Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto
Dalam kejadian ini ada 8 kepala keluarga dengan 28 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan kebakaran ini terjadi pada hari Rabu (22/8) sekitar pukul 17.00 wita. Siswansyah mengucapkan turut prihatin atas kejadian yang menimpa warganya ini, dan meminta kepada para korban untuk bersabar atas musibah yang dialami. “Jadikan musibah ini sebagai bentuk ujian dari Allah,” jelasnya.
Dan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, agar Pemkab Tala dapat memberikan solusi pasca kebakaran yang terjadi di Desa Pasir Putih ini. Sementara itu, Baznas Tala juga memberikan bantuan kepada para korban melalui program Tala Peduli untuk korban kebakaran.
Kampung Iklim tersebut bertujuan untuk menciptkan kawasan seperti pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim, penanganan atau antisipasi kenaikan permukaan laut, badai rob, intrusi air laut, abrasi laut, ablasi atau erosi akibat angin, gelombang tinggi, pengelolaan sampah,limbah padat dan cair, pengolahan dan pemanfaatan air limbah, penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi, budidaya pertanian, peningkatan tutupan vegetasi, dan pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Nor Hidayat pula. menyikapi itu pihaknya mengapresiasi untuk melakukan program tersebut, karena ini berkaitan pencanangan kampung siaga bencana yang dilakukan oleh BPBD Pemkab Tala, sehingga koordinasi akan dilakukan oleh pihaknya untuk mengikuti kampung iklim. Dengan mengikuti kampung iklim, maka yang di anggap terbaik akan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan pihaknya akan berupaya untuk mendapatkan penghargaan itu bagi Bumi Tuntung Pandang.
Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tala Antonius Jaka,Selasa (28/8) kemarin mengatakan, kabut asap yang terjadi di Kecamatan Bati-Bati masih belum memberikan atau menunjukkan dampak kesehatan warga setempat, di samping sekarang ini kabut asap sudah semakin berkurang,hal itu lantaran turunnya hujan cukup deras pada hari Minggu (26/8) lalu walau tidak lama,namun sudah mengurangi volume asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Ia menambahkan, tetap meminta kepada masyarakat untuk mencegah secara langsung kabut asap masuk ke dalam tubuh,yakni dengan memasang masker sebagai penutup hidung dan mulut saat berkendaraan atau di mana saja. Untuk penyakit ISPA yang di sebabkan oleh perubahan cuaca sekarang ini banyak terjadi, karena gejala ISPA bukan di sebabkan kabut asap ini seperti flu dan batuk yang banyak terjadi sekarang ini.
Sejalan dengan itu, relawan yang tergabung dalam Respon Cepat (RC) 113 Tala bersama RC 113 Banjarbaru, Lapan Rescue,Pengayuan Rescue Liang Anggang, Landu Rescue serta Pos Aju Polres Tala membagikan 600 masker kepada pengendara roda dua di Jalan A.Yani Desa Pandahan atau mendekati pintu gerbang perbatasan Kabupaten Banjar dan Tala.
Di temui,Senin (27/8) kemarin bersama relawan Respon Cepat (RC) 113 Tala ke Desa Kandangan Lama warga memperlihatkan kondisi ikan Gabus dari hasil memancing di sungai Padela di Desa Sabuhur Kecamatan Jorong yang merupakan tetangga dari Kecamatan Panyipatan dan hasil memancing di Rawa Sanipah,ikan-ikan Gabus tersebut di belah-belah secara perlahan menggunakan pisau dan hasilnya memperlihatkan adanya cacing yang masih hidup di dalam daging ikan Gabus sepanjang kurang lebih 1 cm dan sebesar benang jahit pakaian.
Temuan cacing yang belum di ketahui apa namanya,rupanya juga di temukan di dalam daging ikan Gabus yang sudah di keringkan warga. Terlihat jelas cacing-cacing tersebut menyebar saat di terawang dengan warna bintik-bintik merah yang dapat di lihat dengan mata telanjang.
Bustani, tokoh masyarakat Desa Kandangan Lama yang juga mantan kepala desa menuturkan, akibat adanya cacing tersebut warga menjadi resah, dan hal tersebut sudah berlangsung selama sepekan ini.
