Operator Web: Putri, Janet, dan Reza
·
One Day MTC Part
8, Candra Persembahkan Hadiah Motor Buat Istri
·
Atlet Tala Asli
Putra Daerah
·
GMNI Lantik
Anggota
·
Kepariwisataan
Sektor Potensi Datangkan Income
One Day MTC Part 8
Candra Persembahkan Hadiah Motor Buat Istri
Ajang uji nyali para rider di atas motor
trail, kembali digelar dalam gelaran One Day Motor Trail Comunity (MTC)
Tanah Laut Part 8, Sabtu (14/10) pekan tadi,dengan mengambil garis star di
halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari dan sekaligus Garis Finishnya.
Panitia MTC Kali ini menyediakan 20 Unit
sepeda motor matic 125 cc sebagai hadiahnya, berikuit 60 buah ban khusus bagi
motor trail dan hadiah hiburan lainya.
Track yang harus ditempuh para rider
sejauh kurang lebih 65 km,memasuki kawasan perkampungan, kebun kelapa sawit,
kebun karet, sungai, pegunungan, pasir, dan lumpur cukup memberikan tantangan
bagi rider untuk bisa menaklukan medan yang sudah disiapkan panitia sedemikian
rupa.
Salah satu perserta MTS Part 8 ini yakni
Kolonel Infanteri Muh. Yasin yang juga menjabat sebagai Wadan Rindam VI
Mulawarman sebelum berangkat mengatakan, sebagai anggota dari MTC sendiri yang
jaringannya sampai ke Kalteng dan Kaltim, dan hal itu sudah merupakan kegiatan
putaran dari regional sampai nasional.
“secara fisik walaupun sudah berumur,
namun jangan pernah berkata never say old (jangan pernah berkata tua), dan
untuk track di Tanah Laut sangat bagus
sereta menantang karena bervariasi dan benar benar memberikan uji nyali
bagi para rider dan itu sehingga cukup lengkap,” katanya.
Muh Yasin sendiri berusaha menaklukan
medan berat bersama 5 orang satu timnya.Sementara itu, Herry selaku panitia
pelaksana MTC Part 8 mengatakan, event ini sudah lebih 1.500 peserta dari
target, dan peserta ada datang dari Bandung, Jawa Timur Kaltim bahkan dari
Sulawesi.
“kegiatan ini selalu rutin dilakukan
setiap kali hari ulang tahun MTC,” ungkapnya. Tepal pukul 09.00 wita, peserta
MTC Part 8 di lepas oleh ketua DPRD Tala Ahmad Yani.
Para rider yang sudah tidak sabar untuk
segera menaklukan medan alam Kabupaten
Tanah Laut pun saling berupaya memacu motrol trailnya melewati
perkampungan di Desa Sungai Bakar di Kecamatan Bajuin contohnya, sejumblah
warga bahkan sudah berdiri di pinggir jalan bergerombol, dan setiap kali rider
yang lewat warga pun melambaikan tangan. Lebih menarik lagi saat ada rider
cilik dengan motor trail ciliknya membuat warga pun bersorak.
Dalam melewati jalur yang dinilai cukup
berat, acap kali para rider pun harus extra perhitungan dalam mengendalikan
motor trailnya agar tidak terjatuh.Namun, cukup berhati hati acap kali tidak
ditopang dengfan kondiai motor, ada saja rider yang mengalami putus rantai saat
mencoba menaiki tanjakan dengan kemiringan hampir 45 derajat.
Sementara tim dari polres Tala yang
dipimpin Wakapolres Tala Kompol Iwan Hidayat juga tidak mau kalah dengan rider
lain untuk menggeber motor trailnya di medan cadas.
Satu persatu para rider para rider pun
akhiornya dapat melintas medan yang telah disiapkan, dan kembali ke halaman
stadion Pertasi Kencana Pelaihari dalam kondisi motor penuh tanah. Namun ada
sebagian yang langsung mencucinya di tempat pencucian motor sebelum menuju
halaman stadion.
Beruntung bagi Candra dari Kecamatan
Kintap, satu dari sekian rider yang mendapatkan hadiah sepeda motor Matic Mio 2
unit.
Ia menuturkan, jelas tim kami sangat
senang sekali, dan hadiah ini akan di persembahkan buat istri tercinta di
rumah.
“medanya cukup mantap dan menantang, dan
siap ikut kalo ada event ini dimanapun, dan lewat event ini banyak mendapat
kenalan teman dari daerah lain,” katanya.
Meutup event ini para rider di hibur
dengan panggung hiburan malam harinya.
Senin,
16 Okt 2017
Sumber
: Bazz
Atlet Tala Asli Putra Daerah
PELAIHARI – Perolehan mendali emas, perak dan
perunggu di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke X di Tanjung, Kabupaten
Tabalong, diperoleh dari putra dan putri asli Bumi Tuntung Pandang. Hal ini
sudah diyakini oleh Sekda Tala Syahrian Nurdin dan Ketua KONI Tala Edy
Porwanto.
“Saya yakin
tidak ada atlet bayaran di Tala yang berlaga di Porprov,” ucapnya saat melepas
gelombang kedua atlet Porprov, belum lama tadi.
Tentu, dengan
hasil apapun tidak menjadi persoalan, sebab atlet yang berlaga aasli Tala. Ini
membuktikan, jika pembinaan atlet dari seluruh cabang olahraga berhasil. Dia
akan menjadi perhatian serius dari Pemda.
“Kami sangat
bangga, atlet asli Tala berlaga di ajang bergengsi,” jelasnya.
Semenatara itu,
Ketua KONI Tala yang berlaga di Porprov ini asli putra daerah. Seperti yang
ditorehkan oleh atlet pencak silat, dengan perolehan mendali cukup besar ini
semua dihasilkan dari keringat putra dan putri daerah.
“IPSI mampu
membina atlet dari bawah hingga menuju kualitas nasional, begitu juga cabor
lain,” ungkapnya.
Terkait
perolehan mendali, pihaknya meyakini putra dan putri daerah mampu menambah
hasil perolehan, baik itu emas, perak dan perunggu. Seiring cabor unggulan
seperti kempo baru saja bertanding dan masuk semifinal, sedangkan catur, dan
sepak bola akan memasuki babak final. “Peringkat tidak jauh dari hasil Proprov
di Kabupaten Banjar,” tutupnya.
Sumber
: Radar Banjarmasin
GMNI Lantik Anggota
PELAIHARI – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
(GMNI) Kabupaten Tanah Laut (Tala) melantik 13 orang anggota baru dari berbagai
bidang studi Politeknik Tala di halaman gedung Pemuda, Pelaihari, belum lama
tadi.
Ketua Cabang
GMNI Tala Era Batuah menyebutkan, mahasiswa sebagai agen perubahan pada
kenyataannya hanya berupa slogan selamat datang untuk menyambut mahasiswa baru
di dunia kampus. Namun, ketika sudah berada di dalam, slogan itu bisa dengan
mudah terlupakan, karena tergerus oleh budaya populer dan sistem perkuliahan
yang meniadakan kiprah mahasiswa di tengah masyarakat.
Meski pengabdian
menjadi salah satu poin dari Tri Dharma Perguruaan Tinggi, lanjutnya, namun
pada kenyataannya kehidupan nyata masyarakat. “Mahasiswa tak ubahnya hidup di
menara gading yang melupakan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Era, di
dalam kampus mahasiswa terkondisikan, bahkan cenderung tersekat dari
mmasyarakat. Setiap hari mahasiswa terserap mata kuliah yang pada prinsipnya
hanya mengembangkan kemampuan kognitif semata dan bukan mengembangkan kemampuan
sosialnya. Tugas demi tugas yang tak pernah habis, malah semakin menjauhkan mahasiswa
dari masyarakat.
“Di kampus
mahasiswa harus bergelut dengan mata kuliah dan di luar kampus mahasiswa juga
tetap sibuk dengan tugas,” ucapnya.
Oleh sebab itu,
Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
(GMNI) Angkatan ke – 4 Tahun 2017, mengusung tema meningkatkan rasa
nasionalisme mahasiswa untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Gerakan
mahasiswa haruslah tetap berbasiskan kampus, dan sebisa mungkin haruslah
berdiri di atas idealisme mahasiswa. Hal ini penting untuk menjaga kemurnian
hati nurani setiap gerakan mahasiswa. “Mahasiswa Tala dekat dengan rakyat, GMNI
berjuang bersama rakyat yang kita cintai dan muliakan,” tutupnya.
Sumber
: Radar Banjarmasin
Kepariwisataan Sektor Potensi Datangkan Income
Sektor
kepariwisataan kini banyak menjanjikan sebagai sebuah peluang yang berpotensi
untuk sebuah income, baik itu untuk di kelola oleh lembaga ataupun perorangan.
Dan kepariwisataan di daerah mana saja yang saling berlomba-lomba memberikan
dan menyajikan yang terbaik bagi pengunjung di sebuah objek wisata.
Bagi Kabupaten
Tanah Laut memiliki sejarah yang cukup pahit, dimana di daerah ini dulu di era
tahun 1980-an masih banyak di temukan kayu-kayu Ulin dan menjadi tumpuan bagi
warga yang bergantung dengan kayu Ulin, namun setelah ini kejayaan kayu Ulin
mulai berkurang dan bahkan tidak lagi menjadi hal yang di geluti masyarakat.
Kalau dulu bila orang bekerja sebagai pengusaha kayu, sudah pasti di cap
sebagai konglomerat.
Namun kini
kejayaan kayu Ulin telah pudar, karena barangkali kayu-kayu Ulin sudah mulai
berkurang dan semakin sulit untuk di dapatkan.
Setelah kayu
Ulin tidak ada lagi di geluti, beralih kedunia pertambangan batubara. Bagaikan
jamur tumbuh di musim hujan, pertambangan batu bara kian ramai, entah itu yang
resmi atau tidak, bahkan mengajarkan pertambangan batu bara di yakini cepat
menghasilkan uang ratusan juga bahkan miliaran rupiah, tapi dampaknya alam pun
menjadi rusak akibat eksploitasi batubara yang kebablasan alias los saja.
Namun, nasibnya juga sama dengan kayu Ulin, pada awalnya saja boombastis, akan
tetapi juga mulai berkurang.
Bekerja di
tambang batubara dulunya bisa dikatakan “berduit”, tapi kini perlahan merosot
tajam.
Pemerintahan
Kabupaten Tanah Laut pun kini harus putar otak, agar roda perekonomian
masyarakat dapat tetap bejalan, maka di sektorr ke pariwisataanlah salah satu
sektor yang mungkin tidak ada matinya.
Menyikapi hal
demikian, bupati Tala Bambang Alamsyah belum lama tadi di hadapan para camat,
kepala SKPD Dn kepala desa di gedung Balairung Tuntung Pandang dalam sebuah
kegiatan lounching Sadar Desa dari BPJS mengatakan, sektor pariwisata yang di
dalamnya akan ada berkembang usaha-usaha lain seperti usaha jasa.
“Belajar dari
daerah lain yang menonjolkan kepariwisataan ternyata dapat menjadi sumber
income bagi, masyarakat maupun pemerintahan daerahnya, karena sama-sama
berkomitmen membangun kepariwisataan dengan maksimal, bagi camat di minati jeli
dengan kondisi daerahnya masing-masing untuk dapat di kembangkan sebagai sektor
wisata,” jelas Bambang.
Terhadap objek
wisata di Tanah Laut sendiri cukup banyak keberdaannya, sebut saja mulai dari
wisata pantai, gunung, religi serta kuliner.
Senin,
16 Okt 2017
Sumber
: Bazz
Info Tala Senin, 16 Oktober 2017
Reviewed by Unknown
on
11:23 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
11:23 PM
Rating:



No comments: