Follow Us




INFO TALA SELASA,28 AGUSTUS 2018


                                       Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto


·     


  • ·         SECARA MENDADAK SELURUH PERSONIL JALANI TES URINE
  • ·         WARGA KOMPLEK MULAI PESAN AIR
  • ·         SARANA WTP TUA SAATNYA DIGANTI


SECARA MENDADAK SELURUH PERSONIL JALANI TES URINE

       INFO TALA - Selepas apel pagi, Senin (27/8) kemarin di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) seluruh internal anggota Polres Tanah Laut mengikuti res urine. Dalam pelaksanaan tes urine di awasi langsung Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan serta Wakapolres Tala Kompol Ade Nuramdani.Satu persatu anggota Polres memasuki toilet di ruang SPKT karena harus di periksa urinenya,dan pelaksanaan tes urine di lakukan oleh Badan Urusan Kesehatan (Baurkes) dan Propam Polres Tala.

        Sebelum pelaksanaan tes urine terlebih dahulu dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan anggota mengenai surat-surat kendaraan, baik STNK, SIM, KTA dan KTP, serta sikap tampang perorangan.Maksud dan tujuannya yakni untuk meningkatkan kedisiplinan anggota dan menghindari keterlibatan anggota Polri di wilayah hukum Polres Tanah Laut yang terlibat dalam penggunaan narkoba, dan kegiatan ini sudah dilakukan secara rutin dilaksanakan.

       Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan mengatakan,tes urine sifatnya acak dan mendadak, untuk mengetahui sejauh mana ketertiban dan ke disiplinan anggota Polres agar tidak melanggar aturan-aturan perundang Undangan. "Alhamdulillah dari beberapa sample anggota belum di dapat hasil urinenya positip,semuanya negatif,"kata Kapolres. Saat di tanya jika ada yang positif anggota terindikasi menggunakan narkob,menurut Kapolres maka akan di tindak tegas dan di proses. Sementara terkait kegiatan tersebut terdapat 12 orang yang di nilai melanggaran disiplin seperti SIM yang mati, tidak semir sepatu dan lainnya.

WARGA KOMPLEK MULAI PESAN AIR

     INFO TALA - Musim kemarau yang mulai datang dan di perkirakan akan sampai bulan November,dan sekarang sumur-sumur warga mulai kering, utamanya bagi warga yang bermukim di komplek-komplek. Atas kondisi demikian warga di komplek pun sudah mulai memesan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.  Pemesanan air bersih seperti mulai dari isi 20 liter dalam tanki sebanyak 12 buah dalam 1 gerobak pun di sediakan.

   Yayan, salah seorang yang memiliki sumur di Jalan Datu Daim Rt 6/2 Kelurahan Pelaihari,Sabtu (25/8) pekan tadi mengatakan sumurnya kerap kali selalu menjadi tujuan pembeli air di kala musim kemarau,karena sumur tersebut dari musim kemarau yang pernah terjadi selama 7 bulan tidak pernah kering di tahun 2015 lalu. Ia menambahkan, angkutan gerobak tanki isi 20 liter sebanyak 12 buah di sediakan kepada warga yang tidak memiliki angkutan air. Ada 3 buah gerobak yang di sediakan Yayan.Jasa pemakaian gerobak pun ia pasang dengan tarif Rp 5.000 per gerobak. Tarif tersebut ia kenakan hanya untuk biaya operasional listrik ketika mengisi air menggunakan mesin pompa air listrik untuk mengisi air ke tanki isi 20 liter

       Cukup murah, siapa saja yang perlu air namun tidak punya takni pengangkut maka telah di siapkan. "paling jauh kalau warga menggunakan jasa gerobak air hanya ke wilayah Kelurahan Sarang Halang,"ucanpnya. Hal serupa di utarakan Agus, ia sebagai pengantar air bersih namun dalam ukuran besar yakni menggunakan tandon isi 1.200 liter dan harus menggunkan mobil pick up. Menurut Agus, kalau isi tandon isi 1.200 tarifnya tergantung jarak. Minimum Rp 60.000 per tandon dan semakin jauh jarak maka naik pula harganya bisa mencapai Rp 75.000 sampai Rp 80.000 sekali antar. "Kebanyakan yang di layani adalah warga di komplek dan kos-kosan, dan dalam sehari bisa 7 sampai 8 kali mengantar air,"ucapnya.

       Kegiatan Agus sudah ia lakukan sejak tahun 2015 lalu. Kalau memang kondisi air sumur kering di sebagian warga kota memang cukup kualahan melayani permintaan air bersih,sehingga kadang untuk mengisi air ke tandon dilakukan sampai pukul 03.00 wita dini hari karena memang harus antri dengan pengisi air lainnya yang sampai memanjang di sepanjang Jalan Datu Daim. Pengisian tandon isi 1.200 butuh waktu 10 menit bagi Agus. Warga yang memerlukan air bersih oleh Agus sengaja ia tuliskan nomor hand phone di tandon yang ia bawa 081259520812,namun warga yang memesan harus sabar karena kadang terlambat mengantar lantaran banyaknya pesanan. Warga di Jalan Datu Daim sendiri sejatinya banyak yang menggunakan air dari PDAM,namun karena awalnya sudah memiliki sumur,maka warga lebih memilih menggunakan air sumur.

ANTISARANA WTP TUA SAATNYA DIGANTI

         INFO TALA - Seiring wakatu, sarana  WTP (Water Treatmen Plant) atau sarana produksi dari air sungai menjadi air bersih PDAM Tala di Desa Bajuin Kecamatana Bajuin sudah terlihat sangat tua, sehingga dengan kondisi keterbatasan yang ada maka bagaimana pun caranya tetap di upayakan agar produksi air bersih tetap bisa berjalan dan sampai ke pelanggan. Sarana WTP Desa Bajuin sendiri di ketahui sejak tahin 1983 lalu ada. Kondisi karatan di sejumlah sarana produksi tersebut sudah mulai terlihat, mulai dari dinding bak penampungan air maupun lantai.

       Di utarakan Faisal, salah seorang karyawan PDAM yang bertugas sebagai penjaga WTP Bajuin menuturkan,seperti halnya penampungan bak air yang lama terpaksa kadang di lakukan pengelasan sendiri di bagian dindingnya yang mengalami bocor,selain itu jarak bak penampungan yang kurang lebih hanya 1,5 meter mungkin karena sudah tua usianya sehingga terlihat kembung akibat adanya tekanan dari lumpur yang telah di pisahkan dari air sungai,sehingga harus di beri penahan dari besi yang di las agar kembungnya bak tidak terlalu mengembung. Sementara itu Direktur utama PDAM Tala Eko Sugiharto di konfirmasi, Senin (27/08/2018) mengakui kalau memang kondisi WTP di Bajuin tersebut sudah sangat tua kondisinya.

       Memasuki musim kemarau tahun ini tetap mengoptimalkan WTP Bajuin dan masalah air bakunya di upayakan tetap bertahan paling tidak masih bisa bertahan 3 bulan kedepan dari bulan sekarang. Terhadap sistem produksi sendiri telah di evaluasi agar supaya dalam musim kemarau tahun ini produksi airnya lebih baik lagi,dan upayanya melakukan rehab ringan serta  perbaikan yang ada sedikit kerusakan di upayakan sebisa mungkin dilakukan, dan hasilnya sudah di nikmati masyarakat. "Usulan kembali ke Pemkab Tanah Laut agar sekiranya di bangun baru kembali WTP dengan kapasitas 50 liter per detik dalam rangka memperbaiki kualitas pelayanan terutama di bidang produksi,sehingga distibusi air PDAM ke masyarakat bisa sempurna,"kata Eko.

       WTP yang ada dengan kapasitas 40 liter per detik sejak tahun 1983,dan di tahun 2014 lalu PDAM mendapat dana dari APBN membangun 25 liter per detik WTP sehingga bisa terbantu dengan WTP yang ada sebelumnya. PDAM Tala sendiri di tahun 2019 mendatang akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan kualiatas pelayanan kepada masyarakat. "Berdoa saja semoga planning 2019 yang telah di dukung SKPD terkait bisa berjalan sesuai rencana yang telah di susun,sehingga jika planning tersebut bisa tecapai, inshaa allah masalah air bersih bagi kota Pelaihari akan dapat teratasi,"tutup Eko.
INFO TALA SELASA,28 AGUSTUS 2018 INFO TALA SELASA,28 AGUSTUS 2018 Reviewed by Unknown on 7:32 PM Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.