SELEKSI PASKIBRAKA KABUPATEN TANAH
LAUT 2017
Sulaeman
Kasi Pengembangan Pemuda di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Laut
menyebutkan dalam seleksi ini Ada beberapa tes yang harus dilalui oleh peserta
yakni tes Wawancara ,tes tinggi badan,tes tensi darah dan tes Berat Badan.
"Peserta harusnya ada 160 peserta hari ini namun sebagian tidak datang
yang datang pesertanya hari ini ada 120 peserta di 35 sekolah SLTA sekabupaten
Tanah Laut yang mana nantinya akan di tes oleh 10 Juri. Besok hari Rabu akan
dilanjutkan tes fisik dilaksanakan di depan Kantor Dispora Tanah Laut. Dan hari
kamis penentuan tahap akhir," kata Sulaeman Kasi pengembangan Pemuda
Dispora.
Sebagaimana
pantauan Tuntung Pandang Fm di lokasi pelaksanaan seleksi hari ini, Selasa
(28/02/2017), peserta seleksi Anggota Paskibraka sedang dilakukan uji
pengetahuan umum oleh salah seorang penguji dari unsur kepolisian dari Polres
Tanah Laut. Peserta diuji tentang pengetahuan seputar Kabupaten Tanah Laut dari
11 Kecamatan termasuk juga obyek wisata. Aiptu Afianoor, salah seorang penguji
kepada Tuntung Pandang FM mengatakan selain pengetahuan seputar Tanah Laut,
peserta juga diuji kemampuan perundang-undangan."Diuji juga pengetahuan
Undang Undang tentang Bela Negara," tuturnya. Salah satu peserta Paskibraka
Tanah Laut usai diuji pengetahuan umum mengatakan kepada Tuntung Pandang FM
tentang materi uji yang diterimanya. "Tadi saya diuji masalah pengetahuan
umum,seperti Pancasila dan kemudian mata uang dan undang undang bela
negara," kata M. mulyadi dari SMA 1 Jorong Klas 11.(AP)
DPPKBP3A Dapat Mobil
Khusus
Untuk
kelancaran tugas di bidang perempuan dan anak, Dinas pengendalian penduduk,
Keluarga berencana, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (DPPKBP3A)
mendapat bantuan mobil operasional khusus.
Kepala
DPPKBP3A Lutfiaty Uyun, Selasa (28/2) kemarin mengatakan, mobil tersebut memang
secara khusus di peruntukkan untuk menangani masalah kekerasan yang terdiri
pada Perempuan dan Anak dari Kementrian PPPA.
Ia
menmabhakan, dengan mobil operasional tersebut selanjutnya di gunakan untuk
melayani masyarakat dan sekaligus di gunakan untuk kegiatan penyulahan tentang
KB, di samping penanganan perempuan dan anak.
“dalam
sebulan sekali biasanya mobil di operasionalkan, atau biasanya pada saat
kegiatan kemanunggalan atau biasa di sebut Manunggal Tuntung Pandang, namun
tidak semata itu, dalam sepekan pun bisa digunakan,”jelas Uyun.
Kegunaan
mobil itu juga sekaligus untuk kegiatan konsuling, seperti ketika ada seorang
anak yang mengalami kekerasan, maka bisa dilakukan konsuling di dalam mobil.
Selain untuk konsuling anak, juga digunakan untuk psikoterapi bagi perempuan
yang mendapatkan tindakan kekerasan, dimana saat ini di DPPKBP3A ada sebanyak 4
orang tenaga psikologisnya. Pada mobil juga layaknya mobil ambulan yang di
lengkapi dengan tilam dan peralatan medis.
Lebih lanjut
Uyun menambahkan, sampai pada bulan Februari ini ada 4 kasus yang menyangkut
kepada kekerasan terhadap anak, ungkapnya.
Rabu, 1
Maret 2017
Retail Modern Menjamur
Bak Jamur di
musim penghujan yang tumbuh dimana-mana, sejumlah retail (pasar swalayan) di
kota pelaihari hingga sampai ke beberapa kecamatan mulai tumbuh, seiring dengan
perkembangan daerah. Efek yang menjadi ke Khawatirkan, keberadaan retail-retail
ini mematikan usaha warung rakyat yang sudah bertahun-tahun.
Benarkah
keberadaan retail ini mematikan warung-warung rakyat?
Menurut Yudrianoor selaku perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil
dan perdagangan, Selasa (28/2) kemarin mengatakan, sejak tahun 2015 lalu dengan
telah masuknya pasar global, tentunya hal itu sudah bisa diterima, dan
keberadaan retail itu jelas mengukuti, namun mereka tidak mematikan
warung-warung rakyat, karena sudah melalui berbagai survey, di samping itu
nilai pilihan kepada masyarakat unutk berbelanja.
“diretail-retail
tersebut telah ada kerjasama dengan masyarakata, dimana masyarakat bisa
memasuki produk-produk UKM nya, dengan membuka space untuk UKM, da nada retail
yang menyiapkan sajian makanan rakyat seperti bakso dan sate di halaman retail,
sehingga ada keseimbangannya,”jelasnya.
Untuk di
Kabupaten Tanah Laut sendiri, tidak ada batasan untuk hadirnya retail, akan
tetapi diberi jarak radius 500 meter dari warung masyarakat atau pasar
tradisional. Berdirinya retail sendiri juga atas adanya tim lintas sektor dari
pemkab Tanah Laut.
Retail-retail
tersebut jelas Yudrianoor sasaran konsumennya adalah orang yang mampir saat
melakukan perjalanan, makanya posisinya di pinggir jalan
yang di nilai strategis. Menyangkut jam tayang retail sendiri itu terserah
mereka boleh 24 jam tergantung kemampuan, karena karyawan retail ada sebanyak 6
oarang yang terdiri dari dua shif yakni shif pagi dan malam.
“mengijinkan
adanya retail sudah penuh pertimbangan, karena ada tim lintas sector yang
melakukan survey, di samping itu keberadaan retail juga telah di atur dalam
perda nomor 5 tahun 2016 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, dan toko
swalayan,”katanya
Semetara
itu, Khairin salah seorang pedagang yang memiliki took di jalan Pancasila
pelihari mengatakan, tidak masalah dengan adanya retail namanya juga persaingan
dagang, cuman untuk skop Kabupaten Tanah Laut retail-retail yang sudah ada ini
cukuplah tidak perlu ditambah lagi.
“jangan
sampai masyarakat kecil yang juga berdagang mengalami penurunan penjualan, dam
masalah harga cukup bersaing, akan tetapi hanya kalah tempat dan desain, tapi
inilah kondisinya masyarakat sudah cerdas untuk melakukan pilihan yang terbaik
dan mudah dalam hal berbelanja,”ungkapnya.
Saat ini
tercatat ada 27 unit retail se Kabupaten Tanah Laut, dan yang masih dalam proses ijinnya sebanyk 13 buah.
Rabu, 1
Maret 2017
INFO TALA Rabu 1 Maret 2017
Reviewed by Unknown
on
10:55 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
10:55 PM
Rating:


