Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto
- · LSM KAKI PERTANYAKAN IJIN DAN RERTIBUSI GALIAN C
- · Pelaksanaan Sekolah Laut Bagi Warga Swarangan
- · Bupati Minta Hapus Ego Sektoral
- · Program PKH Dorong Keluarga Bisa MandiriINFO
LSM KAKI PERTANYAKAN IJIN DAN RERTIBUSI GALIAN C
INFO TALA - Pagi Kamis
(11/10) kemarin kantor bupati Tanah Laut kedatangan sekitar 20 orang berseragam
kaos warna biru abu-abu yang tergabung dalam LSM Komite Anti Korupsi Indonesia
(KAKI) dari Banjarmasin. Kedatangan mereka dalam aksi damai mempertanyakan soal
adanya galian C (batu gunung) di Kabupten Tanah Laut, apakah sudah mengantongi
ijin, bagaimana retribusinya dan di duga kegiatan pertambangan galian C tersebut
masuk dalam kawasan hutan.Aparat keamanan dari Polres Tala dan beberapa orang
dari Kodim 1009 Pelaihari pun sudah siaga sejak pagi hari di kantor bupati Tala
sebelum LSM Kaki ini melakukan aksi damainya,
Ahmad Husaini, selaku juru bicara aksi pun
di terima oleh Zainal staf ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan
(Ekobangkeu) Setda Tala di halaman kantor bupati.Maksud dan tujuan LSM Kaki
selanjutnya di akomodir, dan dilakukan pertemuan di ruang tunggu vip kantor
bupati bersama jajaran SKPD lain seperti kepala Badan Pendapatan Daerah (BPD),
kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup
(DPRKPLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
bersama beberapa orang dan juru bicara aksi damai Ahmad Husaini.
Menurut Zainal staf ahli bidang
Ekobangkeu, masalah pertambangan di Kabupaten Tanah Laut sekarang ini sepenuhnya
kewenangan berada di Pemprov Kalsel sejak peralihan dan perubahan Sususna
Organisasi Tata Kerja (SOTK) dan Pemkab Tanah Laut sejauh ini belum ada
mendapat kewenangan dari Dinas Pertambangan dan Energy Provinsi Kalsel, apakah
itu menyangkut pengawasannya maupun perijinannya.
Jadi menyangkut perijinan, retribusi dan
apakah itu masuk dalam kawasan hutan, pihak Kabupaten Tanah Laut tidak ada lagi
kewenangan menanginya. Galian C iitu beragam bisa galian pasir, tanah latrit.
Namun yang di amati selama ini yang menyangkut ijin lingkungan masih di
Kabupaten Tanah Laut. Untuk berapa jumlah tambang galian C diakui belum
dilakukan pendataan baik legal maupun illegal, yang mati ijin usahanya atau
yang tidak memperpanjang lagi, nanti akan di laporkan setelah melakukan
investigasi. Satu sisi juga Pemkab Tanah Laut turut di rugikan karena tidak
bisa mengambil retribusinya lantaran tidak punya ijin usaha, kata Zainal.
“setahu kami hanya ada 2 sampai 3
penambang galian C saja yang masih beroperasi di Tanah Laut, dan memang ada
pertemuan di Kementerian ESDM bahwa kawasan hutan tidak di peruntukan untuk
galian C,”kata Zainal pula.
Terhadap penambang galian C pun ada yang
tidak bisa di perpanjang ijin usahanya dengan alasan lahan tidak memenuhi
syarat salah satunya minimal lahan 5 hektar tersedia sementara mereka hanya
punya 2 hektar, disamping juga tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW), namun demikian dari hasil aksi damai yang tuntutannya demikian akan di
komunikasikan ke Dinas Pertambangan dan Energy Provinsi Kalsel, imbuh Zainal
pula.
Pertemuan di ruang vip kantor bupati Tala
berlangsung selama kurang lebih 30 menit.
Usai pertemuan, juru bicara aksi
Ahmad Husaini mengatakan, untuk galian C di Kabupaten Tanah Laut ini ada
terindikasi pertama tidak punya ijin, ijin yang mati, dan merambah kawasan
hutan. Sampai dengan sekarang pihak Pemkab Tanah Laut tidak pernah melakukan
pengurusan perijinan, tentunya dengan tidak ada ijin marak adanya Pungutan Liar
(Pungli), atau berpotensi mengarah ke tindakan korupsi.