Atas temuan cacing di dalam daging ikan Gabus tersebut,Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala melalui Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Teknologi Perikanan Ir.M.Daud,Selasa (28/8) kemarin di konfirmasi mengatakan, biasanya dalam musim sekarang memasuki musim kemarau kondisi lingkungan sangat tidak mendukung bagi kehidupan ikan, biasanya cenderung dengan kondisi yang jelek,maka ikan gampang terserang berbagai macam penyakit salah satunya serangan cacing dan ikan tidak bisa bertahan secara normal. Ia menjelaskan,mengenai temuan cacing di ikan Gabus,pihak kami akan koordinasi dengan penyuluh,untuk selanjutnya sampel ikan Gabus yang ada cacingya di bawa ke Balai Perikanan Budidaya Tawar …
Lomba di ikuti oleh desa dan Kelurahan se Kecamatan Pelaihari, sedangkan pemenang lomba nantinya akan mewakili Kecamatan Pelaihari pada lomba Yel-yel PHBS dan Kudpan di tingkat kabupaten pada tanggal 30 Agustus 2018 yang akan datang.
- · PANGKAS POHON UNTUK JARINGAN BARU
- · KORBAN KEBAKARAN DIKUNJUNGI PEJABAT BUPATI
- · MANGGALA AGNI PUNYA PROGRAM KAMPUNG IKLIM
- · KABUT ASAP DI TALA MASIH AMAN
- · HEBOH CACING DITEMUKAN DIDAGING IKAN GABUS
- · YEL-YEL PHBS GERMAN DAN KUDAPAN DI LOMBAKAN
PANGKAS POHON
UNTUK JARINGAN BARU
INFO
TALA - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup
(DPRKLH) Tala bersama pihak PT. PLN (Persero)
Rayon Pelaihari melakukan pemangkasan dahan-dahan pohon yang berada di
Jalan A.Yani Angsau. Penebasan di bantu denga menggunakan alat berupa Sky Lift.
Kabid Tata Kota Arif, Selasa (28/8) kemarin mengatakan, pemangkasan dahan pohon
sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan ke andalan atau
kontinuitas supplay pasokan di sisi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) kepada
pelanggan PLN.
PLN sendiri membangun ke andalan tersebut membangun jaringan baru mulai dari Gardu Induk Pelaihari,Ambungan,Panggung,Pabahanan, Angsau Jalan Kemakmuran,Parit,sampai dengan Sarang Halang. Sejalan dengan itu,terhadap pohon-pohon yang produktif maupun yang non produktif yang berada di bawah dan sekitar jaringan listrik baru PLN. Proses penebasan dahan pohon pu dilakukan dengan hati-hati. Petugas pun harus cepat menyingkirkan dahan-dahan pohon yang jatuh ke jalan raya agar pengendara dapat lewat seperti mana biasa.
PLN sendiri membangun ke andalan tersebut membangun jaringan baru mulai dari Gardu Induk Pelaihari,Ambungan,Panggung,Pabahanan, Angsau Jalan Kemakmuran,Parit,sampai dengan Sarang Halang. Sejalan dengan itu,terhadap pohon-pohon yang produktif maupun yang non produktif yang berada di bawah dan sekitar jaringan listrik baru PLN. Proses penebasan dahan pohon pu dilakukan dengan hati-hati. Petugas pun harus cepat menyingkirkan dahan-dahan pohon yang jatuh ke jalan raya agar pengendara dapat lewat seperti mana biasa.
KORBAN KEBAKARAN DI
KUNJUNGI BUPATI
INFO TALA - Warga Desa
Pasir Putih si Kecamatan Kintap mendapat kunjungan tamu istimewa yakni Penjabat
Bupati Tala Siswanyah, Selasa (28/8)kemarin. Dalam kedatangannya, Siswansyah
menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran. Pejabat bupati Tala tidak
sendiri, ia turut di dampingi Asisten II Pemkab Tanah Laut Nor Hidayat serta
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanah Laut.
Siswansyah dan Nor Hidayat saat mengunjungi lokasi kebakaran ini,
mendapat penjelasan dari Camat Sutarno terkait kebakaran yang terjadi dan juga
upaya yang dilakukan pihak Kecamatan untuk koordinasi dengan instansi terkait
seperti BPBD dan Dinas Sosial.
Dalam kejadian ini ada 8 kepala keluarga dengan 28 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan kebakaran ini terjadi pada hari Rabu (22/8) sekitar pukul 17.00 wita. Siswansyah mengucapkan turut prihatin atas kejadian yang menimpa warganya ini, dan meminta kepada para korban untuk bersabar atas musibah yang dialami. “Jadikan musibah ini sebagai bentuk ujian dari Allah,” jelasnya.
