Follow Us




Info Tala Senin, 09 Oktober 2017


Operator Web: Putri Dan Janet

·         APBNP Patok 9000 Hektar Tuk Kedelai
·         Tambang Emas Rambah Tahura
·         Yakin Mendali Bakal Bertambah
·         Tanam Kedelai Digelar


APBNP Patok 9000 Hektar Tuk Kedelai

Melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2017, menargetkan untuk kalsel, khususnya Kabupaten Tanah Laut melakukan tanam kedelai seluas 9.000 hektar, dan target ini turut mendukung program swasemada kedelai.
Sejalan itu, secara serentak se indonesia di 20 provinsi, Jum’at (6/10) pekan tadi, tepatnya di kawasan lahan di dekat res area gunung Kayangan dilakukan penanaman kedelai dari dinas pertanian, holtikultura dan perkebunan Kalsel dan Kabupaten Tanah Laut, perwakilan dari Kementrian Pertanian, serta unsur terlibat lainnya.
Kepala dinas pertanian, holtikultura dan perkebunan Tala Mustahdi usai penanaman kedelai mengatakan, khusus di Kalsel di pusatkan di Kabupaten Tanah Laut dan di targetkan 27.000 hektar, di antaranya 9.000 hektar untuk Kabupaten Tanah Laut.
“Di sekitar kawasan gunuung Kayangan sendiri pengembang kedelai ada seluas 8 hektar, dan kecamatan-kecamatan lain telah di alokasikan, termasuk kelompok-kelompok lain untuk kegiatan pengembangan kedelai untuk tahun 2017,” kata Mustahdi.
Di jelaskannya pula, prediksi kedelai yang di hasilkan dalam 1 hektar sebanyak 1,5 ton kedelai yang di hasilkan sebagai selain untuk bahan baku untuk membuat tahu dan tempe juga di jadikan untuk benih pengembangan di tahun berikutnya, dan ketersediaan lahan untuk kedelai sendiri tidak ada masalah di 10 kecamatan lainnya.
Di kesempatan tanam perdana kedelai tersebut selanjutnya juga dilakukan teleconference dengan Menteri Aamran Sulaiman yang di wakili Sekda Tala Syahrian dan Kadistabhorbun Tala Mustahdi

Senin, 9 Okt 2017
Sumber : Bazz


Tambang Emas Rambah Tahura

Kawasan Taman Hutan Rakyat ( Tahura) Adam yang berada di Desa Riam Adungan Kecamatan Kintap saat ini dalam kawasan hutan sudah mulai di lakukan penambangan emas oleh sekelompok orang yang datang dari wilayah luar, seperti dari Tasyikmalaya Jawa Barat, namun juga ada penambang dari lokal.
Kendati hanya sifatnya tambang rakyat, namun aktifitas penambangan emas di dalam kawasan hutan ini lambat laun jika di biarkan, di khawatirkan akan meluas dan merusak hutan, karena memang teknik penambangan rakyat ini harus merubuhkan pohon-pohon agar bisa melakukan penggalian tanah yang di nilai mereka mengandung kandungan emas.
Beberapa waktu lalu melakukan peninjauan ke Desa Riam Adungan yang berada di km 29.Perjalanan sejauh kurang lebih 10 km menyusuri jalan masuk kehutan, dan membutuhkan selama kurang 4 jam, karena akses roda empat jelas tidak akan mungkin bisa melewatinya.
Sepanjang perjalanan, bahkan di temui sudah ada di tepi jalan kayu-kayu jenis ulin dalam bentuk plat dengan ukuran variasi, ada yang berukuran 1,5 meter sampai 2 meter.
Tiba di lokasi yang di tuju, sejumlah pekerja tambang emas saat melihat datang, sebagian lari, karena di kira aparat melakukan razia. Namun setelah berkenalan dan saling berdialog, mereka pun biasa saja bahkan menawarkan untuk menginap, mengingat jalan untuk pulang cukup jauh.
Salah seorang penambang sebut saja Boy, yang datang dari daerah kecamatan Bajuin menuturkan, memang bekerja di tambang emas ini pun ikut orang, setelah sebelumnya pernah melakukan pembangan di daerah Bajuin.
“Mengadu dan hanya untuk kebutuhan  hiduplah, makanya jauh-jauh dari Bajuin hijrah ke dalam hutan Riam Adungan, hasilnya barang kali harus ekstra kerja keras kalau mau dapat hasil yang lumayan,” terangnya.
Pola kerja mereka dalam menambang emas yakni dengan cara meruntuhkan tanah yang datarannya tinggi dengan menggunakan pola tembak air menggunakan mesin pompa. Sementara ada pula cara penambangan dengan menggali tanah dengan kedalaman belasan meter, plus di bantu sebuah komposer yang fungsinya memberikan udara kedalam lobang untuk di salurkan dengan menggunakan plastik transparan layaknya pipa air yang ukurannya seperti sebuah lingkaran gelas kaca. Di dalam lobang galian sendiri yang bisa terdapat 2 atau 3 orang di dalamnya. Selain di bantu pasokan udara, juga di lengkapi lampu neon di dalam lobang galian.
Selama hampr 2 bulan lamanya mereka melakukan pemabangan emas, dan merekapun mendirikan tenda-tenda untuk tempat tidur.
Bongkahan batu bercampur tanah itupun mereka kumpulkan dalam karung untuk selanjutnya di pecah di sebuah tempat yang mereka sebut Tromol.
Menyikapi pertambangan emas tanpa ijin di dalam kawasan Tahuran Sultan Adam ini, kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ir.Riyadi, Jum’at (6/10) pekan tadi di konfirmasi mengatakn, terhadap tambang emas di Riam Adungan kita respon, dan memang dalam waktu dekat ada tim dari bank dunia akan melakukan pengujian atau survei di sejumlah titik.
“Pengujian di lakukan terhadap adanya penggunaan bahan-bahan atau zat seperti mercuri boleh penambang emas, apakah tinggi penggunaannya atau rendah,” jelas Riyadi.
Ia menambahkan, para penambang emas ini memang sifatnya berpindah-pindah lokasi, jika di satu tempat mereka nilai tidak ada lagi kandungan emasnya maka pindah. Dengan kondisi demikian yang menjadi ke khawatiran adalah kerusakan lingkungan yang di akibatkan dari penambangan emas.

Senin, 9 Okt 2017
Sumber : Bazz


Yakin Mendali Bakal Bertambah

PELAIHARI – Ketadatangan atlet Kabupaten Tanah Laut (Tala) gelombang ke II menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X di Tabalong, akan mampu menambah perolehan mendali terlebih untuk mendali emas.
Hal ini disampaikan Ketua KONI Tala Edy Porwanto saat melepas kontingen atlet gelombang ke II di halaman Pertasi Kencana, Sabtu (7/10). “Semoga kedatangan kalian di Tanjung akan menambah perolehan mendali,” katanya.
Edy menjelaskan, para atlet Tala memiliki kekuatan besar untuk siap berajang di Porprov. Terlebih, lagi pemerintah daerah akan memberikan bonus kepada atlet yang mampu mendapatkan mendali emas senilai Rp 30 juta. “Ini bonus luar biasa,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Tala Syahrian Nurdin sangat bangga kepada atlet daerah, karena mereka bukan pemain sewaan yang didatangkan dari luar daerah seperti pulau Jawa. “Saya sudah datangi ke cabang olahraga langsung, tidak ada atlet sewaan,” ungkapnya.
Menurutnya, sebuah prestasi tidak hanya membanggakan bagi atlet dan keluarganya, tetapi membanggakan nama daerah sekaligus menggelorakan semangat olahraga di Tala.
Pada acara pelepasan tersebut turut dilakukan penyerahan bendera kontingen dari Sekda Tala H Syahrian Nurdin didampingi Ketua KONI Tala Edy Porwanto dan Forkopimda kepada ketua kontingen Porprov Tala Rudi Imtiansyah.

Sumber : Radar Banjarmasin


Tanam Kedelai Digelar

PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut termasuk sasaran nasional untuk tanam kedelai di Provinsi Kalsel. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Ahmad Mustadi saat, kegiatan tanam perdana kedelai oleh Kelompok Tani Sidodadi di kawasan Gunung Kayangan, Pelaihari, Jum’at (6/10).
Adapun untuk Kabupaten Tala ditargetkan seluas 9 ribu hektare, yang tersebar di 63 desa. Sedangkan pencanangan untuk Provinsi Kalsel seluas 27 hektare. Kegiatan dilaksanakan pada 20 provinsi di Indonesia. “Saya yakin tanam kedelai di Tala sukses,” ucapnya.
Gayung bersambut disampaikan Sekda Tala Syahrian Nurdin saat menghadiri pencanangan tanam kedelai ini. Ia menyatakan bahwa pengembangan kedelai diharapkan mampu berkontribusi untuk memenuhi produksi nasional.
Terlebih, pola pengembangan tanaman kedelai melalui pola tumpang sari, mengingat di Kabupaten Tala telah sejak lama berkembang tanaman jagung dan sudah biasa di budidayakan oleh petani. Sehingga introduksi kedelai tidak menghilangkan atau mengurangi tanaman jagung.
“Walaupun di beberapa lokasi pengembangan baru dilaksanakan pola tanam monokultur kedelai,” ucapnya.
Acara ini turut dihadiri Staf Ahli Kementrian Pertanian Bidang Agro Industri Dr Gardjita Budi, Kapala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalsel Ir Faturrahman, Forkopimda Tala, Kapala Bappeda Tala Ir H Ahmad Nizar, para mahasiswa Fakultas Pertanian ULM, mahasiswa STPP Magelang Jawa Tengah dan para petani.
Dalam kesempatan ini juga turut dilakukan penyerahan benih kedelai secara simbolis oleh Staf Ahli Kementrian Pertanian Bidang Agro Industri Dr Gardjita Budi kepada Kelompok Tani Sidodadi Desa Sungai Jelai, Kecamatan Tambang Ulang, Kelompok Tani Maju Bersama Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, dan Kelompok Tani Sumber Makmur Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin.


Sumber : Radar Banjarmasin
Info Tala Senin, 09 Oktober 2017 Info Tala Senin, 09 Oktober 2017 Reviewed by Unknown on 6:51 PM Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.