“karena itulah baik eksploitasi
maupun ekplorasi ada tata kelolanya untuk pertambangan agar menjadi lebih baik,
oleh karenanya dilakukan aksi damai ini yang tujuannya agar Pemkab Tanah Laut
bersinergitas dengan Pemprov Kalsel,” jelas Husaini.
Ia menambahkan, sesusai dengan
Undang-Undang sektor galian C ini, ijinnya ada di Pemprov Kalsel namun
retribusinya ada di Pemkab Tala. Semoga aksi damai ini dan menjadi harapan
pihak Pemkab Tala dapat mendorong, mengevaluasi ke pengusaha galian C yang
terindikasi tidak memiliki ijin agar melakukan pengurusan ijinnya ke Pemprov
Kalsel.Aksi damai pun berjalan dengan aman dan lancar setelah juru bicaranya
selesai melakukan pertemuan dengan jajaran terkait di Pemerintahan Kabupaten
Tanah Laut.
Pelaksanaan Sekolah Laut Bagi Warga Swarangan
INFO TALA - Setalah
melalui sosialiasai tentang Sekolah Laut kepada masyarakat Desa Swarangan
Kecamatan Jorong sebanyak 50 orang oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Tanah Laut selaku leading sektor, Rabu (10/10) kemarin, oleh BPBD Tala
melanjutkan program Sekolah Laut dengan tahap pelaksanaan kegiatan Sekolah Laut
di halaman kantor Desa Swarangan, dan kegiatan lanjutan tersebut dilakukan
selama 3 hari.
Peserta terdiri dari berbagai komunitas
yang ada di Desa Swarangan seperti kelompok tani, karang taruna dan Kelompok
Sadar Wisata (Pokdarwis).Pada materi tentang Sekolah Laut di hari pertama
penyaji di sampaikan langsung oleh Fasilitator Nasional (Fasnas) Badan
Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat yakni Prigi Arisandi seorang ahli
biologi dari Pusat dalam materinya menyangkut "Best Practice Komunitas
Pesisir Laut".
Kemudian materi lainnya tentang pengelolan
pesisir dan kelautan sebagai upaya mitigasi bencana dan fungsi dan peranan
mangrove dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Anilisis sosial masyarakat
pesisir (Maping). Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir ekowisata dari Dinas
Pariwisata Tala.
Melengkapi kegiatan lanjutan di isi dengan
materi pembuatan pupuk kompos dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman,
dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut oleh Sofian Rifani, SP. MS selaku Kabid
Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. Materi yang di sampaikan ke warga tentang
bagaimana memanfaatkan limbah-limbah plastik untuk di jadikan pupuk kompos atau
bahan kerajinan lain yang bisa berniai jual.
Dihari terakhir kegiatan lanjutan program
Sekolah Laut di bentuk relawan dan menggerakkan masyarakat pesisir serta gladi
terkait simulasi bencana pesisir berupa pengenlan titik evakuasi, titik kumpul
dan lainnya.Dari berbagai komunitas peserta di bentuk komunitas baru yang
bernama Himpunan Komunitas Relawan Swarangan (Himkoreswara). Komunitas yang di
bentuk warga Desa Swarangan ini selanjutnya menjadi ujung tombak di lapangan
dalam tindakan pengurangan resiko bencana apabila suatu saat terjadi bencana di
kawasan pesisir kepada warganya.
Bupati Minta Hapus Ego Sektoral
INFO TALA - Bupati Tanah
Laut H.Sukamta pada pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD
Kabupaten Tanah Laut Tahun 2018-2023, Kamis (11/10) kemarin di gedung Balairung
Tuntung Pandang Pelaihari dalam arahannya yang di sampaikan oleh kepala Badan
Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) M. Darmin menegaskan kepada kepala
SKPD, bahwa saat sekarang hapus semua hal yang menyangkut ego sektoral, dimana
hal itu tertuang dalam salah satu visi bupati Tala di bagian Sinergitas. "Sinergi
di maksudkan untuk penguatan prinsip kegotong royongan dalam upaya peningkatan
kesejahteraan rakyat, maka ego sektoral dan ego bidang harus di hapus dan di
gantikan dengan integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antar daerah, antar ruang,
antar waktu, antar fungsi pemerintah, maupun antar pusat dan daerah,"kata
bupati.
Dalam forum tersebut merupakan penyampaian
janji politik yang di sampikan selama 5 tahun kedepan. Visi misi tersebut masih
sangat makro dan belum operasional, oleh karenannya perlu di tuangkan dalam
dokumen perencanan yang memenuhi aspek legal formal sebagai pedoman dalam
melaksanakan urusan pemerintahan dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.Pada
forum juga sebagai sarana untuk menjaring aspirasi dari seluruh pemangku
kepentingan pada tahap awal, dengan tujuan untuk menghimpun aspirasi atau
harapan para pemangku kepentingan terhadap program pembangunan daerah selama 5
tahun sesuai dengan masa bakti bupati dan wakil bupati Tala.
Bupati Tala menekankan pula SKPD terkait
lebih giat dan serius berjuang untuk mendapatkan sumber-sumber pendanaan dari
APBD provinsi, DAK dan sumber-sumber yang lain sesuai dengan kewenangannya.
APBD Kabupaten Tanah Laut benar-benar di arahkan untuk mendanai kegiatan yang
tidak bisa di danai melalui sumber dana lainnya. Hal tersebut menjadi tantangan
untuk berpacu untuk lebih maju dalam meningkatkan kinerja pembangunan yang
dapat menjadi catatan untuk dapat mendongkrak pembangunan melalui pengembangan perekonomian
daerah dan membangun sektor-sektor unggul,
serta mengoptimalkan sumber daya lokal.
Sebuah kegiatan pembangunan yang
dilaksanakan saat ini tidak semata hanya di lampaui oleh satu sektor saja,
melainkan perlu membuka pemahaman bahwa pembangunan perlu memberikan peran dan
keterlibatan sektor lain khususnya untuk program dan kegiatan yang menjadi
prioritas, tutup bupati Tala.
Dalam forum di hadiri kepala SKPD, tokoh
masyarakat, para camat, dan para kepala desa. Diskusi pun dilakukan antara
peserta dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tala sebagai
leading sektor pelaksanaan forum tersebut.
Program PKH Dorong Keluarga Bisa Mandiri
INFO TALA - Bupati Tanah
Laut H. Sukamta merasa gembira karena ada KPM yang di nyatakan lulus dan bisa
mandiri, pada dasarnya tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) sejatinya adalah
mendorong keluarga yang tidak mampu agar bisa mandiri dan bisa memiliki
kehidupan yang lebih baik, secara keseluruhan ada 19 KPM yang di nyatakan
lulus, demikian di sampaikan bupati Tala pada bakti sosial kenaikan atau
kelulusan keluarga penerima manfaat peserta PKH di Desa Muara Asam-Asam
Kecamatan Jorong, Kamis (11/10) kemarin.
Koordinator PKH wilayah 1 Provinsi Kalsel
Lutfi Andi Rachman menyampaikan bahwa PKH di Kabupaten Tanah Laut sudah
berjalan sejak tahun 2008 dengan total penerima 6.862 keluarga penerima bantuan
dan di Kecamatan Jorong peserta PKH terdata sebanyak 450 KPM sedangkan di Desa
Muara Asam-Asam terdata 123 KPM."Semua bantuan sosial dari Kementrian
Sosial pertahun 2017 sudah melalui perbankan dengan menggunakan Kartu Combo
Keluarga Sejahtera," jelas Andi.
Dalam kesempatan teraebut juga turut di
serahkan penghargaan untuk dua peserta KPM yang telah graduasi. Penyerahan
hadiah untuk 6 anak berprestasi, penyerahan hadiah untuk pemenang lomba cerdas
cermat, penyerahan hadiah untuk pemenang lomba masakan ikan serta pemberian
susu formula dari salah satu media cetak Kalsel peduli yang di serahkan kepada
3 perwakilan anak KPM.Turut berhadir ketua TP PKK Tala Hj. Nurul Hikmah
Sukamta, kepala Dinas Sosial Kabupaten Tala Wiyanto, kepala Desa Muara
Asam-Asam, Koordinator Kabupaten, Ketua Pelaksana dan seluruh SDM PKH Kabupaten
Tanah Laut.
INFO TALA JUMAT, 12 OKTOBER 2018
Reviewed by Unknown
on
6:54 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:54 PM
Rating:



No comments: