Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto
·
- · SECARA MENDADAK SELURUH PERSONIL JALANI TES URINE
- · WARGA KOMPLEK MULAI PESAN AIR
- · SARANA WTP TUA SAATNYA DIGANTI
SECARA MENDADAK SELURUH PERSONIL JALANI TES
URINE
INFO TALA - Selepas apel pagi, Senin
(27/8) kemarin di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) seluruh
internal anggota Polres Tanah Laut mengikuti res urine. Dalam pelaksanaan tes
urine di awasi langsung Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan serta Wakapolres
Tala Kompol Ade Nuramdani.Satu persatu anggota Polres memasuki toilet di ruang
SPKT karena harus di periksa urinenya,dan pelaksanaan tes urine di lakukan oleh
Badan Urusan Kesehatan (Baurkes) dan Propam Polres Tala.
Sebelum pelaksanaan tes urine terlebih
dahulu dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan anggota mengenai surat-surat
kendaraan, baik STNK, SIM, KTA dan KTP, serta sikap tampang perorangan.Maksud
dan tujuannya yakni untuk meningkatkan kedisiplinan anggota dan menghindari
keterlibatan anggota Polri di wilayah hukum Polres Tanah Laut yang terlibat
dalam penggunaan narkoba, dan kegiatan ini sudah dilakukan secara rutin
dilaksanakan.
Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan
mengatakan,tes urine sifatnya acak dan mendadak, untuk mengetahui sejauh mana
ketertiban dan ke disiplinan anggota Polres agar tidak melanggar aturan-aturan
perundang Undangan. "Alhamdulillah dari beberapa sample anggota belum di
dapat hasil urinenya positip,semuanya negatif,"kata Kapolres. Saat di
tanya jika ada yang positif anggota terindikasi menggunakan narkob,menurut
Kapolres maka akan di tindak tegas dan di proses. Sementara terkait kegiatan
tersebut terdapat 12 orang yang di nilai melanggaran disiplin seperti SIM yang
mati, tidak semir sepatu dan lainnya.
WARGA KOMPLEK MULAI PESAN AIR
INFO TALA - Musim kemarau yang mulai datang dan di perkirakan akan
sampai bulan November,dan sekarang sumur-sumur warga mulai kering, utamanya
bagi warga yang bermukim di komplek-komplek. Atas kondisi demikian warga di
komplek pun sudah mulai memesan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pemesanan air bersih seperti mulai dari isi 20
liter dalam tanki sebanyak 12 buah dalam 1 gerobak pun di sediakan.
Yayan, salah seorang yang memiliki sumur
di Jalan Datu Daim Rt 6/2 Kelurahan Pelaihari,Sabtu (25/8) pekan tadi
mengatakan sumurnya kerap kali selalu menjadi tujuan pembeli air di kala musim
kemarau,karena sumur tersebut dari musim kemarau yang pernah terjadi selama 7 bulan
tidak pernah kering di tahun 2015 lalu. Ia menambahkan, angkutan gerobak tanki
isi 20 liter sebanyak 12 buah di sediakan kepada warga yang tidak memiliki
angkutan air. Ada 3 buah gerobak yang di sediakan Yayan.Jasa pemakaian gerobak
pun ia pasang dengan tarif Rp 5.000 per gerobak. Tarif tersebut ia kenakan
hanya untuk biaya operasional listrik ketika mengisi air menggunakan mesin
pompa air listrik untuk mengisi air ke tanki isi 20 liter
Cukup murah, siapa saja yang perlu air
namun tidak punya takni pengangkut maka telah di siapkan. "paling jauh
kalau warga menggunakan jasa gerobak air hanya ke wilayah Kelurahan Sarang
Halang,"ucanpnya. Hal serupa di utarakan Agus, ia sebagai pengantar air
bersih namun dalam ukuran besar yakni menggunakan tandon isi 1.200 liter dan harus
menggunkan mobil pick up. Menurut Agus, kalau isi tandon isi 1.200 tarifnya
tergantung jarak. Minimum Rp 60.000 per tandon dan semakin jauh jarak maka naik
pula harganya bisa mencapai Rp 75.000 sampai Rp 80.000 sekali antar. "Kebanyakan
yang di layani adalah warga di komplek dan kos-kosan, dan dalam sehari bisa 7
sampai 8 kali mengantar air,"ucapnya.
Kegiatan Agus sudah ia lakukan sejak
tahun 2015 lalu. Kalau memang kondisi air sumur kering di sebagian warga kota
memang cukup kualahan melayani permintaan air bersih,sehingga kadang untuk
mengisi air ke tandon dilakukan sampai pukul 03.00 wita dini hari karena memang
harus antri dengan pengisi air lainnya yang sampai memanjang di sepanjang Jalan
Datu Daim. Pengisian tandon isi 1.200 butuh waktu 10 menit bagi Agus. Warga
yang memerlukan air bersih oleh Agus sengaja ia tuliskan nomor hand phone di
tandon yang ia bawa 081259520812,namun warga yang memesan harus sabar karena
kadang terlambat mengantar lantaran banyaknya pesanan. Warga di Jalan Datu Daim
sendiri sejatinya banyak yang menggunakan air dari PDAM,namun karena awalnya
sudah memiliki sumur,maka warga lebih memilih menggunakan air sumur.
ANTISARANA WTP TUA SAATNYA DIGANTI
INFO TALA - Seiring wakatu, sarana WTP (Water Treatmen Plant) atau sarana
produksi dari air sungai menjadi air bersih PDAM Tala di Desa Bajuin Kecamatana
Bajuin sudah terlihat sangat tua, sehingga dengan kondisi keterbatasan yang ada
maka bagaimana pun caranya tetap di upayakan agar produksi air bersih tetap
bisa berjalan dan sampai ke pelanggan. Sarana WTP Desa Bajuin sendiri di
ketahui sejak tahin 1983 lalu ada. Kondisi karatan di sejumlah sarana produksi
tersebut sudah mulai terlihat, mulai dari dinding bak penampungan air maupun
lantai.
Di utarakan Faisal, salah seorang karyawan
PDAM yang bertugas sebagai penjaga WTP Bajuin menuturkan,seperti halnya
penampungan bak air yang lama terpaksa kadang di lakukan pengelasan sendiri di
bagian dindingnya yang mengalami bocor,selain itu jarak bak penampungan yang
kurang lebih hanya 1,5 meter mungkin karena sudah tua usianya sehingga terlihat
kembung akibat adanya tekanan dari lumpur yang telah di pisahkan dari air
sungai,sehingga harus di beri penahan dari besi yang di las agar kembungnya bak
tidak terlalu mengembung. Sementara itu Direktur utama PDAM Tala Eko Sugiharto
di konfirmasi, Senin (27/08/2018) mengakui kalau memang kondisi WTP di Bajuin
tersebut sudah sangat tua kondisinya.
Memasuki musim kemarau tahun ini tetap
mengoptimalkan WTP Bajuin dan masalah air bakunya di upayakan tetap bertahan
paling tidak masih bisa bertahan 3 bulan kedepan dari bulan sekarang. Terhadap
sistem produksi sendiri telah di evaluasi agar supaya dalam musim kemarau tahun
ini produksi airnya lebih baik lagi,dan upayanya melakukan rehab ringan
serta perbaikan yang ada sedikit
kerusakan di upayakan sebisa mungkin dilakukan, dan hasilnya sudah di nikmati
masyarakat. "Usulan kembali ke Pemkab Tanah Laut agar sekiranya di bangun
baru kembali WTP dengan kapasitas 50 liter per detik dalam rangka memperbaiki
kualitas pelayanan terutama di bidang produksi,sehingga distibusi air PDAM ke
masyarakat bisa sempurna,"kata Eko.
WTP yang ada dengan kapasitas 40 liter
per detik sejak tahun 1983,dan di tahun 2014 lalu PDAM mendapat dana dari APBN
membangun 25 liter per detik WTP sehingga bisa terbantu dengan WTP yang ada
sebelumnya. PDAM Tala
sendiri di tahun 2019 mendatang akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan
kualiatas pelayanan kepada masyarakat. "Berdoa saja semoga planning 2019
yang telah di dukung SKPD terkait bisa berjalan sesuai rencana yang telah di
susun,sehingga jika planning tersebut bisa tecapai, inshaa allah masalah air
bersih bagi kota Pelaihari akan dapat teratasi,"tutup Eko.
INFO TALA SELASA,28 AGUSTUS 2018
Reviewed by Unknown
on
7:32 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
7:32 PM
Rating:



No comments: