Operator Web: Putri Dan Janet
·
APBNP Patok 9000
Hektar Tuk Kedelai
·
Tambang Emas
Rambah Tahura
·
Yakin Mendali
Bakal Bertambah
·
Tanam Kedelai
Digelar
APBNP Patok 9000 Hektar Tuk Kedelai
Melalui Anggaran
Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2017, menargetkan untuk
kalsel, khususnya Kabupaten Tanah Laut melakukan tanam kedelai seluas 9.000
hektar, dan target ini turut mendukung program swasemada kedelai.
Sejalan itu,
secara serentak se indonesia di 20 provinsi, Jum’at (6/10) pekan tadi, tepatnya
di kawasan lahan di dekat res area gunung Kayangan dilakukan penanaman kedelai
dari dinas pertanian, holtikultura dan perkebunan Kalsel dan Kabupaten Tanah
Laut, perwakilan dari Kementrian Pertanian, serta unsur terlibat lainnya.
Kepala dinas
pertanian, holtikultura dan perkebunan Tala Mustahdi usai penanaman kedelai
mengatakan, khusus di Kalsel di pusatkan di Kabupaten Tanah Laut dan di
targetkan 27.000 hektar, di antaranya 9.000 hektar untuk Kabupaten Tanah Laut.
“Di sekitar
kawasan gunuung Kayangan sendiri pengembang kedelai ada seluas 8 hektar, dan
kecamatan-kecamatan lain telah di alokasikan, termasuk kelompok-kelompok lain
untuk kegiatan pengembangan kedelai untuk tahun 2017,” kata Mustahdi.
Di jelaskannya
pula, prediksi kedelai yang di hasilkan dalam 1 hektar sebanyak 1,5 ton kedelai
yang di hasilkan sebagai selain untuk bahan baku untuk membuat tahu dan tempe
juga di jadikan untuk benih pengembangan di tahun berikutnya, dan ketersediaan
lahan untuk kedelai sendiri tidak ada masalah di 10 kecamatan lainnya.
Di kesempatan
tanam perdana kedelai tersebut selanjutnya juga dilakukan teleconference dengan
Menteri Aamran Sulaiman yang di wakili Sekda Tala Syahrian dan Kadistabhorbun
Tala Mustahdi
Senin,
9 Okt 2017
Sumber
: Bazz
Tambang Emas Rambah Tahura
Kawasan Taman
Hutan Rakyat ( Tahura) Adam yang berada di Desa Riam Adungan Kecamatan Kintap
saat ini dalam kawasan hutan sudah mulai di lakukan penambangan emas oleh
sekelompok orang yang datang dari wilayah luar, seperti dari Tasyikmalaya Jawa
Barat, namun juga ada penambang dari lokal.
Kendati hanya
sifatnya tambang rakyat, namun aktifitas penambangan emas di dalam kawasan
hutan ini lambat laun jika di biarkan, di khawatirkan akan meluas dan merusak
hutan, karena memang teknik penambangan rakyat ini harus merubuhkan pohon-pohon
agar bisa melakukan penggalian tanah yang di nilai mereka mengandung kandungan
emas.
Beberapa waktu
lalu melakukan peninjauan ke Desa Riam Adungan yang berada di km 29.Perjalanan
sejauh kurang lebih 10 km menyusuri jalan masuk kehutan, dan membutuhkan selama
kurang 4 jam, karena akses roda empat jelas tidak akan mungkin bisa melewatinya.
Sepanjang
perjalanan, bahkan di temui sudah ada di tepi jalan kayu-kayu jenis ulin dalam
bentuk plat dengan ukuran variasi, ada yang berukuran 1,5 meter sampai 2 meter.
Tiba di lokasi
yang di tuju, sejumlah pekerja tambang emas saat melihat datang, sebagian lari,
karena di kira aparat melakukan razia. Namun setelah berkenalan dan saling
berdialog, mereka pun biasa saja bahkan menawarkan untuk menginap, mengingat
jalan untuk pulang cukup jauh.
Salah seorang
penambang sebut saja Boy, yang datang dari daerah kecamatan Bajuin menuturkan,
memang bekerja di tambang emas ini pun ikut orang, setelah sebelumnya pernah
melakukan pembangan di daerah Bajuin.
“Mengadu dan
hanya untuk kebutuhan hiduplah, makanya
jauh-jauh dari Bajuin hijrah ke dalam hutan Riam Adungan, hasilnya barang kali
harus ekstra kerja keras kalau mau dapat hasil yang lumayan,” terangnya.
Pola kerja
mereka dalam menambang emas yakni dengan cara meruntuhkan tanah yang datarannya
tinggi dengan menggunakan pola tembak air menggunakan mesin pompa. Sementara
ada pula cara penambangan dengan menggali tanah dengan kedalaman belasan meter,
plus di bantu sebuah komposer yang fungsinya memberikan udara kedalam lobang
untuk di salurkan dengan menggunakan plastik transparan layaknya pipa air yang
ukurannya seperti sebuah lingkaran gelas kaca. Di dalam lobang galian sendiri
yang bisa terdapat 2 atau 3 orang di dalamnya. Selain di bantu pasokan udara,
juga di lengkapi lampu neon di dalam lobang galian.
Selama hampr 2
bulan lamanya mereka melakukan pemabangan emas, dan merekapun mendirikan
tenda-tenda untuk tempat tidur.
Bongkahan batu
bercampur tanah itupun mereka kumpulkan dalam karung untuk selanjutnya di pecah
di sebuah tempat yang mereka sebut Tromol.
Menyikapi
pertambangan emas tanpa ijin di dalam kawasan Tahuran Sultan Adam ini, kepala
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH)
Ir.Riyadi, Jum’at (6/10) pekan tadi di konfirmasi mengatakn, terhadap tambang
emas di Riam Adungan kita respon, dan memang dalam waktu dekat ada tim dari
bank dunia akan melakukan pengujian atau survei di sejumlah titik.
“Pengujian di
lakukan terhadap adanya penggunaan bahan-bahan atau zat seperti mercuri boleh
penambang emas, apakah tinggi penggunaannya atau rendah,” jelas Riyadi.
Ia menambahkan,
para penambang emas ini memang sifatnya berpindah-pindah lokasi, jika di satu
tempat mereka nilai tidak ada lagi kandungan emasnya maka pindah. Dengan
kondisi demikian yang menjadi ke khawatiran adalah kerusakan lingkungan yang di
akibatkan dari penambangan emas.
Senin,
9 Okt 2017
Sumber
: Bazz
Yakin Mendali Bakal Bertambah
PELAIHARI – Ketadatangan atlet Kabupaten Tanah
Laut (Tala) gelombang ke II menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X di
Tabalong, akan mampu menambah perolehan mendali terlebih untuk mendali emas.
Hal ini
disampaikan Ketua KONI Tala Edy Porwanto saat melepas kontingen atlet gelombang
ke II di halaman Pertasi Kencana, Sabtu (7/10). “Semoga kedatangan kalian di
Tanjung akan menambah perolehan mendali,” katanya.
Edy menjelaskan,
para atlet Tala memiliki kekuatan besar untuk siap berajang di Porprov.
Terlebih, lagi pemerintah daerah akan memberikan bonus kepada atlet yang mampu
mendapatkan mendali emas senilai Rp 30 juta. “Ini bonus luar biasa,” tegasnya.
Sementara itu,
Sekda Tala Syahrian Nurdin sangat bangga kepada atlet daerah, karena mereka
bukan pemain sewaan yang didatangkan dari luar daerah seperti pulau Jawa. “Saya
sudah datangi ke cabang olahraga langsung, tidak ada atlet sewaan,” ungkapnya.
Menurutnya,
sebuah prestasi tidak hanya membanggakan bagi atlet dan keluarganya, tetapi
membanggakan nama daerah sekaligus menggelorakan semangat olahraga di Tala.
Pada acara
pelepasan tersebut turut dilakukan penyerahan bendera kontingen dari Sekda Tala
H Syahrian Nurdin didampingi Ketua KONI Tala Edy Porwanto dan Forkopimda kepada
ketua kontingen Porprov Tala Rudi Imtiansyah.
Sumber
: Radar Banjarmasin
Tanam Kedelai Digelar
PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut termasuk sasaran
nasional untuk tanam kedelai di Provinsi Kalsel. Hal ini disampaikan Kepala
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Ahmad Mustadi
saat, kegiatan tanam perdana kedelai oleh Kelompok Tani Sidodadi di kawasan
Gunung Kayangan, Pelaihari, Jum’at (6/10).
Adapun untuk
Kabupaten Tala ditargetkan seluas 9 ribu hektare, yang tersebar di 63 desa.
Sedangkan pencanangan untuk Provinsi Kalsel seluas 27 hektare. Kegiatan
dilaksanakan pada 20 provinsi di Indonesia. “Saya yakin tanam kedelai di Tala
sukses,” ucapnya.
Gayung bersambut
disampaikan Sekda Tala Syahrian Nurdin saat menghadiri pencanangan tanam
kedelai ini. Ia menyatakan bahwa pengembangan kedelai diharapkan mampu
berkontribusi untuk memenuhi produksi nasional.
Terlebih, pola
pengembangan tanaman kedelai melalui pola tumpang sari, mengingat di Kabupaten
Tala telah sejak lama berkembang tanaman jagung dan sudah biasa di budidayakan
oleh petani. Sehingga introduksi kedelai tidak menghilangkan atau mengurangi
tanaman jagung.
“Walaupun di
beberapa lokasi pengembangan baru dilaksanakan pola tanam monokultur kedelai,”
ucapnya.
Acara ini turut
dihadiri Staf Ahli Kementrian Pertanian Bidang Agro Industri Dr Gardjita Budi,
Kapala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalsel Ir Faturrahman,
Forkopimda Tala, Kapala Bappeda Tala Ir H Ahmad Nizar, para mahasiswa Fakultas
Pertanian ULM, mahasiswa STPP Magelang Jawa Tengah dan para petani.
Dalam kesempatan
ini juga turut dilakukan penyerahan benih kedelai secara simbolis oleh Staf
Ahli Kementrian Pertanian Bidang Agro Industri Dr Gardjita Budi kepada Kelompok
Tani Sidodadi Desa Sungai Jelai, Kecamatan Tambang Ulang, Kelompok Tani Maju
Bersama Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, dan Kelompok Tani Sumber Makmur
Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin.
Sumber
: Radar Banjarmasin
Info Tala Senin, 09 Oktober 2017
Reviewed by Unknown
on
6:51 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:51 PM
Rating:



No comments: