Follow Us




INFO TALA JUMAT, 12 OKTOBER 2018


Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto


  • ·         LSM KAKI PERTANYAKAN IJIN DAN RERTIBUSI GALIAN C
  • ·         Pelaksanaan Sekolah Laut Bagi Warga Swarangan
  • ·         Bupati Minta Hapus Ego Sektoral
  • ·         Program PKH Dorong Keluarga Bisa MandiriINFO 

LSM KAKI PERTANYAKAN IJIN DAN RERTIBUSI GALIAN C
     INFO TALA - Pagi Kamis (11/10) kemarin kantor bupati Tanah Laut kedatangan sekitar 20 orang berseragam kaos warna biru abu-abu yang tergabung dalam LSM Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) dari Banjarmasin. Kedatangan mereka dalam aksi damai mempertanyakan soal adanya galian C (batu gunung) di Kabupten Tanah Laut, apakah sudah mengantongi ijin, bagaimana retribusinya dan di duga kegiatan pertambangan galian C tersebut masuk dalam kawasan hutan.Aparat keamanan dari Polres Tala dan beberapa orang dari Kodim 1009 Pelaihari pun sudah siaga sejak pagi hari di kantor bupati Tala sebelum LSM Kaki ini melakukan aksi damainya,
     Ahmad Husaini, selaku juru bicara aksi pun di terima oleh Zainal staf ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan (Ekobangkeu) Setda Tala di halaman kantor bupati.Maksud dan tujuan LSM Kaki selanjutnya di akomodir, dan dilakukan pertemuan di ruang tunggu vip kantor bupati bersama jajaran SKPD lain seperti kepala Badan Pendapatan Daerah (BPD), kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama beberapa orang dan juru bicara aksi damai Ahmad Husaini.
     Menurut Zainal staf ahli bidang Ekobangkeu, masalah pertambangan di Kabupaten Tanah Laut sekarang ini sepenuhnya kewenangan berada di Pemprov Kalsel sejak peralihan dan perubahan Sususna Organisasi Tata Kerja (SOTK) dan Pemkab Tanah Laut sejauh ini belum ada mendapat kewenangan dari Dinas Pertambangan dan Energy Provinsi Kalsel, apakah itu menyangkut pengawasannya maupun perijinannya.
     Jadi menyangkut perijinan, retribusi dan apakah itu masuk dalam kawasan hutan, pihak Kabupaten Tanah Laut tidak ada lagi kewenangan menanginya. Galian C iitu beragam bisa galian pasir, tanah latrit. Namun yang di amati selama ini yang menyangkut ijin lingkungan masih di Kabupaten Tanah Laut. Untuk berapa jumlah tambang galian C diakui belum dilakukan pendataan baik legal maupun illegal, yang mati ijin usahanya atau yang tidak memperpanjang lagi, nanti akan di laporkan setelah melakukan investigasi. Satu sisi juga Pemkab Tanah Laut turut di rugikan karena tidak bisa mengambil retribusinya lantaran tidak punya ijin usaha,  kata Zainal.
“setahu kami hanya ada 2 sampai 3 penambang galian C saja yang masih beroperasi di Tanah Laut, dan memang ada pertemuan di Kementerian ESDM bahwa kawasan hutan tidak di peruntukan untuk galian C,”kata Zainal pula.
     Terhadap penambang galian C pun ada yang tidak bisa di perpanjang ijin usahanya dengan alasan lahan tidak memenuhi syarat salah satunya minimal lahan 5 hektar tersedia sementara mereka hanya punya 2 hektar, disamping juga tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), namun demikian dari hasil aksi damai yang tuntutannya demikian akan di komunikasikan ke Dinas Pertambangan dan Energy Provinsi Kalsel, imbuh Zainal pula.
     Pertemuan di ruang vip kantor bupati Tala berlangsung selama kurang lebih 30 menit.
Usai pertemuan, juru bicara aksi Ahmad Husaini mengatakan, untuk galian C di Kabupaten Tanah Laut ini ada terindikasi pertama tidak punya ijin, ijin yang mati, dan merambah kawasan hutan. Sampai dengan sekarang pihak Pemkab Tanah Laut tidak pernah melakukan pengurusan perijinan, tentunya dengan tidak ada ijin marak adanya Pungutan Liar (Pungli), atau berpotensi mengarah ke tindakan korupsi.
“karena itulah baik eksploitasi maupun ekplorasi ada tata kelolanya untuk pertambangan agar menjadi lebih baik, oleh karenanya dilakukan aksi damai ini yang tujuannya agar Pemkab Tanah Laut bersinergitas dengan Pemprov Kalsel,” jelas Husaini.
     Ia menambahkan, sesusai dengan Undang-Undang sektor galian C ini, ijinnya ada di Pemprov Kalsel namun retribusinya ada di Pemkab Tala. Semoga aksi damai ini dan menjadi harapan pihak Pemkab Tala dapat mendorong, mengevaluasi ke pengusaha galian C yang terindikasi tidak memiliki ijin agar melakukan pengurusan ijinnya ke Pemprov Kalsel.Aksi damai pun berjalan dengan aman dan lancar setelah juru bicaranya selesai melakukan pertemuan dengan jajaran terkait di Pemerintahan Kabupaten Tanah Laut.

Pelaksanaan Sekolah Laut Bagi Warga Swarangan
     INFO TALA - Setalah melalui sosialiasai tentang Sekolah Laut kepada masyarakat Desa Swarangan Kecamatan Jorong sebanyak 50 orang oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut selaku leading sektor, Rabu (10/10) kemarin, oleh BPBD Tala melanjutkan program Sekolah Laut dengan tahap pelaksanaan kegiatan Sekolah Laut di halaman kantor Desa Swarangan, dan kegiatan lanjutan tersebut dilakukan selama 3 hari.
     Peserta terdiri dari berbagai komunitas yang ada di Desa Swarangan seperti kelompok tani, karang taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).Pada materi tentang Sekolah Laut di hari pertama penyaji di sampaikan langsung oleh Fasilitator Nasional (Fasnas) Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat yakni Prigi Arisandi seorang ahli biologi dari Pusat dalam materinya menyangkut "Best Practice Komunitas Pesisir Laut".
     Kemudian materi lainnya tentang pengelolan pesisir dan kelautan sebagai upaya mitigasi bencana dan fungsi dan peranan mangrove dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Anilisis sosial masyarakat pesisir (Maping). Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir ekowisata dari Dinas Pariwisata Tala.
     Melengkapi kegiatan lanjutan di isi dengan materi pembuatan pupuk kompos dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut oleh Sofian Rifani, SP. MS selaku Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.  Materi yang di sampaikan ke warga tentang bagaimana memanfaatkan limbah-limbah plastik untuk di jadikan pupuk kompos atau bahan kerajinan lain yang bisa berniai jual.
     Dihari terakhir kegiatan lanjutan program Sekolah Laut di bentuk relawan dan menggerakkan masyarakat pesisir serta gladi terkait simulasi bencana pesisir berupa pengenlan titik evakuasi, titik kumpul dan lainnya.Dari berbagai komunitas peserta di bentuk komunitas baru yang bernama Himpunan Komunitas Relawan Swarangan (Himkoreswara). Komunitas yang di bentuk warga Desa Swarangan ini selanjutnya menjadi ujung tombak di lapangan dalam tindakan pengurangan resiko bencana apabila suatu saat terjadi bencana di kawasan pesisir kepada warganya.

Bupati Minta Hapus Ego Sektoral
     INFO TALA - Bupati Tanah Laut H.Sukamta pada pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Tanah Laut Tahun 2018-2023, Kamis (11/10) kemarin di gedung Balairung Tuntung Pandang Pelaihari dalam arahannya yang di sampaikan oleh kepala Badan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) M. Darmin menegaskan kepada kepala SKPD, bahwa saat sekarang hapus semua hal yang menyangkut ego sektoral, dimana hal itu tertuang dalam salah satu visi bupati Tala di bagian Sinergitas. "Sinergi di maksudkan untuk penguatan prinsip kegotong royongan dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat, maka ego sektoral dan ego bidang harus di hapus dan di gantikan dengan integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah, maupun antar pusat dan daerah,"kata bupati.
     Dalam forum tersebut merupakan penyampaian janji politik yang di sampikan selama 5 tahun kedepan. Visi misi tersebut masih sangat makro dan belum operasional, oleh karenannya perlu di tuangkan dalam dokumen perencanan yang memenuhi aspek legal formal sebagai pedoman dalam melaksanakan urusan pemerintahan dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.Pada forum juga sebagai sarana untuk menjaring aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan pada tahap awal, dengan tujuan untuk menghimpun aspirasi atau harapan para pemangku kepentingan terhadap program pembangunan daerah selama 5 tahun sesuai dengan masa bakti bupati dan wakil bupati Tala.
     Bupati Tala menekankan pula SKPD terkait lebih giat dan serius berjuang untuk mendapatkan sumber-sumber pendanaan dari APBD provinsi, DAK dan sumber-sumber yang lain sesuai dengan kewenangannya. APBD Kabupaten Tanah Laut benar-benar di arahkan untuk mendanai kegiatan yang tidak bisa di danai melalui sumber dana lainnya. Hal tersebut menjadi tantangan untuk berpacu untuk lebih maju dalam meningkatkan kinerja pembangunan yang dapat menjadi catatan untuk dapat mendongkrak pembangunan melalui pengembangan perekonomian daerah dan membangun sektor-sektor unggul,  serta mengoptimalkan sumber daya lokal.
     Sebuah kegiatan pembangunan yang dilaksanakan saat ini tidak semata hanya di lampaui oleh satu sektor saja, melainkan perlu membuka pemahaman bahwa pembangunan perlu memberikan peran dan keterlibatan sektor lain khususnya untuk program dan kegiatan yang menjadi prioritas, tutup bupati Tala.
     Dalam forum di hadiri kepala SKPD, tokoh masyarakat, para camat, dan para kepala desa. Diskusi pun dilakukan antara peserta dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tala sebagai leading sektor pelaksanaan forum tersebut.

Program PKH Dorong Keluarga Bisa Mandiri

     INFO TALA - Bupati Tanah Laut H. Sukamta merasa gembira karena ada KPM yang di nyatakan lulus dan bisa mandiri, pada dasarnya tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) sejatinya adalah mendorong keluarga yang tidak mampu agar bisa mandiri dan bisa memiliki kehidupan yang lebih baik, secara keseluruhan ada 19 KPM yang di nyatakan lulus, demikian di sampaikan bupati Tala pada bakti sosial kenaikan atau kelulusan keluarga penerima manfaat peserta PKH di Desa Muara Asam-Asam Kecamatan Jorong, Kamis (11/10) kemarin.
     Koordinator PKH wilayah 1 Provinsi Kalsel Lutfi Andi Rachman menyampaikan bahwa PKH di Kabupaten Tanah Laut sudah berjalan sejak tahun 2008 dengan total penerima 6.862 keluarga penerima bantuan dan di Kecamatan Jorong peserta PKH terdata sebanyak 450 KPM sedangkan di Desa Muara Asam-Asam terdata 123 KPM."Semua bantuan sosial dari Kementrian Sosial pertahun 2017 sudah melalui perbankan dengan menggunakan Kartu Combo Keluarga Sejahtera," jelas Andi.
     Dalam kesempatan teraebut juga turut di serahkan penghargaan untuk dua peserta KPM yang telah graduasi. Penyerahan hadiah untuk 6 anak berprestasi, penyerahan hadiah untuk pemenang lomba cerdas cermat, penyerahan hadiah untuk pemenang lomba masakan ikan serta pemberian susu formula dari salah satu media cetak Kalsel peduli yang di serahkan kepada 3 perwakilan anak KPM.Turut berhadir ketua TP PKK Tala Hj. Nurul Hikmah Sukamta, kepala Dinas Sosial Kabupaten Tala Wiyanto, kepala Desa Muara Asam-Asam, Koordinator Kabupaten, Ketua Pelaksana dan seluruh SDM PKH Kabupaten Tanah Laut.

INFO TALA JUMAT, 12 OKTOBER 2018 INFO TALA JUMAT, 12 OKTOBER 2018 Reviewed by Unknown on 6:54 PM Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.