Dan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, agar Pemkab Tala dapat memberikan solusi pasca kebakaran yang terjadi di Desa Pasir Putih ini. Sementara itu, Baznas Tala juga memberikan bantuan kepada para korban melalui program Tala Peduli untuk korban kebakaran.
MANGGALA
AGNI
PUNYA PROGRAM KAMPUNG IKLIM
INFO
TALA - Sekarang ini, keberadaan Manggala Agni tidak hanya melakukan
pemadaman api yang terjadi di hutan dan lahan, namun juga memiliki program kampung
iklim. Asisten II Pemkab Tanah Laut Nor Hidayat menyambut baik, program yang
akan dilakukan oleh pihak Manggala Agni terkait kampung iklim tersebut, setelah
menghadiri pertemuan di kantor Manggala Agni di Jalan A.Yani Gunung Kayangan
Kota Pelaihari, Sabtu (25/8) pekan tadi.
Kampung Iklim tersebut bertujuan untuk menciptkan kawasan seperti pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim, penanganan atau antisipasi kenaikan permukaan laut, badai rob, intrusi air laut, abrasi laut, ablasi atau erosi akibat angin, gelombang tinggi, pengelolaan sampah,limbah padat dan cair, pengolahan dan pemanfaatan air limbah, penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi, budidaya pertanian, peningkatan tutupan vegetasi, dan pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Nor Hidayat pula. menyikapi itu pihaknya mengapresiasi untuk melakukan program tersebut, karena ini berkaitan pencanangan kampung siaga bencana yang dilakukan oleh BPBD Pemkab Tala, sehingga koordinasi akan dilakukan oleh pihaknya untuk mengikuti kampung iklim. Dengan mengikuti kampung iklim, maka yang di anggap terbaik akan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan pihaknya akan berupaya untuk mendapatkan penghargaan itu bagi Bumi Tuntung Pandang.
KABUT ASAP DI TALA MASIH AMAN
INFO
TALA - Pasca kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten
Tanah Laut,utamanya di Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Tambang Ulang
menyisakan kabut asap pada pagi hari. Akan tetapi kondisi kabut asap tersebut
masih dalam batas aman, karena oleh Dinas Kesehatan Tala belum ada menemukan
atau laporan adanya adanya penyakit yang di sebabkan oleh kabut tersebut
seperti (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tala Antonius Jaka,Selasa (28/8) kemarin mengatakan, kabut asap yang terjadi di Kecamatan Bati-Bati masih belum memberikan atau menunjukkan dampak kesehatan warga setempat, di samping sekarang ini kabut asap sudah semakin berkurang,hal itu lantaran turunnya hujan cukup deras pada hari Minggu (26/8) lalu walau tidak lama,namun sudah mengurangi volume asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Ia menambahkan, tetap meminta kepada masyarakat untuk mencegah secara langsung kabut asap masuk ke dalam tubuh,yakni dengan memasang masker sebagai penutup hidung dan mulut saat berkendaraan atau di mana saja. Untuk penyakit ISPA yang di sebabkan oleh perubahan cuaca sekarang ini banyak terjadi, karena gejala ISPA bukan di sebabkan kabut asap ini seperti flu dan batuk yang banyak terjadi sekarang ini.
Sejalan dengan itu, relawan yang tergabung dalam Respon Cepat (RC) 113 Tala bersama RC 113 Banjarbaru, Lapan Rescue,Pengayuan Rescue Liang Anggang, Landu Rescue serta Pos Aju Polres Tala membagikan 600 masker kepada pengendara roda dua di Jalan A.Yani Desa Pandahan atau mendekati pintu gerbang perbatasan Kabupaten Banjar dan Tala.
HEBOH CACING
DITEMUKAN DI DAGING IKAN GABUS
INFO TALA - Warga Desa
Kandangan Lama Rt 6 Rw 3 Kecamatan Panyipatan di hebohkan dengan adanya cacing
sebesar benang di dalam daging ikan Haruan (Gabus). Masyarakat setempat yang
memang menjadikan ikan Gabus sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keuangan
keluarga dengan cara memancing maupun dengan cara di pasang jaring ikan Gabus
tersebut atau di sebut Mendanau pada akhirnya resah,pasalnya hasil tangkapan
ikan Gabus yang di jual warga kepada pedagang ikan dari Banjarmasin,Gambut dan
Pelaihari sendiri acap kali mengambil ikan Gabus untuk di jual kembali
mengambil ikannya dari Desa Kandangan Lama ternyata ada cacing yang bersembunyi
di dalam daging ikan Gabus. Ikan-ikan Gabus tersebut di jual seharga Rp 35.000
per 1 kg nya.
Di temui,Senin (27/8) kemarin bersama relawan Respon Cepat (RC) 113 Tala ke Desa Kandangan Lama warga memperlihatkan kondisi ikan Gabus dari hasil memancing di sungai Padela di Desa Sabuhur Kecamatan Jorong yang merupakan tetangga dari Kecamatan Panyipatan dan hasil memancing di Rawa Sanipah,ikan-ikan Gabus tersebut di belah-belah secara perlahan menggunakan pisau dan hasilnya memperlihatkan adanya cacing yang masih hidup di dalam daging ikan Gabus sepanjang kurang lebih 1 cm dan sebesar benang jahit pakaian.
Temuan cacing yang belum di ketahui apa namanya,rupanya juga di temukan di dalam daging ikan Gabus yang sudah di keringkan warga. Terlihat jelas cacing-cacing tersebut menyebar saat di terawang dengan warna bintik-bintik merah yang dapat di lihat dengan mata telanjang.
Bustani, tokoh masyarakat Desa Kandangan Lama yang juga mantan kepala desa menuturkan, akibat adanya cacing tersebut warga menjadi resah, dan hal tersebut sudah berlangsung selama sepekan ini.
Ia menambahkan ada juga warga
lain dari Desa Batu Tungku dan Desa Panyipatan saat hasil pancingan mereka juga
mengalami hal yang sama. Lantaran adanya cacing dalam daging ikan Gabus,
jangankan di jual di berikan saja tidak ada yang mau karena takut akan terjadi
apa-apa di kemudian hari pada tubuh setelah mengkonsumsi daging Gabus yang ada
cacingnya. Pengalaman Bustani lagi, cucunya
pernah menggoreng ikan Gabus namun hasilnya terlihat cacing dalam daging dan
berwarna merah dan cacing pun tidak mati saat cucunya mengoyak lapisan daging
yang tebal. Al hasil daging ikan Gabus yang siap di santap pun akhirnya di
buang.
Atas temuan cacing di dalam daging ikan Gabus tersebut,Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala melalui Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Teknologi Perikanan Ir.M.Daud,Selasa (28/8) kemarin di konfirmasi mengatakan, biasanya dalam musim sekarang memasuki musim kemarau kondisi lingkungan sangat tidak mendukung bagi kehidupan ikan, biasanya cenderung dengan kondisi yang jelek,maka ikan gampang terserang berbagai macam penyakit salah satunya serangan cacing dan ikan tidak bisa bertahan secara normal. Ia menjelaskan,mengenai temuan cacing di ikan Gabus,pihak kami akan koordinasi dengan penyuluh,untuk selanjutnya sampel ikan Gabus yang ada cacingya di bawa ke Balai Perikanan Budidaya Tawar …
YEL-YEL PHBS GERMAS DAN KUDAPAN DILOMBAKAN
INFO
TALA - Masih dalam rangka Hut RI Ke 73, Tim Penggerak PKK Kecamatan
Pelahari menyelenggarakan lomba Yel-yel Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) atau
disebut juga Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat, juga lomba Kudpan di
alua kantor Kecamatan Pelaihari, Selasa (29/8) kemarin. Ketua TP PKK Kecamatan Pelahari, Ummi Kalsum menjelaskan bahwa lomba Yel-yel
PHBS bertujuan untuk memperkenalkan istilah PHBS/Germas kepada masyarakat,
khususnya kaum ibu-ibu PKK,dimana pada istilah itu memiliki setidaknya 10
indikator yang harus terpenuhi,sedangkan pada lomba Kudapan di tekankan agar
peserta menggunakan bahan dasar dari
produk lokal seperti beras dan ubi-ubian.
Lomba di ikuti oleh desa dan Kelurahan se Kecamatan Pelaihari, sedangkan pemenang lomba nantinya akan mewakili Kecamatan Pelaihari pada lomba Yel-yel PHBS dan Kudpan di tingkat kabupaten pada tanggal 30 Agustus 2018 yang akan datang.
INFO TALA RABU 29 AGUSTUS 2018
Reviewed by Unknown
on
6:32 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:32 PM
Rating:



No comments: