Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto
- · JATANRAS BEKUK PEMALAK GUNUNG KAYANGAN
- · DOA BERSAMA UNTUK DIJAUHKAN DARI BENCANA
- · BUPATI TANAM PADI DI JEJANGKIT
JATANRAS BEKUK PEMALAK GUNUNG KAYANGAN
INFO TALA - Jalur gunung
Kayangan belakangan kurang aman dari aksi pemalakan. Baru-baru tadi warga
Kecamatan Batu Ampar menjadi korban aksi pemalakan. Namun, korban warga
Kecamatan Batu Ampar tersebut sebagai penunjuk untuk pihak berwajib menangkap
pelaku pemalakkan, dan dalam beberapa jam setelah korban melapor ke Polres
Tala, unit Jatanras Polres Tala pun berhasil menangkap pelaku pemalakkan.
Siapakah pelaku pemalakan
tersebut ?
Sutrisno alias Ato yang memalak Waluyo
warga Kecamatan Batu Ampar pada Selasa (9/10) kemarin di Jalan A.Yani sekitar
Gunung Kayangan sekitar pukul 11.00 wita, akhirnya dapat di ringkus unit
Jatanras Polres Tala beberapa jam saat Waluyo melaporkan ke Polres Tala. Pelaku
yang merupakan warga Jalan Rantau Bujur Rt 01/01 Desa Kayu Abang Kecamatan
Tambang Ulang, telah memalak Waluyo yang saat itu korban tengah beristirahat di
dekat sebuah pohon dekat gerbang masuk gunung Kayangan atau dekat gapura Kapal
Pinisi.
Kasat reskrim Polres Tala AKP Gita Suhandi
Achmadi,S.IK dalam keterangan persnya, Rabu (10/10) kemarin di Polres Tala
mengatakan, pelaku merasa sok kenal dengan korban yang lagi beristirahat dekat
sebuah pohon, dan menyapa korban "Udin apa kabar". Lantas di jawab
korban "Siapa kamu". Pelaku pun menjawab kalau ia Sutrisno dari
Kandangan dan hendak ke Batu Licin ke rumah H.Isam dan saya kira pian Udin
teman satu penjara dulu di daerah Ha'raan Batu Licin. Pelaku pun meminta uang
ke korban untuk membeli rokok. Oleh korban pun memberi uang sebesar Rp 10.000
yang di ambil dari kantong celana kanan.
Akan
tetapi uang Rp 10.000 masih di rasa kurang pelaku dan meminta tambahan lagi
guna membeli tali Poli dengan alasan kalau-kalau tidak sampai ke tambangnya
H.Isam."Korban bersikeras karena sudah di beri uang masih kurang, namun
pelaku malah mengancam dengan berkata-kata kalau ia hanya minta tambahan uang
dan tidak menimpas (menbacok). Korban pun takut atas ancaman membacok tersebut
dan menyerahkan dompetnya ke pelaku. Dalam dompet korban berisi uang Rp 282.000
serta uang lainnya yang di simpan korban di dalam tas ransel sebesar Rp 8.000
sehingga total uang korban Rp 300.000,"kata Kasat Reskrim.
Kasat reskrim menambahkan, pengakuan
pelaku dengan kerjaan memalak itu sudah selama 2 bulan ia lakukan dan sendiri. Untungnya,
korban masih bisa memoto pelaku dengan kamera ponselnya setelah pelaku
mengambil uang dan meninggalkannya, sehingga terlihat jelas terlihat wajah
pelaku dan sepeda motor yang ia gunakan sepeda motor matic Honda Beat DA 6577
LAA warna hitam. Dari hasil ciri-ciri dalam foto hp korban, tim Jatanras Polres
Tala segera bergerak setelah korban melapor.
Anggota Jatanras Polres Tala AIPDA Agung
Rahmat Wijaya, SH yang menangkap pelaku mengatakan, awalnya dilakukan
pengintaian dari gerbang masuk gunung Kayangan hingga sampai rest area dekat
patung sapi. Setelah ciri-ciri pelaku cocok dengan gambar di hp korban maka
langkah penangkapan pun dilakukan. "Memang awalnya sempat terjadi
perkelahian dengan pelaku, badannya yang cukup gemuk dan besar lumayan sulit
untuk di robohkan, namun akhirnya dapat di lumpuhkan.
Pelaku sempat kabur, akan tetapi adanya
bantuan dari Polsek Tambang Ulang dan Polres Tala pelaku dapat di
ringkus,"kata Agung.Modus pelaku sendiri menakut-nakuti korban karena baru
keluar dari penjara dalam kasus pembunuhan dan tidak mau lagi melukai orang kecuali
dalam keadaan terpaksa. Pelaku di jerat pasal 368 KUHP tentang pidana pemerasan
dan pengancaman dengan ancaman penjara 9 tahun.
DOA BERSAMA UNTUK DIJAUHKAN DARI BENCANA
INFO TALA - Musibah
gempa bumi di sertai dengan gelombang tsunami di Palu, menjadi satu catatan
bagi bangsa ini. Fasilitas publik pun porak poranda, dan banyak jatuh korban.
Sejumlah bantuan pun datang dari beberapa prvovinsi bahkan dari negara
tetangga. Ratusan relawan bersaman Tim SAR,TNI dan Polri pun di terjunkan ke
Palu untuk melakukan evakuasi korban yang masih tertimpa reruntuhan bangunan
akibat gempa bumi. Warg pun mengunggsi ke tenda-tenda pengungsian karena tempat
tinggal mereka telah hancur, di samping itu gempa-gempa susulan pun acap kali
masih terjadi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut,
bencana Palu menjadi satu perhatian. Seiring itu, Rabu (10/10) kemarin di
mesjid Al Manar Pelaihari menggelar doa bersama, Dzikir dan Istighatsah untuk
mendoakan warga yang sedang tertimpa musibah di Palu Sigi dan Donggala.Doa
bersama di hadiri wakil bupati Tanah Laut Abdi Rahman S.Pd. Dalam kesempatan
tersebut wabup Tala menyampaikan bahwa bencana alam merupakan peringatan dari
Allah SWT dan hikmah di balik musibah itu adalah menguatnya ukhuwah antar
sesama, saling membantu sesama manusia yang sedang tertimpa musibah bencana alam."Semoga
Allah SWT melindungi Kabupaten Tanah Laut dari bencana alam,"kata wabup.
Dalam doa bersama turut di hadiri Kapolres
Tala AKBP Sentot Adhi Darmawan, KH Abdurrahman, para pejabat lingkup Pemkab
Tala, jajaran TNI dan Polri serta masyarakat.
BUPATI TANAM PADI DI JEJANGKIT
INFO TALA - Untuk menuju
Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2018 yang di pusatkan di Desa Jejangkit
Kabupaten Barito, bupati Tala H.Sukamta bersama forkopimda Tala, kepala SKPD
terkait, pihak lain seperti perbankan, Selasa (9/10) kemarin bertolak ke Desa
Jejangkit guna menanam padi.
Kabupaten Tanah Laut turut berpartisipasi
HPS Itu dimana ikut serta menanamn padi. Kabupaten Tanah Laut sendiri
mendapatkan alokasi lahan seluas 4 hektar. Total lahan untuk prgram HPS 2018
sendiri seluas 4.000 hektar. Bupati Tala H. Sukamta mengatakan, ini adalah
bukti kekompakan kepala daerah di Kalimantan Selatan, kedepannya kerjasama
dalam bidang pertanian antara Kabupaten Barito Kuala dengan Kabupaten Tanah
Laut akan terus di tingkatkan.
Lahan basah di Desa Jejangkit merupakan
lahan basah dan jenis padi yang cocok di tanam adalah varitas padi Inpara 2.
Jenis padi ini sangat cocok untuk lahan sawah asam, dengan pola tanam tugal.Tidak
kurang dari 40 unit alat berat eksavator di kerahkan ke Desa Jejangkit untuk
mengolah lahan gambut Asam menjadi areal persawahan. Puncak HPS sendiri di
rencanakan akan di hadiri presiden RI Joko Widodo pada tanggal 18 Okotober
2018.Persetala Tumbangkan Persesam Sampit
Lewat ajang Liga III Zona Kalimantan, tim
Persetala dapat menaklukan tim dari kesebelasan Persesam Sampit Kalimantan
Tengah dalam adu laga si kulit bundar di stadion Pertasi Kencana, Rabu (10/10)
sore kemarin. Dengan demikian Persetala di nyatakan juara pada Liga III Zona
Kalimantan tersebut dengan skor 4 : 1.Pada pertandingan sebelumnya, Persetala
mengalami kekalahan dari Persesam Sampit dengan skor 0:1 di Stadion 29 Nopember
Sampit sepekan yang pekan lalu.Wasit Yudi Rahmanto asal Situbondo yang memimpin
pertandingan ini, pada menit awal harus ekstra teliti karena Persetala
mengalami gempuran serangan, dan membuat pertahanan belakang pemain Persetala
sempat di buat kesulitan untuk mematahkan jalannya bola, namun tidak
mendapatkan goal.
Pelatih Persetala Edy Porwanto yang juga
ketua KONI Tala harus berteriak, manakala melihat anak asuhnya mendapat
serangan-serangan dari musuh, terutama kepada kapten Persetala M Irsat untuk
berhati-hati. Teriakan Edy tentu menjadi perhatian pemain Persetala yang
semuanya asli warga Tanah Laut tanpa ada pemain sewaan.Persembahan manis pun di
hasilkan pemain Persetala, di menit ke 12 pemain Persetala Very Sandria
bernomor punggung 9 berhasil membobol gawang Persesam Sampit yang di jaga M
Zulpikar. Melihat perjuangan Persetala yang berhasil, para pemain Persesam di bawah pelatihnya
Farhan pun bangkit.
Ahmad Subekti kembali mencetak gol ke gawang Persesam pada
menit 17 dan 33. Hingga akhir babak pertama, skor 3 0 di raih Persetala.Peluit
tanda berakhirnya babak pertama di tiupkan wasit Yudi Rahmanto. Di babak kedua,
pada menit 46 Persetala harus di kejutkan dengan serangan Persesam Sampit yang
berhasil membobol gawang Persetala, sehingga skor berubah 3 1. Pemain Persetala
terus bangkit dan di menit 59 menambah gol kembali, sehingga skor menjadi 4 : 1
yang di cetak oleh Ahmad Subekti nomor punggung 18 hingga sampai berkhirnya
pertandingan.
Usai pertandingan pelatih Persesam Sampit
Farhan mengakui kekalahan yang di alami timnya, namun pihaknya memberikan
catatan kepada pihak wasit dan hakim garis masih di anggap kurang professional."Wasit
dan hakim garis tidak seimbang," ucapnya.Selain itu, faktor kelelahan juga
menjadi alasan, karena pertandingan di Kota Pelaihari ini pertama kali, dan dengan
jarak tempuh cukup jauh."Kami malam hari datang, besok langsung
bertanding," jelasnya.
Sementara itu, pelatih Persetala Edy
Purwanto sangat bersyukur atas kemenangan luar biasa yang telah anak-anak
asuhnya. Ini juga merupakan kemenangan warga Tala. Pihaknya juga tidak menjadi
eforia atas kemenangan ini, tetapi kedepan terus meningkatkan kualitas pemain
dan memacu lagi skill para pemain, Sebab, Persetala memiliki seratus persen
pemain lokal, tentu laga ke depan akan lebih sulit bersaing di Liga 3 Nasional,
terutama pemain dari pulau Jawa.
"Kita ingin menjadi pilar
dunia sepakbola untuk menghadirkan pemain lokal," tutupnya.
INFO TALA KAMSI, 11 OKTOBER 2018
Reviewed by Unknown
on
7:03 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
7:03 PM
Rating:



No comments: