-
PROGRAM MENGENYAM PENDIDIKAN DI RUTAN
- Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Di Perdesaan (PSP3)
- Desa ujung Baru Panen Pepaya
Rapat
Koordinasi dan Sinkronisasi Peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Di
Perdesaan (PSP3)
Dinas
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Laut melakukan Rapat Koordinasi dan
Sinkronisasi untuk memberikan bekal kepada Peserta Pemuda Sarjana Penggerak
Pembangunan Di Perdesaan (PSP3), Rabu (01/03/2017). Pembekalan ini diberikan
kepada mereka yang sudah lolos seleksi agar lebih siap dalam menjalankan
pekerjaan di desa tempat mereka ditugaskan. Dalam Rapat ini dihadiri dari
Perwakilan dinas Tenaga Kerja, BPMPD, Kantor Kecamatan dan Kepala Desa. Menurut
Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kabupaten Tanah Laut Andang Dewanto, S.Pd
mengatakan .Rapat koordinasi dan Sinkronisasi ini untuk memberikan arahan dan
pembekalan kepada PSP3 dan pihak Kepala Desa yang nantinya akan melaksanakan
kegiatan di desa "Agar mereka memahami jika ada kegiatan bisa dianggarkan
dengan menggunakan anggaran desa.
Dan
hal ini baru kita lakukan pada tahun ini sebelumnya mereka itu langsung di
tempatkan di Desa saja namun untuk tahun ini kita berikan dulu pembekalan yang
mana nantinya PSP3 ini setelah di Desa mempunyai program program untuk
masyarakat di Desa. Makanya kita undang dari pihak Dinas lainya yang mana jika
ada informasi, informasi kerja ,sosialisasi dan lainya dari dinas terkait PSP3
ini bisa menyampaikan kepada masyarakat di Desa," paparnya. Sedangkan
peserta PSP3 yang lolos seleksi dan akan bertugas di desa, menurut Andang
Dewanto, S.Pd , sudah ditetapkan berjumlah 20 orang. "Akan ditugaskan di
dua puluh desa di Kabupaten Tanah Laut diantaranya Desa Tambang Ulang, Desa
Tanjung Dewa, Desa.Telaga Langsat, Desa Alur, Desa Riam Andungan, Desa Damar
Lima, Desa Bumi Jaya, Desa Pandahan, Desa Bajuin, Desa Kali Besar, Desa
Ranggang, Desa Sukaramah, Desa Sebuhur, Desa Salaman, Desa Batu Ampar, Desa
Banua Raya, Desa Kait Kait Lama, Desa Pulau Sari, Desa Panjaratan, Desa Tirta
Jaya dan Desa Panyipatan," jelasnya.
(AP)
PROGRAM MENGENYAM PENDIDIKAN DI RUTAN
Setiap orang pasti tidak mau punya
hidup yang terkurung di dalam penjara dengan Jeruji besi seakan memutuskan
harapan seseorang terhadap masa depan. Ia terisolasi.Keadaan menjadi semakin
parah dengan adanya label negatif yang diberikan masyarakat kepada orang-orang
yang ada di dalam penjara. Dari mereka pun sejatinya masih ada kesempatan untuk
meraih kehidupan yang lebih baik selepas keluar dari rumah tahanan. Untuk itu
di Rutan Kelas IIB Pelaihari melakukan berbagai pembinaan dan bekal bagi mereka
antara lain dengan memberi kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Kesetaraan
bekerja sama dengan SKB Kabupaten Tanah Laut. Pelaksana Harian Ka.Rutan Agus
Sarwoko Kepada Tuntung Pandang FM , Kamis (02/03/2017), mengemukakan telah
memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengenyam pendidikan,baik kejar
paket A ,paket B , paket C dan KF yang bisa di adakan di Rutan Klas IIB
Pelaihari. "Ini merupakan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan
potensi yg ada dalam dirinya. Dengan peningkatan kualitas, diharapkan warga
binaan tidak akan mengulangi kesalahannya dan dapat meningkatkan taraf hidupnya
setelah bebas dari Rutan Pelaihari ini," paparnya. Menurut Agus Sarwoko
program ini merupakan salah satu cara untuk memfasilitasi warga binaan agar
memperoleh pendidikan sehingga mereka tetap mendapatkan haknya sebagai warga
negara. "Walaupun berada di balik jeruji. Tujuan pendidikan kesetaraan
program kejar paket A,paket B,paket C dan juga KF adalah untukmeningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga dapat memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang setara dengan lulusan sekolah dasar dan juga lulusan SMP dan
SMA. Dengan mengikuti program kejar paket ini warga binaan akan diberikan
kesempatan untuk mengikuti ujian nasional dan akan memperoleh surat tanda tamat
belajar/ijazah yang setara dengan SMP dan SMA yang kelak diharapkan dapat bermanfaat
bagi mereka setelah bebas nanti," jelasnya.(AP)
Desa ujung Baru Panen Pepaya
\
Di awal bulan Maret 2017 ini, warga Desa Ujung Baru
mulai ramai menjual buah papaya. Buah papaya jenis Hawai ini banyak di jumpai
di sepanjang jalan A yani, tepatnya di Desa Ujung Baru di Kecamatan Bati-Bati.
Papaya-pepaya tersebut sangat jelas terlihat
menghapar di lapak-lapak jualan warga, ada yang masih berwarna hijau, da nada
pula yang berwarna kuning, bulat serta lonjong.
Menurut Eka Putra salah seorang pedagang buah
papaya, Sabtu (4/3) kemarin mengatakan, buah-buhan papaya yang panen ini sudah
berlangsung selama 2 pekan, dah harga per kilonya ada yang Rp 3.000 rupiah
sampai Rp 4.000 rupiah.
“ada juga yang pesan dalam jumlah banyak, bahkan
sampai ke Kalteng, dan Banjarmasin sendiri sebanyak 10 keranjang, dimana dalam
1 keranjang berisis 50 biji papaya,”jelasnya.
Papaya-pepaya yang di hasilkan dari Desa Ujung ini
dalam 5 bulan sekali panen, dan biasanya selain papaya juga panen melimpah buah
labu.
Rijan, salah seorang pembeli dari kota Banjarmasin
saat dirinya melintas jalan A Yani Desa Ujung Baru sehabis dari kota Pelaihari,
dan membeli papaya jenis Hawai mengatakan, memang papaya di sini rasanya cukup
manis, serta kuningnya benar-benar cerah.
“ya kebetulan saja tiba-tiba saya ingin sekali
memebeli papaya, karena sejak memasuki Desa Ujung Baru, hamper semua rumah di
sini menjual buah papaya, merasa cukup penasaran maka mencoba untuk membeli
sebanyak 3 biji untuk oleh-oleh keluarga di rumah,”terangnya.
Papaya-pepaya yang masih terlihat hijau, hanya dalam
kurang waktu 4 sampai 5 hari biasanya sudah menguning.
Senin, 6 Maret 2017
INFO TALA Senin 6 Maret 2017
Reviewed by Unknown
on
12:35 AM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
12:35 AM
Rating:


