Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto
- DUA PERUSAHAAN TEKEN MOU BAKAL BANGUN PABRIK KELAPA SAWIT
- PEMKAB DAPAT PIAGAM DAN BUPATI DAPAT BUKU
- JICA EXPERT JEPANG
KUNJUNGI TANAMAN SAYURAN ORGANIK
DUA PERUSAHAAN TEKEN MOU BAKAL BANGUN PABRIK KELAPA SAWIT
INFO TALA - Siapa yang
tidak kenal dengan PT. Batu Gunung Mulia Putra yang ada di Kabupaten Tapin,
perusahaan besar pertambangan batu bara tersebut melakukan bidang usaha lain
bersama dengan PT. Kalimantan Agro Mandiri dan pengurus Koperasi Sawit Makmur
melakukan Memorandum Of Understanding (Mou) atau nota kesepatakan dalam hal
rencana pendirian pabrik kelapa sawit. Mou di saksikan langsung oleh bupati
Tala H.Sukamta dan wakil bupati Tanah Laut Abdi Rahman serta kepala SKPD
terkait, Senin (15/10) kemarin di ruang Barakat lantai 2 Setda Tanah Laut.
Dalam Mou, pihak pertama yakni pemilik PT.
Batu Gunung Mulia H.M.Rihan's Variza, SE sepakat untuk kerjasama atau merger
dan akuisisi dalam rangka memberi permodalan dalam hal usaha pendirian pabrik
kelapa sawit yang lokasinya ada di Kabupaten Tanah Laut atas nama PT. Batu
Gunung Mulia. Selanjutnya pihak kedua dalam hal ini Direktur PT. Kalimantan
Agro Mandiri Syamsul Bahri yang telah menerima pelimpahan perijinan dari
Koperasi Sawit Makmur yang telah melaksanakan Rapat Anggota Luar Biasa pada
bulan Juli 2018 lalu menyatakan persetujuan untuk perijinan yang berkaitan
dengan Ijin Usaha Perkebunan (IUP-P) pabrik kelapa sawit dan seluruh perijinan,
dimana nantinya pabrik beroperasi di limpahkan ke PT.Kalimantan Agro Mandiri.
Sementara kebun anggota koperasi Sawit
Makmur seluas 11.750 hektar dan tidak menuntup kemungkinan akan dapat di
kembangkan kembali. Lokasi yang di pilih dalam pembangunan pabrik kelapa sawit
yakni di Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar dengan kapasitas produksi
sebanyak 60 ton per jam yang akan di mulai pembangunannya pada pertengahan
bulan Desember 2018.
Menyangkut dana invesatsi pembangunan
pabrik kelapa sawit sendiri 100 persen di biayai PT. Batu Gunung Mulia.
Pembiayaan pabrik yang di tanggung pihak perama yakni pembelian bidang tanah
untuk pabrik, pembelian bidang tanah untuk pembanguan jalan, inftrastruktur
menuju pabrik dari jalan utama negara. Kemudian biaya pembangunan pabrik, biaya
pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, biaya operasional sampai dengan
commisioning pabrik, dan biaya pengurusan perijinan yang belum selesai.
Kedua belah pihak sepakat melakukan merger
dan akusisi perseroan dengan opsi komposisi pembagian saham atas pabrik, dimana
pihak pertama 70 persen dan pihak kedua 30 persen pada masa awal hingga
pengembalian dana investasi dengam cicilan 50 persen dari laba bersih perbulan
sebelum penyusutan kepada pihak pertama.
Bupati Tala H.Sukamta usai menyaksikan
penandatanganan Mou dan sebagai pihak yang mengetahui adanya Mou mengatakan,
saat sekarang memang hasil panen kelapa sawit warga non binaan pabrik kelapa
sawit yang ada di Tanah Laut sebanyak 5 buah pabrik tidak bisa membeli hasil
kelapa sawit dan jika di beli pun sangat rendah. "Ini merupakan sesuatu
yang bisa membawa angin segar bagi petani kelapa sawit di Tanah Laut, Pemkab
Tanah Laut memberikan dukungan sepenuhnya karena kondisi petani saat sekarang
sedang dalam ketidak pastian dengan terus mengalami penurunan harga kelapa
sawit, apalagi pabrik sawit swasta yang ada tidak menerima sawit-sawit yang
mandiri dan lebih mengutamakan kebun intinya,"kata bupati.
Diketahui bahwa harga kelapa sawit saat
sekarang di tingkat petani hanya Rp 800 per Kg. Hal senada di utarakan pemilik
PT.Batu Gunung Mulia H.M.Rihan's Variza, SE mengatakan, hal ini sebagai langkah
untuk memberikan dukungan kepada Pemkab Tanah Laut dimana awalnya pihak
Koperasi Sawit Makmur kebingungan untuk pendirian pabrik kelapa sawit,
sementara nilai investasi pabrik masih belum bisa di tentukan dan tetap berusaha.
