlupakan, karena tergerus oleh budaya populer dan sistem perkuliahan yang meniadakan kiprah mahasiswa di tengah masyarakat.
Meski pengabdian menjadi salah satu poin dari Tri Dharma Perguruaan Tinggi, lanjutnya, namun pada kenyataannya kehidupan nyata masyarakat. “Mahasiswa tak ubahnya hidup di menara gading yang melupakan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Era, di dalam kampus mahasiswa terkondisikan, bahkan cenderung tersekat dari mmasyarakat. Setiap hari mahasiswa terserap mata kuliah yang pada prinsipnya hanya mengembangkan kemampuan kognitif semata dan bukan mengembangkan kemampuan sosialnya. Tugas demi tugas yang tak pernah habis, malah semakin menjauhkan mahasiswa dari masyarakat.
“Di kampus mahasiswa harus bergelut dengan mata kuliah dan di luar kampus mahasiswa juga tetap sibuk dengan tugas,” ucapnya.
Oleh sebab itu, Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Angkatan ke – 4 Tahun 2017, mengusung tema meningkatkan rasa nasionalisme mahasiswa untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Gerakan mahasiswa haruslah tetap berbasiskan kampus, dan sebisa mungkin haruslah berdiri di atas idealisme mahasiswa. Hal ini penting untuk menjaga kemurnian hati nurani setiap gerakan mahasiswa. “Mahasiswa Tala dekat dengan rakyat, GMNI berjuang bersama rakyat yang kita cintai dan muliakan,” tutupnya.

Sumber : Radar Banjarmasin


Kepariwisataan Sektor Potensi Datangkan Income

Sektor kepariwisataan kini banyak menjanjikan sebagai sebuah peluang yang berpotensi untuk sebuah income, baik itu untuk di kelola oleh lembaga ataupun perorangan. Dan kepariwisataan di daerah mana saja yang saling berlomba-lomba memberikan dan menyajikan yang terbaik bagi pengunjung di sebuah objek wisata.
Bagi Kabupaten Tanah Laut memiliki sejarah yang cukup pahit, dimana di daerah ini dulu di era tahun 1980-an masih banyak di temukan kayu-kayu Ulin dan menjadi tumpuan bagi warga yang bergantung dengan kayu Ulin, namun setelah ini kejayaan kayu Ulin mulai berkurang dan bahkan tidak lagi menjadi hal yang di geluti masyarakat. Kalau dulu bila orang bekerja sebagai pengusaha kayu, sudah pasti di cap sebagai konglomerat.
Namun kini kejayaan kayu Ulin telah pudar, karena barangkali kayu-kayu Ulin sudah mulai berkurang dan semakin sulit untuk di dapatkan.
Setelah kayu Ulin tidak ada lagi di geluti, beralih kedunia pertambangan batubara. Bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, pertambangan batu bara kian ramai, entah itu yang resmi atau tidak, bahkan mengajarkan pertambangan batu bara di yakini cepat menghasilkan uang ratusan juga bahkan miliaran rupiah, tapi dampaknya alam pun menjadi rusak akibat eksploitasi batubara yang kebablasan alias los saja. Namun, nasibnya juga sama dengan kayu Ulin, pada awalnya saja boombastis, akan tetapi juga mulai berkurang.
Bekerja di tambang batubara dulunya bisa dikatakan “berduit”, tapi kini perlahan merosot tajam.
Pemerintahan Kabupaten Tanah Laut pun kini harus putar otak, agar roda perekonomian masyarakat dapat tetap bejalan, maka di sektorr ke pariwisataanlah salah satu sektor yang mungkin tidak ada matinya.
Menyikapi hal demikian, bupati Tala Bambang Alamsyah belum lama tadi di hadapan para camat, kepala SKPD Dn kepala desa di gedung Balairung Tuntung Pandang dalam sebuah kegiatan lounching Sadar Desa dari BPJS mengatakan, sektor pariwisata yang di dalamnya akan ada berkembang usaha-usaha lain seperti usaha jasa.
“Belajar dari daerah lain yang menonjolkan kepariwisataan ternyata dapat menjadi sumber income bagi, masyarakat maupun pemerintahan daerahnya, karena sama-sama berkomitmen membangun kepariwisataan dengan maksimal, bagi camat di minati jeli dengan kondisi daerahnya masing-masing untuk dapat di kembangkan sebagai sektor wisata,” jelas Bambang.
Terhadap objek wisata di Tanah Laut sendiri cukup banyak keberdaannya, sebut saja mulai dari wisata pantai, gunung, religi serta kuliner.

Senin, 16 Okt 2017

Sumber : Bazz
Info Tala Senin, 16 Oktober 2017 Info Tala Senin, 16 Oktober 2017 Reviewed by Unknown on 11:23 PM Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.