Follow Us




INFO TALA Senin 6 Maret 2017




  • PROGRAM MENGENYAM PENDIDIKAN  DI RUTAN
  • Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Di Perdesaan (PSP3)
  • Desa ujung Baru Panen Pepaya
Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Di Perdesaan (PSP3)

Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Laut melakukan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi untuk memberikan bekal kepada Peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Di Perdesaan (PSP3), Rabu (01/03/2017). Pembekalan ini diberikan kepada mereka yang sudah lolos seleksi agar lebih siap dalam menjalankan pekerjaan di desa tempat mereka ditugaskan. Dalam Rapat ini dihadiri dari Perwakilan dinas Tenaga Kerja, BPMPD, Kantor Kecamatan dan Kepala Desa. Menurut Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kabupaten Tanah Laut Andang Dewanto, S.Pd mengatakan .Rapat koordinasi dan Sinkronisasi ini untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada PSP3 dan pihak Kepala Desa yang nantinya akan melaksanakan kegiatan di desa "Agar mereka memahami jika ada kegiatan bisa dianggarkan dengan menggunakan anggaran desa.
Dan hal ini baru kita lakukan pada tahun ini sebelumnya mereka itu langsung di tempatkan di Desa saja namun untuk tahun ini kita berikan dulu pembekalan yang mana nantinya PSP3 ini setelah di Desa mempunyai program program untuk masyarakat di Desa. Makanya kita undang dari pihak Dinas lainya yang mana jika ada informasi, informasi kerja ,sosialisasi dan lainya dari dinas terkait PSP3 ini bisa menyampaikan kepada masyarakat di Desa," paparnya. Sedangkan peserta PSP3 yang lolos seleksi dan akan bertugas di desa, menurut Andang Dewanto, S.Pd , sudah ditetapkan berjumlah 20 orang. "Akan ditugaskan di dua puluh desa di Kabupaten Tanah Laut diantaranya Desa Tambang Ulang, Desa Tanjung Dewa, Desa.Telaga Langsat, Desa Alur, Desa Riam Andungan, Desa Damar Lima, Desa Bumi Jaya, Desa Pandahan, Desa Bajuin, Desa Kali Besar, Desa Ranggang, Desa Sukaramah, Desa Sebuhur, Desa Salaman, Desa Batu Ampar, Desa Banua Raya, Desa Kait Kait Lama, Desa Pulau Sari, Desa Panjaratan, Desa Tirta Jaya dan Desa Panyipatan," jelasnya. (AP)

PROGRAM MENGENYAM PENDIDIKAN  DI RUTAN

Setiap orang pasti tidak mau punya hidup yang terkurung di dalam penjara dengan Jeruji besi seakan memutuskan harapan seseorang terhadap masa depan. Ia terisolasi.Keadaan menjadi semakin parah dengan adanya label negatif yang diberikan masyarakat kepada orang-orang yang ada di dalam penjara. Dari mereka pun sejatinya masih ada kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik selepas keluar dari rumah tahanan. Untuk itu di Rutan Kelas IIB Pelaihari melakukan berbagai pembinaan dan bekal bagi mereka antara lain dengan memberi kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Kesetaraan bekerja sama dengan SKB Kabupaten Tanah Laut. Pelaksana Harian Ka.Rutan Agus Sarwoko Kepada Tuntung Pandang FM , Kamis (02/03/2017), mengemukakan telah memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengenyam pendidikan,baik kejar paket A ,paket B , paket C dan KF yang bisa di adakan di Rutan Klas IIB Pelaihari. "Ini merupakan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi yg ada dalam dirinya. Dengan peningkatan kualitas, diharapkan warga binaan tidak akan mengulangi kesalahannya dan dapat meningkatkan taraf hidupnya setelah bebas dari Rutan Pelaihari ini," paparnya. Menurut Agus Sarwoko program ini merupakan salah satu cara untuk memfasilitasi warga binaan agar memperoleh pendidikan sehingga mereka tetap mendapatkan haknya sebagai warga negara. "Walaupun berada di balik jeruji. Tujuan pendidikan kesetaraan program kejar paket A,paket B,paket C dan juga KF adalah untukmeningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang setara dengan lulusan sekolah dasar dan juga lulusan SMP dan SMA. Dengan mengikuti program kejar paket ini warga binaan akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian nasional dan akan memperoleh surat tanda tamat belajar/ijazah yang setara dengan SMP dan SMA yang kelak diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka setelah bebas nanti," jelasnya.(AP)

Desa ujung Baru Panen Pepaya
\
Di awal bulan Maret 2017 ini, warga Desa Ujung Baru mulai ramai menjual buah papaya. Buah papaya jenis Hawai ini banyak di jumpai di sepanjang jalan A yani, tepatnya di Desa Ujung Baru di Kecamatan Bati-Bati.
Papaya-pepaya tersebut sangat jelas terlihat menghapar di lapak-lapak jualan warga, ada yang masih berwarna hijau, da nada pula yang berwarna kuning, bulat serta lonjong.
Menurut Eka Putra salah seorang pedagang buah papaya, Sabtu (4/3) kemarin mengatakan, buah-buhan papaya yang panen ini sudah berlangsung selama 2 pekan, dah harga per kilonya ada yang Rp 3.000 rupiah sampai Rp 4.000 rupiah.
“ada juga yang pesan dalam jumlah banyak, bahkan sampai ke Kalteng, dan Banjarmasin sendiri sebanyak 10 keranjang, dimana dalam 1 keranjang berisis 50 biji papaya,”jelasnya.
Papaya-pepaya yang di hasilkan dari Desa Ujung ini dalam 5 bulan sekali panen, dan biasanya selain papaya juga panen melimpah buah labu.
Rijan, salah seorang pembeli dari kota Banjarmasin saat dirinya melintas jalan A Yani Desa Ujung Baru sehabis dari kota Pelaihari, dan membeli papaya jenis Hawai mengatakan, memang papaya di sini rasanya cukup manis, serta kuningnya benar-benar cerah.
“ya kebetulan saja tiba-tiba saya ingin sekali memebeli papaya, karena sejak memasuki Desa Ujung Baru, hamper semua rumah di sini menjual buah papaya, merasa cukup penasaran maka mencoba untuk membeli sebanyak 3 biji untuk oleh-oleh keluarga di rumah,”terangnya.

Papaya-pepaya yang masih terlihat hijau, hanya dalam kurang waktu 4 sampai 5 hari biasanya sudah menguning.

Senin, 6 Maret 2017

INFO TALA Senin 6 Maret 2017 INFO TALA Senin 6 Maret 2017 Reviewed by Unknown on 12:35 AM Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.