Follow Us




INFO TALA SELASA, 16 OKTOBTER 2018

Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto


  • DUA PERUSAHAAN TEKEN MOU BAKAL BANGUN PABRIK KELAPA SAWIT
  • PEMKAB DAPAT PIAGAM DAN BUPATI DAPAT BUKU
  • JICA EXPERT JEPANG KUNJUNGI TANAMAN SAYURAN ORGANIK 

DUA PERUSAHAAN TEKEN MOU BAKAL BANGUN PABRIK KELAPA SAWIT
     INFO TALA - Siapa yang tidak kenal dengan PT. Batu Gunung Mulia Putra yang ada di Kabupaten Tapin, perusahaan besar pertambangan batu bara tersebut melakukan bidang usaha lain bersama dengan PT. Kalimantan Agro Mandiri dan pengurus Koperasi Sawit Makmur melakukan Memorandum Of Understanding (Mou) atau nota kesepatakan dalam hal rencana pendirian pabrik kelapa sawit. Mou di saksikan langsung oleh bupati Tala H.Sukamta dan wakil bupati Tanah Laut Abdi Rahman serta kepala SKPD terkait, Senin (15/10) kemarin di ruang Barakat lantai 2 Setda Tanah Laut.
     Dalam Mou, pihak pertama yakni pemilik PT. Batu Gunung Mulia H.M.Rihan's Variza, SE sepakat untuk kerjasama atau merger dan akuisisi dalam rangka memberi permodalan dalam hal usaha pendirian pabrik kelapa sawit yang lokasinya ada di Kabupaten Tanah Laut atas nama PT. Batu Gunung Mulia. Selanjutnya pihak kedua dalam hal ini Direktur PT. Kalimantan Agro Mandiri Syamsul Bahri yang telah menerima pelimpahan perijinan dari Koperasi Sawit Makmur yang telah melaksanakan Rapat Anggota Luar Biasa pada bulan Juli 2018 lalu menyatakan persetujuan untuk perijinan yang berkaitan dengan Ijin Usaha Perkebunan (IUP-P) pabrik kelapa sawit dan seluruh perijinan, dimana nantinya pabrik beroperasi di limpahkan ke PT.Kalimantan Agro Mandiri.
     Sementara kebun anggota koperasi Sawit Makmur seluas 11.750 hektar dan tidak menuntup kemungkinan akan dapat di kembangkan kembali. Lokasi yang di pilih dalam pembangunan pabrik kelapa sawit yakni di Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar dengan kapasitas produksi sebanyak 60 ton per jam yang akan di mulai pembangunannya pada pertengahan bulan Desember 2018.
     Menyangkut dana invesatsi pembangunan pabrik kelapa sawit sendiri 100 persen di biayai PT. Batu Gunung Mulia. Pembiayaan pabrik yang di tanggung pihak perama yakni pembelian bidang tanah untuk pabrik, pembelian bidang tanah untuk pembanguan jalan, inftrastruktur menuju pabrik dari jalan utama negara. Kemudian biaya pembangunan pabrik, biaya pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, biaya operasional sampai dengan commisioning pabrik, dan biaya pengurusan perijinan yang belum selesai.
     Kedua belah pihak sepakat melakukan merger dan akusisi perseroan dengan opsi komposisi pembagian saham atas pabrik, dimana pihak pertama 70 persen dan pihak kedua 30 persen pada masa awal hingga pengembalian dana investasi dengam cicilan 50 persen dari laba bersih perbulan sebelum penyusutan kepada pihak pertama.
     Bupati Tala H.Sukamta usai menyaksikan penandatanganan Mou dan sebagai pihak yang mengetahui adanya Mou mengatakan, saat sekarang memang hasil panen kelapa sawit warga non binaan pabrik kelapa sawit yang ada di Tanah Laut sebanyak 5 buah pabrik tidak bisa membeli hasil kelapa sawit dan jika di beli pun sangat rendah. "Ini merupakan sesuatu yang bisa membawa angin segar bagi petani kelapa sawit di Tanah Laut, Pemkab Tanah Laut memberikan dukungan sepenuhnya karena kondisi petani saat sekarang sedang dalam ketidak pastian dengan terus mengalami penurunan harga kelapa sawit, apalagi pabrik sawit swasta yang ada tidak menerima sawit-sawit yang mandiri dan lebih mengutamakan kebun intinya,"kata bupati.
     Diketahui bahwa harga kelapa sawit saat sekarang di tingkat petani hanya Rp 800 per Kg. Hal senada di utarakan pemilik PT.Batu Gunung Mulia H.M.Rihan's Variza, SE mengatakan, hal ini sebagai langkah untuk memberikan dukungan kepada Pemkab Tanah Laut dimana awalnya pihak Koperasi Sawit Makmur kebingungan untuk pendirian pabrik kelapa sawit, sementara nilai investasi pabrik masih belum bisa di tentukan dan tetap berusaha. "Kerjasama ini merupakan kali pertama yang dilakukan,"tutup Raihan's.

PEMKAB DAPAT PIAGAM DAN BUPATI DAPAT BUKU
     INFO TALA - Sebelum pelaksanaan apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman kantor bupati Tala, Senin (15/10) kemarin di sisipkan penyerahan buku dan penghargaan dari kepala kantor wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan Usbek Rahyono kepada bupati Tanah Laut H.Sukamta yang di dampingi Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut M. Darmin yang juga kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tala.
     Penyerahan piagam penghargaan sebelumnya dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut atas keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sementara penyusunan laporan keuangan tahun 2017 dengan capaian opini WTP pula, sehingga dengan hal tersebut menjadi tolak ukur bagi kantor Perbendaharaan provinsi Kalsel untuk turut memberikan penghargaan serupa. Sementara penyerahan buku yang isinya cerita kisah sukses dana desa "Lilin-lilin cahaya di ufuk fajar nusantara" yang di karang oleh Moh Hatta, yang di serahkan oleh Usbek Rahyono kepada bupati Tala. Di bagian belakang buku tersebut bahkan memuat pesan dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati yang menuliskan "Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia".
     Bupati Tala H.Sukamta mengatakan, penghargaan ini di harapkan menjadi pemicu bagi seluruh pegawai agar dalan penyusuan pelaporan keuangan di masing-masing SKPD semakin baik dan tentunya dapat mempertahan WTP di setiap tahunnya.Apel gabungan selanjutnya di pimpin oleh M.Taufik selaku Sekretaris Dewan (Sekwan) sebagai pembina apel.

JICA EXPERT JEPANG KUNJUNGI TANAMAN SAYURAN ORGANIK
     INFO TALA - Apa yang anda rasakan ketika mengunyah selembar daun tanaman Sawi yang lansung di petik dari kebun masih mentah  pahit ataukah manis. Kalimat "Fresh" keluar dari Ichiro Tsurusaki warga dari negeri Jepang yang berkunjung ke lahan perkebunan sayuran yang kini tengah di kembangkan oleh MAPORINA (Masyarakat Pertanian Organik Indonesia) bekerjasama dengan kelompok tani (Poktan) Jakasuma Desa Telaga Kecamatan Takisung di haparan lahan seluas 6 hektar.
     Ichiro Tsurusaki dari JICA EXPERT sebuah lembaga pertanian di Jepang yang bekerjasama dengan Kementeian Pertanian RI, Senin (15/10) kemarin yang melakukan kunjungan ke pengembangan sayuran organik atau tanpa menggunakan pestisida turut di dampingi Joko Warsito selaku pengamat hama Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanholbun) Provinsi Kalsel serta Malik dari Distanholbun Tala. Heri, salah seorang petani setempat mengungkapkan, beberapa hal yang di tanyakan Ichiro yakni tentang proses pertanian organik, kemudian kendala-kendala yang di hadapi dan mengenai hal-hal apa saja yang sudah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut."kam petani kaget dan merasakan senang, terlebih sangat terkesima ketika Ichiro berkata Fresh sambil tertawa saat makan daun tanaman Sawi saat ia mengunyahnya, itu pertanda bahwa dalam kondisi mentah saja begitu aman di konsumsi langsung oleh manusia. Kebanggan petani ada perhatian tersendiri dari Pemerintah terhadap pertanian hortikultura non organik,"kata Heri.
     Heri mengatakan, bahwa sayuran organik tidak mungkin sempurna, karena hama sifatnya tidak di basmi melainkan hanya di halau, kemudian progres tanaman cukup bagus, hanya masalah air dari musim kemarau yang jadi kendala. Selain itu perlu penelitian lebih lanjut hama apa saja yang  ada, sehingga penanggualan lebih tepat.
     Pengembangan lahan tanaman sayuran organik tanpa pestisida yang di kembangkan saat ini berupa tanaman Kangkung,  Bayam dan Sawi dan sebagai tanamn pelindung yang di korbankan yakni Kacang panjang dan Mentimun di tambah bunga-bungaan tanaman refugia seperti tanaman bunga bunga matahari yang fungsinya sebagai tanaman pengundang predator untuk memangsa hama pada tanaman. Lebih simpel dapat di katakan seperti lebah yang hinggap pada bunga, ulat pada tanaman akan di mangsa lebah dan burung yang hinggap pada bunga.Tidak cukup haya berkutat pada tananam sayur organik, kedepan ada budidaya ikan lele dan penggemukan sapi sebagai kawasan Pertanian Terpadu, tutup Heri pula.









INFO TALA SELASA, 16 OKTOBTER 2018 INFO TALA SELASA, 16 OKTOBTER 2018 Reviewed by Unknown on 6:22 PM Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.