"Kerjasama ini merupakan kali pertama yang dilakukan,"tutup Raihan's.
PEMKAB DAPAT PIAGAM DAN BUPATI DAPAT BUKU
INFO TALA - Sebelum
pelaksanaan apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman kantor bupati
Tala, Senin (15/10) kemarin di sisipkan penyerahan buku dan penghargaan dari
kepala kantor wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan Usbek
Rahyono kepada bupati Tanah Laut H.Sukamta yang di dampingi Plh Sekretaris
Daerah Kabupaten Tanah Laut M. Darmin yang juga kepala Badan Pendapatan
Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tala.
Penyerahan piagam penghargaan sebelumnya
dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati kepada Pemerintah Kabupaten
Tanah Laut atas keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan
dengan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sementara penyusunan
laporan keuangan tahun 2017 dengan capaian opini WTP pula, sehingga dengan hal
tersebut menjadi tolak ukur bagi kantor Perbendaharaan provinsi Kalsel untuk
turut memberikan penghargaan serupa. Sementara penyerahan buku yang isinya
cerita kisah sukses dana desa "Lilin-lilin cahaya di ufuk fajar
nusantara" yang di karang oleh Moh Hatta, yang di serahkan oleh Usbek
Rahyono kepada bupati Tala. Di bagian belakang buku tersebut bahkan memuat
pesan dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati yang menuliskan
"Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia".
Bupati Tala H.Sukamta mengatakan,
penghargaan ini di harapkan menjadi pemicu bagi seluruh pegawai agar dalan
penyusuan pelaporan keuangan di masing-masing SKPD semakin baik dan tentunya
dapat mempertahan WTP di setiap tahunnya.Apel gabungan selanjutnya di pimpin
oleh M.Taufik selaku Sekretaris Dewan (Sekwan) sebagai pembina apel.
JICA EXPERT JEPANG KUNJUNGI TANAMAN SAYURAN ORGANIK
INFO TALA - Apa yang
anda rasakan ketika mengunyah selembar daun tanaman Sawi yang lansung di petik
dari kebun masih mentah pahit ataukah
manis. Kalimat "Fresh" keluar dari Ichiro Tsurusaki warga dari negeri
Jepang yang berkunjung ke lahan perkebunan sayuran yang kini tengah di kembangkan
oleh MAPORINA (Masyarakat Pertanian Organik Indonesia) bekerjasama dengan
kelompok tani (Poktan) Jakasuma Desa Telaga Kecamatan Takisung di haparan lahan
seluas 6 hektar.
Ichiro Tsurusaki dari JICA EXPERT sebuah
lembaga pertanian di Jepang yang bekerjasama dengan Kementeian Pertanian RI,
Senin (15/10) kemarin yang melakukan kunjungan ke pengembangan sayuran organik
atau tanpa menggunakan pestisida turut di dampingi Joko Warsito selaku pengamat
hama Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanholbun) Provinsi
Kalsel serta Malik dari Distanholbun Tala. Heri, salah seorang petani setempat
mengungkapkan, beberapa hal yang di tanyakan Ichiro yakni tentang proses pertanian
organik, kemudian kendala-kendala yang di hadapi dan mengenai hal-hal apa saja
yang sudah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut."kam petani kaget
dan merasakan senang, terlebih sangat terkesima ketika Ichiro berkata Fresh
sambil tertawa saat makan daun tanaman Sawi saat ia mengunyahnya, itu pertanda
bahwa dalam kondisi mentah saja begitu aman di konsumsi langsung oleh manusia.
Kebanggan petani ada perhatian tersendiri dari Pemerintah terhadap pertanian
hortikultura non organik,"kata Heri.
Heri mengatakan, bahwa sayuran organik
tidak mungkin sempurna, karena hama sifatnya tidak di basmi melainkan hanya di
halau, kemudian progres tanaman cukup bagus, hanya masalah air dari musim
kemarau yang jadi kendala. Selain itu perlu penelitian lebih lanjut hama apa
saja yang ada, sehingga penanggualan
lebih tepat.
Pengembangan lahan tanaman sayuran organik
tanpa pestisida yang di kembangkan saat ini berupa tanaman Kangkung, Bayam dan Sawi dan sebagai tanamn pelindung
yang di korbankan yakni Kacang panjang dan Mentimun di tambah bunga-bungaan
tanaman refugia seperti tanaman bunga bunga matahari yang fungsinya sebagai
tanaman pengundang predator untuk memangsa hama pada tanaman. Lebih simpel
dapat di katakan seperti lebah yang hinggap pada bunga, ulat pada tanaman akan
di mangsa lebah dan burung yang hinggap pada bunga.Tidak cukup haya berkutat
pada tananam sayur organik, kedepan ada budidaya ikan lele dan penggemukan sapi
sebagai kawasan Pertanian Terpadu, tutup Heri pula.
INFO TALA SELASA, 16 OKTOBTER 2018
Reviewed by Unknown
on
6:22 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:22 PM
Rating:



No comments: