Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto
- · 6 RUMAH DITERJANG PUTING BELIUNG
- · MUHAMMADIYAH SIAPKAN KADER BERKUALITAS
- · MABUK SAMBIL ACUNGKAN CANGKUL
- · SAHBIRIN NOOR LEPAS 5.000 LEBIH GOWESER KOMBES
- · PEDAGANG MINTA PORTAL BESI DIBUKA
- · PARA SANTRI PADATI HALAMAN KANTOR BUPATI
- · EMBUNG BAKAL DIBAGUN DIDESA SUNGAI BAKAR
6 RUMAH DITERJANG PUTING BELIUNG
INFO TALA - Hujan deras
yang turun di kota Pelaihari pada Minggu (21/10) kemarin sekitar pukul 15.30
wita di sertai angin kencang membawa imbas hingga ke Kecamatan Bumi Makmur.
Akibat hujan yang di sertai angin kencang (Puting Beliung) menyebabkan 6 buah
rumah di Jalan Pembangunan Rt 8 Desa Sungai Rasau Kecamatan Bumi Mamkur
mengalami kerusakan.
Aulia Arief Dayani, S.Sos selaku Kasi
Kemasyarakatan pada kantor Kecamatan Bumi Makmur menyebutkan, 1 rumah warga
bahkan roboh oleh kuatnya angin puting beliung, kemudian 1 tiang listrik juga nyaris roboh, namun
untungnya petugas dari PLN segera tiba di lokasi guna melakukuan perbaikan tiang listrik tersebut,
dan sementara dalam perbaikan listrik di Kecamatan Kurau dan Bumi Mamkur pun
padam. Ke 6 rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut yakni rumah
Anto, Asbulah, Huldi, Anwar, Jaliah, dan Muslih kesemuanya berada di Rt 8.
Dari ke 6 rumah warga, yang agak parah
kerusakannya yakni rumah Anto dan Asbulah, dimana atap rumahnya terangkat,
sementara yang lainnya mengalami rusak ringan pada bagian atap yang
terbuka. Di rumah Jaliah di bagian depan
rumahnya sebuah bangunan bekas warung yang sudah kosong mengalami roboh.
Warga setempat pun saling melakukan
pengecekan rumahnya masing-masing, siapa tahu ada yang rusak. Tidak ada korban
jiwa dalam musibah angin puting beliung ini, namun korban mengalami kerugian
jutaan rupiah. Atas kerusakan ringan rumah warga, oleh Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) sektor Kurau membantu warga dengan memasangkan terpal di
bagian atap rumah yang hilang terbawa angin.
MUHAMMADIYAH SIAPKAN KADER BERKUALITAS
INFO TALA - Peningkatan
SDM patut dilakukan agar generasi mendatang siap bersaing, dan bagi keluarga
Besar Muhammadiyah Kabupaten Tanah Laut merasakan bahwa peningkatan SDM bagi
kader-kadernya sudah harus mulai sekarang.
Sejalan itu, Jum 'at (19/10) pekan tadi di
SDN Muhammadiyah Desa Panggung Kecamatan Pelaihari di gelar Baitul Arqam.
Sebuah kegiatan selama 3 hari dalam rangka penyiapan bagi kader-kader
Muhammadiyah agar kedepan dapat menjadi kader yang berkualiats, baik dari segi
agama maupun dalam kehidupan sosial di masyarakat era sekarang dan mendatang.
Ketua DPC Muhammadiyah Tala Ahmad Khairin
selepas membuka Baitul Arqam mengatakan, melalui program penguatan kader
Muhammadiyah kelak menjadi harapan dan yang menjadi pekerjaan pokok di semua
cabang di seluruh kecamatan menjadi kader di organisasi masing-masing yang
terus dinamis. "Program Baitul Arqam bisa dilakukan dalam satu peridode (5
tahun) sekali. Karena melihat usaha yang telah banyak dilakukan atau kader
Muhammadiyah yang melibatkan diri seperti di rumah sakit, mesjid, dan perguruan
tinggi,"kata Khairin.
Dalam kegiatan Baitul Arqam di hadiri pula
dari kepengurusan Muhammadiyah provinsi Kalsel dan dari Muhammadiyah pusat. Seperti
di utarakan Alfian sekretaris Muhammadiyah provinsi Kalsel, prinsip
Muhammadiyah dimana-mana tumbuh dan berkembang, menumbuhkan komitmen untuk
memperjuangkan islam meluaui Muhammadiyah.
"Sebuah proses menumbuhkan ideoalogi,
akan muncul kader terlatih dan militan, karena
pengkaderan bukanlah sebuah proses yang instan dan tidak pernah kenal
kata berhenti. Muhammadiyah di Tala salah satu proses pengkaderan yang
muncul,"kata Alpian. Dalam rangka penyiapan kader yang berkualitas lewat
kegiatan Baitul Arqam menghadirkan instruktur dari DPP Muhammadiyah Pusat Irfan
Islami sebagai pemateri.
Irfan Islami mengatakan, prinsip
Muhammadiyah dimana-mana tumbuh dan berkembang. Pengkaderan sebagai sarana
untuk menumbuhkan komitmen guna memperjuangkan islam melalui Muhammadiyah. "Forum
inilah menyamakan visi yang akan membawa manfaat bagi masyarakat, yakin perkembangan besar akan terjadi, atai
dalam bahasa lainnya sudah on the track untuk berkembang.
Sementara itu bagi Forum Komunikasi Umat
Beragama (FKUB) Tala memberikan apresasi tersendiri kepada jajaran Muhammadiyah
Tala. Anton Kuswoyo, salah seorang anggota FKUB Tala mengatakan, FKUB melihat
aktivistas Muhammadiyah sangat bagus, unsur kepemudaannya juga berjalan dan
yang baru-baru tadi mereka juga ikut peduli dengan melakukan penggalangan dana
untuk Palu.
MABUK SAMBIL ACUNGKAN CANGKUL
INFO TALA - Ulah Satri
Yadi warga Desa Bajuin Rt 05 Rw 02
Kecamatan Bajuin ini di bilang nekat, ia yang di duga dalam kondisi mabuk berat
mengamuk sambil mengacung-acungkan sebuah cangkul di tengah-tengah pemukiman
warga di Kelurahan Sarang, Jum'at (1/10) kemarin sekitr pukul 23.00 wita,
terpaksa harus di tindak tegas warga, dan menyerahkannya ke pihak yang
berwajib.
Aipda Agung Rahmad Wijaya,SH anggota
Reskrim Polres Tala yang berada di TKP dan menghandel peristiwa tersebut
menyebutkan, anggota Sat reskrim Polres Tanah Laut dan anggota Polsek Pelaihari
kota telah mengamankan Satri Yadi, karena mendapat laporan dari warga kalau
ulahnya cukup membahayakan orang. Ia yang mengayun-ayunkan cangkul sambil
mengancam warga. Mungkin karena warga kesal dengan ulahnya, maka warga pun
mencoba untuk menaklukan Satri Yadi. Warga pun berhasil menaklukan aksi Satri
Yadi yang memainkan cangkul tersebut walau ia sempat melawan.
Satri Yadi sendiri sedikit mengalami luka
di bagian kepala lantaran warga di buat kesal, namun lukanya tidak terlalu
parah. Warga pun menyerahkan Satri Yadi ke Polisi yang tiba di lokasi keributan
tersebut. "Sebelumnya Satri Yadi di larikan ke rumah sakit terlebih dahulu
untuk perawatan luka-lukanya,"kata Aipda Agung.
Cerita tentang Satri Yadi ini pun ternyata
ramai menjadi perbincangan di tempat ia tinggal di Desa Bajuin. Di utarakan SJ warga setempat, Satri Yadi
atau orang lebih mengenal namanya dengan sebutan Sadri memang ada sedikit
mengalami gangguan kejiwaan, dan kadang sering terdengar suka berkelahi di mana-mana.
Satri Yadi alias Sadri sendiri awalnya
punya istri dan 2 orang anak, akan tetapi karena adanya gangguan kejiwaan maka
istri dan anaknya pun meninggalkan Sadri. Konon pula cerita dari warga bahwa
awalnya ia dulunya juga berkebun, juga sebagai pengepul sayur-sayuran ke
petani-petani, akan tetapi kini Sadri tidak ada kegiatan lagi. "Ya kalau
setahu saya warga juga sudah ada yang peduli termasuk perangkat desa sekarang,
termasuk membawanya ke rumah sakit jiwa Sambang Lihum di Kabupaten Banjar
beberapa tahun lalu karena kondisinya semacam ada tekanan batin, sehingga
kadang-kadang bisa di katakan kumat pasti melakukan hal-hal kurang nyaman bagi
warga,"jelas SJ.
Ia menambahkan, kurang lebih 1 minggu
lewat, Sadri kumat lagi dengan tingkah laku bahkan sampai ke wilayah Kecamatan
Kurau dan gunung Kayangan kluyuran serta pernah bikin onar di simpang Desa
Bajuin (Simpang PDAM). Sementara waktu Satri Yadi alias Sadri di amankan di
Polres Tala guna proses lebih lanjut. Soal ia di nyatakan ada gangguan jiwa
atau tidak, penyidik Polres Tala pun masih menunggu hasil keputusan dari
lembaga resmi spesial untuk gangguan kejiwaan.
SAHBIRIN NOOR LEPAS 5.000 LEBIH GOWESER KOMBES
INFO TALA - Komunitas
Bersepeda Sehat (Kombes) Tanah Laut menggelar bersepeda gunung dalam rangka
menyambut hari Sumpah Pemuda tahun 2018, Minggu (21/10) kemarin dengan
mengambil garis start dan finish di Jalan Pancasila depan Balairung Tuntung
Pandang atau rumah dinas bupati Tala.
Mengambil tema "Tanah Laut Cross
Country Bersama Kombes Kita Bahagia 3", tercatat lebih daei 5.000 goweser
dari berbagai komunitas sepeda gunung di Kalsel dan luar Kalsel ambil bagian
dalam kegiatan tersebut, goweser di lepas gubernur Kalsel H.Sahbirin Noor yang
di dampingi bupati Tala H.Sukamta serta forkopimda Tala.
Pagi pukul 07.00 wita, gubernur Kalsel
mengangkat bendera star untuk selanjutnya para goweser harus menjelajah rute
sejauh kurang lebih 30 km. Keberangkatan peserta pun di bagi 3 kali
keberangkatan, mengingat peserta di perkirakan mencapai 5.000 lebih peserta
baik dari Kalsel, Kalteng, Kaltim dan ada pula dari Jakarta. Para goweser harus
melewati jalan aspal, bebatun, jalan setapak, perkebunan karet, kebun kelapa
sawit, areal persawahan, perkampungan hingga kembali ke jalur finish yang di
fokuskan di halaman Gor Berseri Pelaihari.
Ketua Komunitas Bersepeda Sehat (Kombes)
Tala AKBP Endang Agustina selepas biker di lepas gubernur Kalsel mengatakan,
kegiatan gowes sebagai perayaan ulang tahun Kombes sendiri yang ke 3 tahun dan
sekaligus menyambut peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2018.
"Track di buat variatif, tiap tahun
pasti beda tidak terlalu menyiksa tapi cukup menantang. Itulah panorama Tala,
dan melihat animo peserta,maka di tahun-tahun depan di tingkatkan lagi dan
berharap Tanah Laut akan melahirkan goweser nasional,"kata Endang. Panitia
pelaksana gowes Kombes menyediakan hadiah utama 2 unit sepeda motor matic, 60
unit sepeda gunung. Namun ada 1 sepeda gunung yang menjadi hadiah agak spesial,
pasalnya harga sepeda gunung tersebut di atas Rp 10 juta.
Baik bupati Tala H.Sukamta, Kapolres Tala
AKBP Sentot Adi Dharmawan,Dandim Kodim 1009 Pelaihari Letkol Infanteri Bagus
Budi Adrianto, Kasat Lantas Polres Tala AKP Lalu Ryan ikut pula membaur bersama
para biker dalam melewati jalur-jalur yang telah di siapkan. Tidak terpancar
rasa lelah dari bupati Tala H.Sukamta saat mengayuh sepeda bersama Dandim 1009
Pelaihari Letkol Infanteri Bagus Budi Adrianto di jalan aspal tanjakan di Desa
BumI Jaya karena memang bersepeda sudah menjadi kebiasaan, bahkan acap kali
saat tidak ada kesibukan selalu bersepeda ke desa-desa sambil melihat keadaan
apa yang perlu di benahi di desa.
Di bawah cuaca yang mendung namun tidak
hujan, para goweser merasakan nyaman melintasi jalur-jalur, apalagi saat melintasi
jalur perkebunan karet dengan suasana yang sejuk. Belum lagi saat melintasi
jalur yang nampak jelas pegunumgan semakin memanjakan mata para goweser dengan
pemandangan yang indah. Cuaca akhirnya panas namun para goweser dapat melintasi
seluruh jalur (Full Track) dan kembali menuju halaman Gor Berseri Pelaihari
guna istirahat dan siap-siap mendapatkan hadiah yang sudah di siapkan.
Goweser yang beruntung mendapat
masing-masing sepeda motor yakni atas nama Zulpuadin dari Pelaihari dan Irfan
dari kota Barabai. Hadiah dari gubernur Kalsel berupa uang sebesar Rp 2,5 juta
juga di berikan bagi komunitas yang terbanyak anggota komunitasnya yakni dari
komunitas PP grup Bati-Bati sebanyak 39 anggotanya, dan dari Semarang komunitas
Demit serta Kalteng komunitas paling jauh.
PEDAGANG MINTA PORTAL BESI DIBUKA
INFO TALA - Para
pedagang di pasar Tapandang Berseri atau biasa di sebut Pasar Parabola
Pelaihari (Depan kantor Polres Tala) yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang
Pasar Tapandang Berseri Pelaihari meminta pihak yang berwenang soal pasar untuk
membuka portal besi yang selama ini tertutup selama hampir kurang lebih 2
tahun. Plang besi yang awalnya di pasang Dinas Perhubungan setelah adanya
koordinasi dengan pihak Satlantas Polres Tala di samping kanan dari pagar Bank
Kalsel dengan alasan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Dari analisa yang telah dilakukan Dinas
Perhubungan, kebanyakan masyarakat yang datang naik kendaraan dari arah Jalan
A.Yani (samping kanan Polres Tala) acap kali selalu memotong lewat gerbang
pasar di dekat pagar Bank Kalsel tersebut, sehingga tidak jarang terjadi
kecelakaan lalu lintas atau pertemuan dengan arus kendaraan yang datang dari
Jalan Kemakmuran.
Sejalan itu, Jum'at (19/10) pekan tadi
para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Tapandang Berseri
menggelar rapat bersama pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan, Sat Pol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan di
aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan dan Satlantas Polres Tala
dalam hal ini Kasat Lantas AKP Lalu Ryan. Rapat koordinasi di pimpin kepala
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan Tala H.M.Raffiki Effendi. Selama
kurang lebih 1 jam rapat koordinasi di gelar, baik para pedagang maupun dari
pihak dinas terkait terjadi dialog. Usai memimpin rapat, kepala Dinas
Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan H. M. Raffiki Effendi dalam keterangan
persnya mengatakan, dalam rapat fokusnya permohonan minta di buka kembali plang
tersebut, maka dinas mempertemukan bersama stake holder lain, dengan adanya
permohonan ini jelas nanti ada rekayasa arus lalu lintas, dan rekayasa dari
pihak Satlantas Polres Tala dan iti pun di kaji kembali. "Dan rakayasa sendiri terkait dengan
adanya Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan
jalan, oleh karena itu salah satu pasal yakni 273, apa bila di lokasi tersebut
terjadi kecelakaan maka pihak Satlantas meminta siapa yang bertanggung jawab,
dan hal inilah yang masih harus di kaji kembali oleh pedagang,"kata
Raffiki.
Ia menambahkan, jika memang rekomendasinya
harus di tutup maka di tutup, jika di buka pun pegang kuncinya bukan di Dinas
Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan, yang pasti harus ada siapa yang
bertanggung jawab. Di tempat yang sama, Andreas Evony kepala Dinas Perhubungan
Tala usai rapat menjelaskan, hal ini tentu pasti akan ada rapat lanjutan guna memfinalisasi
apakah plang besi itu di buka atau di tutup, karena tadi dalam rapat hanya
penyampaian saran dan pendapat secara tehnis.
Menyangkut arus lalu lintasnya tambah
Andreas, semakin tahun kan semakin ramai, kemudian juga merupakan akses jalan
nasional yang melintas di kota Pelaihari tentunya angkutan-angkutan umum
berbadan besar, bertonase berat akan melintas di sana sehingga sangat rawan.
Untuk itulah itu menjadi hal yang sangat krusial jika di buka harus ada
rekayasa serta safety keselamatan yang optimal baik dari Dinas Perhubungan
sendiri melalui alat-alat keselamatan, juga nanti ada petugas penjamin bahwa
rekayasa tersebut benar-benar dilaksanakan. "Dishub sendiri sudah
menyampaikan semua rekayasa-rekayasa tersebut, tinggal juga kami menunggu jawaban
dari yang memohon, baik dari Satlantas dan pertimbangan dari kawan-kawan di
Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan,"kata Andreas.
Sementara itu, H.Naufal sekretaris
Asosiasi Pedagang Pasar Tapandang Berseri Pelaihari mengungkapkan, intinya apa
yang kami bawa menyangkut masalah pasar ini kepada pihak yang terkait untuk di
bukanya pintu masuk pasar yang kini tertutup plang besi. "kami juga minta
di tata dan di benahi masalah perparkiran, karena di situ pada setiap jam
lain-lain yang pegang parkir, kemudian juga lepas dari Perda soal pungutan
parkir, roda dua hanya Rp 1.000 tapi di lapangan Rp 2.000. Bila pembeli
memindah motornya ke toko lain, juga di minta bayar parkir kembali,"kata
Naufal.
Terkait adanya penutupan pintu masuk
tersebut diakui terjadinya penurunan penjualan pedagang, disamping memang
terjadi penurunan daya beli masyarakat secara global, di tambah pula dengan di
tutupnya pintu masuk tersebut yang juga membawa dampak penurunan income
pedagang. Menyikapi masalah pintu masuk masih akan ada rapat lanjutan untuk
melahirkan solusi yang terbaik khsusunya para pedagang.
PARA SANTRI PADATI HALAMAN KANTOR BUPATI
INFO TALA - Senin,(22/10)
kemarin halaman kantor bupati Tala nampak memutih oleh peserta upacara. Kalau
biasanya setiap hari Senin waktu untuk apel gabungan Aparatur Sipil Negara
(ASN) maka kemarin apel gabungan ASN di gantikan oleh para santriawan dan
santriwati, untuk dilakukan apel memperingati hari santri.
Sebanyak kurang lebih 1.500 orang santri dan
santriwati se Kabupaten Tanah Laut, dengan seluruh petugas dari merupakan
santri perwakilan dari Ponpes se Tanah Laut. Bahkan pengibaran bendera pun dari
para santri yang mengenakan pakaian muslim. Dalam kesempatan tersebut
dilaksanakan ikrar santri dalam rangka mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang
aman damai dan sejuk di Kabupaten Tanah Laut. Di serahkan pula penghargaan
kepada santri berprestasi yakni Hendri Saputra dari Pondok Pesantren Modern
"An Najah Putra" Desa Bingkulu Kecamatan Tambang Ulang yang meraih
juara 1 tanding putera pada National Open Tournament Pencak Silat Tugu Muda
Campionship 1 Tahun 2018 di Semarang Jawa Tengah pada 1 sampai 2 September
2018, Juara 1 pada kejuaran Tapak Suci Terbuka "Mudirul Ma'had Nurul Amin
Muhammadiyah Open Tournament II Tahun 2018 tingkat daerah Kalimantan Selatan
pada 17-19 Agustus 2018, dan Juara 1 sekaligus pesilat terbaik pada kejuaraan
Tapak Suci Region Championship Open 2018 di Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin Tingkat Region Kalimantan pada 1-4 Februari 2018.
Bupati Tala H.Sukamta mengatakan, hari
santri merupakan wujud relasi harmoni antara pemerintah dan umat islam,
khususnya bagi kalangan kaum santri. Peringatan tahun 2018 mengusung tema
" Bersama Santri Damailah Negeri" Isu tersebut di angkat sebagai
respon bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan,
seperti maraknya Hoaks, ujaran kebencian, Polarisasi simpatisan, Politik
propoganda, kekerasan hingga terorisme. "Tebarkan kedamaian, kapanpun,
dimanapun dan kepada siapapun. Tunjukkan bagaimana santri dalam menjadi
pioner,"kata bupati.
Selepas apel dilaksanakan pawai para
santri keliling kota Pelaihari dalam menyemarakkan hari santri ke 4. Pada apel
hari santri di hadiri pula wakil bupati Tanah Laut Abdi Rahman, Forkopimda Tanah
Laut, Sekretaris Daerah Tanah Laut, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Laut,
dan Pimpinan SKPD Tanah Laut.
EMBUNG BAKAL DIBAGUN DIDESA SUNGAI BAKAR
INFO TALA - Guna
keperluan para petani di Desa Sungai Bakar Kecamatan Bajuiin, maka Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tanah Laut bersama
DPUPRP provinsi Kalsel telah melakukan survei terkait akan di bangunnya embung
beberapa waktu lalu. Namun kabarnya, rencana pembangunan embung itu berada
dalam kawasan obek wisata, sehingga di butuhkan sebuah koordinasi yang matang
dengan Dinas Pariwisata agar ketika sudah mulai di kerjakan tidak memunculkan
masalah atau ada pihak-pihak yang di rugikan.
Kepala bidang (Kabid) sumber daya air,
Totom Wahyudi pada DPUPRP Tala, Senin (22/10) kemarin mengatakan, terhadap
pembangunan embung tersebut memerlukan luasan
lahan 5 hektar dan dengan kedalamnya antara 4 sampai 5 meter. "Namun
tentunya sebelum memulai pengerjaan dalam hal ini Pemkab Tanah Laut melalui
DPUPRP di minta untuk menclearkan lokasinya dulu, baru nanti setelah clear,
maka di tahun 2019 bisa di anggarkan, kalau detil desainnya memang belum tahu
persis karena yang memegang adalah Balai, dan nanti kalau sudah tidak masalah
dengan lahanya akan di ekpose perihal rencana kegiatan tersebut, "kata
Totom.
Totom menambahkan, ancar-ancar anggaranya
kurang lebih Rp 25 milyar karena di situ juga akan di lengkapi dengan fasilitas
umum (Fasum). Keberadaan embung yang tengah di wacanakan untuk di bangun
kedepannya akan menjadi keperluan buat air baku bagi PDAM selain juga untuk
wisata air, persawahan dan perkebunan sekitar dengan cakupan luasan 100 hektar
sawah maupun kebun warga setempat.
Survie yang telah dilakukan bersama DPUPRP
untuk pembangunan embung kabarnya tidak jauh dari lokasi wisata air terjun
Bajuin. Itu juga salah satu yang harus di konsultasikan dengan Dinas
Pariwisiata, apakah lahan itu masuk dalam kawasan wisata atau tidak, apakah
lahan itu aset pariwisata atau bukan, dan barangkali juga banyak pihak yang
harus di koordinasikan seperti Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Tanah Laut, Badan
Pertanahan Nasional (BPN) Tala, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda,
Bappeda, Camat, Kades, PU tata ruang, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan
Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), imbuh Totom pula.
Sementara itu kepala Dinas Pariwisata
Ahmad Khairin di konfirmasi mengatakan, memang ada di hubungi terkait soal
tersebut dan masih akan dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak dalam
waktu dekat.
INFO TALA SELASA 23 OKTOBER 2018
Reviewed by Unknown
on
7:24 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
7:24 PM
Rating:



No comments: