Follow Us




INFO TALA Jum,at 20 January 2017

  1. KEKERASAN ANAK DI RANGGANG
  2. Meeting Merketing Operation Pertamina Bersama Bupati
  3. TPA Bakunci Dilengkapi Mesin Pengolahan Sampah


KEKERASAN ANAK DI RANGGANG
Peristiwa kekerasan terhadap anak terjadi di Desa Ranggang, Kabupaten Tanah Laut Kalsel. Diduga pelaku melukai korban  dengan benda tajam jenis pisau dapur.                                Korban rifa (7)  kalsel 1 sekolah dasar ditusuk diperut oleh kakak kelas berusia 13 tahun hingga berdarah, setelah sebelumnya, korban diikat kedua tangannya.
Kemarin, Kaplores TanahLaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan membesuk korban di ruang perawat intan RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari, petang.                                               Tak hanya melihat kondisi korban, Sentot berdialog dengan orangtua korban Syarifuddin dan istri serra memberi korban hadiah boneka beruang warna pink.Syarifuddin (25) warga desa Ranggang, Kecamatan Takisung, mengaku senang dengan kunjungan orang nomor satu di lingkungan Plores Tanah Laut .
Ia dan istrinya, Vita (20) sudah  mendapatkan kepastian bahwa peristiwa tindak pidana kriminal yang dialami anak pertama akan di proses sesuai hukum  yang berlaku.                                 “Saya dengan pelaku yang menusuk anak saya itu masih ada hubungan keluarga. Ibu saya dengan ibu Kamal itu masih kerabat dekat, sepupu.
Makanya kok tega menusuk anak saya hingga berdarah hanya anak saya tidak memberi kerupuk pelaku. Itu kata anaknya dicegat pelaku minta kerupuk. Tak memberi anak saya dikurung di rumah orangtua pelaku,”katanya, kemarin.                                                                                                           Syarifuddin mengaku membawa anaknya ke rumah sakit, Selasa (17/1/2017) sekitar pukul 15.30 wita itu karena melihat anaknya terjatuh di depan rumah tetangganya ketika menuju rumah.                       Melihat anaknya sempoyongan dan melihat ada bekas sobekan kain diperut anaknya yang berdarah, Syarifuddin bergegas menuju UGD RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari.
“Anak saya cerita saat diperjalanan, perutnya luka karena ditusuk oleh kamal. Ketika itu saya sangat marah dan dendam. Tapi kini tidak lagi karena kaplores sudah berjanji akan memproses kasus ini,”kata warga Asahan , Desa Ranggang, kecamatan Takisung ini.                                             Kasatreskim Plores TanahLaut, AKP Ade Papa Rihi mengaku sudah mengamankan pelaku dan meminta keterangan pelaku terkait peristiwa tersebut.
(AP)



Meeting Merketing Operation Pertamina Bersama Bupati

Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah, kamis (19/1) kemarin ikut terlibat dalam rapat di jajaran PT Pertamina Region VI Kalimantan Timur.                                                                         Dalam rapat tersebut , tidak semata hanya bupati Tala yang hadir, namun sejumlah pejabat lainnya yakni Plt Sekda, kepala bappeda, Plt Kadishub, kepala Disperindag dan Perindustrian, Tapem, dan bagian ekonomi serta bagian
Humas Setda.
GM  pertamina Muhammad Ifan yang juga hadir di rapat itu membahas, bahwa pertamina bertujuan menjadi loko motif  nasional, dimana  wilayah kerja pertamina mencakup 5 provinsi di Kalimantan.                                                                                     Lebih lanjut dikatakan, pada tahun 2017 ini dana subsidi LPG tersisa Rp 20 triliyun rupiah, oleh  pemerintah sedang di kaji apakah akan  mengurangi  subsidi LPG 3kg atau menaikan harga gas LPG 3 kg, karena LPG 3 k g kedepannya  hanya di peruntukan  bagi masyarakat  yang  kurang mampu , sementara bagi masyarakat yang mampu di  arahkan  ke Bright Gas 5 kg dengan harga Rp 62 .000.
“untuk itu pertamina meminta kepada bupati tala, guna melakukan sosialisasi kepada jajaran PNS  agar mempelopori  penggunaan tabung 5 kg tersebut,”kata ifan.                           Data dari pertamina, di kabupaten tanah laut  memiliki 11 buah SPBU, 3 SPPN, dan 1 APMS. Kuota BBM tahun 2016 sebanyak 75.984 kilo liter, dengan  realisasi sebesar 67.367 kilo liter, dan kuota LPG di tala 2016 sebanyak 6.2113 buah dengan relisasi sebanyak 4.36 buah .
Di kesempatan itu bupati tala Bambang Alamsyah mengatakan, perlu adanya penambahan kuota BBM bagi nelayan karena di tala memiliki garis pantai 200 km, dan nelayan saat ini terdata ribuan orang , di samping itu  jangan sampai ada kelangkaan LPG dan BBM.
“jangan sampai pula ada permainan harga oleh oknum, dan berharap pertamina membangun depo di tala,”ungkap bupati.                                                                                                                     Pada rapat itu juga turut hadir sadewo dari pihak java Energy Group. Sudah terlalu Crowded  untuk supply BBM di kalsel, maka Melihat tala sangat cocok si bangun Depo pertamina.  Gayung bersambut, GM pertamina Muhammad Ifan menambahkan, dilihat dari aspek potensinya, Tala sangat menarik dan prospektif  utnuk perkembangan pertamina, dan seandainya terelisasi terminal khusus, maka artinya segala fasilitas ada yang khusus untuk pertamina, maka tala akan berkembang dan investor akan menanam usaha sector industri Tala,” katanya.

Jum’at, 29 jan 2017



TPA Bakunci Dilengkapi Mesin Pengolahan Sampah

Saat ini keberadaan tempat pembuangan Akhir (TPA) sampah Bakunci di lengkapi dengan mesin pengolah sampah. Hal ini di katakana Ir Riyadi selaku kepala dinas perumahan rakyat, kawasan  permukiman dan lingkungan hidup kamis (19/1) kemarin, TPA Bakunci yang memiliki mesin pengolahan menghasilkan pupuk organik “ mesin pengolahan sampah organik di TPA Bakunci tersebut baru beroperasi awal tahun 2017,” kata Riyadi.
Ia menambahkan, keberadaan mesin pengolah sampah organik ini sangat membantu TPA bakunci karena sampah organik yang selama ini yang hanya bias di olah secara manual sekarang sudah melalui mesin yang kapasitasnya jauh lebih banyak di bandingkan dengan yang manual.
Mesin pengolah sampah organic tersebut, dalam operasionalnya satu hari mampu  mengolah sampah organik  dari sampah pasar pelaihari sebanyak tujuh (7) ton lebih. Keberadaan mesin pengolahan sampah organic tidak saja membantu pengolahan sampah, namun keberadaanya dapat memberikan manfaat untuk penghasil pupuk organik.
“keberadaan mesin pengolahan pupuk organic tersebut dapat memberikan konstribusi terhadap meningkatan nilai Adipura Tala,”kata Riyadi pula.                                                                   Selain pengelolaan pupuk organik , kata Riyadi , TPA bakunci juga melakukan pemilahan terhadap sampah plastic yang bias di manfaatkan untuk daur ulang. Sampah plastic yang dapat di daur ulang di bersihkan, dan setelah bersih di kumpulkan dan serta di jual kepada pedagang yang memanfaatkan daur ulang plastic tersebut.                                              Dengan adanya mesin pengolahan sampah organic di harapkan akan dapat memberikan dampat positip bagi kebersihan lingkungan dan memberikan manfaat bagi Kabupaten Tanah Laut pada jangka kedepan.


Jum’at, 19 jan 2017
INFO TALA Jum,at 20 January 2017 INFO TALA Jum,at 20 January 2017 Reviewed by Unknown on 3:39 AM Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.