Follow Us




INFO TALA KAMSI, 11 OKTOBER 2018


Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto 


  • ·         JATANRAS BEKUK PEMALAK GUNUNG KAYANGAN
  • ·         DOA BERSAMA UNTUK DIJAUHKAN DARI BENCANA
  • ·         BUPATI TANAM PADI DI JEJANGKIT


JATANRAS BEKUK PEMALAK GUNUNG KAYANGAN
     INFO TALA - Jalur gunung Kayangan belakangan kurang aman dari aksi pemalakan. Baru-baru tadi warga Kecamatan Batu Ampar menjadi korban aksi pemalakan. Namun, korban warga Kecamatan Batu Ampar tersebut sebagai penunjuk untuk pihak berwajib menangkap pelaku pemalakkan, dan dalam beberapa jam setelah korban melapor ke Polres Tala, unit Jatanras Polres Tala pun berhasil menangkap pelaku pemalakkan.
Siapakah pelaku pemalakan tersebut  ?
     Sutrisno alias Ato yang memalak Waluyo warga Kecamatan Batu Ampar pada Selasa (9/10) kemarin di Jalan A.Yani sekitar Gunung Kayangan sekitar pukul 11.00 wita, akhirnya dapat di ringkus unit Jatanras Polres Tala beberapa jam saat Waluyo melaporkan ke Polres Tala. Pelaku yang merupakan warga Jalan Rantau Bujur Rt 01/01 Desa Kayu Abang Kecamatan Tambang Ulang, telah memalak Waluyo yang saat itu korban tengah beristirahat di dekat sebuah pohon dekat gerbang masuk gunung Kayangan atau dekat gapura Kapal Pinisi.
     Kasat reskrim Polres Tala AKP Gita Suhandi Achmadi,S.IK dalam keterangan persnya, Rabu (10/10) kemarin di Polres Tala mengatakan, pelaku merasa sok kenal dengan korban yang lagi beristirahat dekat sebuah pohon, dan menyapa korban "Udin apa kabar". Lantas di jawab korban "Siapa kamu". Pelaku pun menjawab kalau ia Sutrisno dari Kandangan dan hendak ke Batu Licin ke rumah H.Isam dan saya kira pian Udin teman satu penjara dulu di daerah Ha'raan Batu Licin. Pelaku pun meminta uang ke korban untuk membeli rokok. Oleh korban pun memberi uang sebesar Rp 10.000 yang di ambil dari kantong celana kanan.
      Akan tetapi uang Rp 10.000 masih di rasa kurang pelaku dan meminta tambahan lagi guna membeli tali Poli dengan alasan kalau-kalau tidak sampai ke tambangnya H.Isam."Korban bersikeras karena sudah di beri uang masih kurang, namun pelaku malah mengancam dengan berkata-kata kalau ia hanya minta tambahan uang dan tidak menimpas (menbacok). Korban pun takut atas ancaman membacok tersebut dan menyerahkan dompetnya ke pelaku. Dalam dompet korban berisi uang Rp 282.000 serta uang lainnya yang di simpan korban di dalam tas ransel sebesar Rp 8.000 sehingga total uang korban Rp 300.000,"kata Kasat Reskrim.
     Kasat reskrim menambahkan, pengakuan pelaku dengan kerjaan memalak itu sudah selama 2 bulan ia lakukan dan sendiri. Untungnya, korban masih bisa memoto pelaku dengan kamera ponselnya setelah pelaku mengambil uang dan meninggalkannya, sehingga terlihat jelas terlihat wajah pelaku dan sepeda motor yang ia gunakan sepeda motor matic Honda Beat DA 6577 LAA warna hitam. Dari hasil ciri-ciri dalam foto hp korban, tim Jatanras Polres Tala segera bergerak setelah korban melapor.
     Anggota Jatanras Polres Tala AIPDA Agung Rahmat Wijaya, SH yang menangkap pelaku mengatakan, awalnya dilakukan pengintaian dari gerbang masuk gunung Kayangan hingga sampai rest area dekat patung sapi. Setelah ciri-ciri pelaku cocok dengan gambar di hp korban maka langkah penangkapan pun dilakukan. "Memang awalnya sempat terjadi perkelahian dengan pelaku, badannya yang cukup gemuk dan besar lumayan sulit untuk di robohkan, namun akhirnya dapat di lumpuhkan.   
    Pelaku sempat kabur, akan tetapi adanya bantuan dari Polsek Tambang Ulang dan Polres Tala pelaku dapat di ringkus,"kata Agung.Modus pelaku sendiri menakut-nakuti korban karena baru keluar dari penjara dalam kasus pembunuhan dan tidak mau lagi melukai orang kecuali dalam keadaan terpaksa. Pelaku di jerat pasal 368 KUHP tentang pidana pemerasan dan pengancaman dengan ancaman penjara 9 tahun.

DOA BERSAMA UNTUK DIJAUHKAN DARI BENCANA
     INFO TALA - Musibah gempa bumi di sertai dengan gelombang tsunami di Palu, menjadi satu catatan bagi bangsa ini. Fasilitas publik pun porak poranda, dan banyak jatuh korban. Sejumlah bantuan pun datang dari beberapa prvovinsi bahkan dari negara tetangga. Ratusan relawan bersaman Tim SAR,TNI dan Polri pun di terjunkan ke Palu untuk melakukan evakuasi korban yang masih tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi. Warg pun mengunggsi ke tenda-tenda pengungsian karena tempat tinggal mereka telah hancur, di samping itu gempa-gempa susulan pun acap kali masih terjadi.
     Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, bencana Palu menjadi satu perhatian. Seiring itu, Rabu (10/10) kemarin di mesjid Al Manar Pelaihari menggelar doa bersama, Dzikir dan Istighatsah untuk mendoakan warga yang sedang tertimpa musibah di Palu Sigi dan Donggala.Doa bersama di hadiri wakil bupati Tanah Laut Abdi Rahman S.Pd. Dalam kesempatan tersebut wabup Tala menyampaikan bahwa bencana alam merupakan peringatan dari Allah SWT dan hikmah di balik musibah itu adalah menguatnya ukhuwah antar sesama, saling membantu sesama manusia yang sedang tertimpa musibah bencana alam."Semoga Allah SWT melindungi Kabupaten Tanah Laut dari bencana alam,"kata wabup.
     Dalam doa bersama turut di hadiri Kapolres Tala AKBP Sentot Adhi Darmawan, KH Abdurrahman, para pejabat lingkup Pemkab Tala, jajaran TNI dan Polri serta masyarakat.

BUPATI TANAM PADI DI JEJANGKIT
     INFO TALA - Untuk menuju Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2018 yang di pusatkan di Desa Jejangkit Kabupaten Barito, bupati Tala H.Sukamta bersama forkopimda Tala, kepala SKPD terkait, pihak lain seperti perbankan, Selasa (9/10) kemarin bertolak ke Desa Jejangkit guna menanam padi.
     Kabupaten Tanah Laut turut berpartisipasi HPS Itu dimana ikut serta menanamn padi. Kabupaten Tanah Laut sendiri mendapatkan alokasi lahan seluas 4 hektar. Total lahan untuk prgram HPS 2018 sendiri seluas 4.000 hektar. Bupati Tala H. Sukamta mengatakan, ini adalah bukti kekompakan kepala daerah di Kalimantan Selatan, kedepannya kerjasama dalam bidang pertanian antara Kabupaten Barito Kuala dengan Kabupaten Tanah Laut akan terus di tingkatkan.
     Lahan basah di Desa Jejangkit merupakan lahan basah dan jenis padi yang cocok di tanam adalah varitas padi Inpara 2. Jenis padi ini sangat cocok untuk lahan sawah asam, dengan pola tanam tugal.Tidak kurang dari 40 unit alat berat eksavator di kerahkan ke Desa Jejangkit untuk mengolah lahan gambut Asam menjadi areal persawahan. Puncak HPS sendiri di rencanakan akan di hadiri presiden RI Joko Widodo pada tanggal 18 Okotober 2018.Persetala Tumbangkan Persesam Sampit
     Lewat ajang Liga III Zona Kalimantan, tim Persetala dapat menaklukan tim dari kesebelasan Persesam Sampit Kalimantan Tengah dalam adu laga si kulit bundar di stadion Pertasi Kencana, Rabu (10/10) sore kemarin. Dengan demikian Persetala di nyatakan juara pada Liga III Zona Kalimantan tersebut dengan skor 4 : 1.Pada pertandingan sebelumnya, Persetala mengalami kekalahan dari Persesam Sampit dengan skor 0:1 di Stadion 29 Nopember Sampit sepekan yang pekan lalu.Wasit Yudi Rahmanto asal Situbondo yang memimpin pertandingan ini, pada menit awal harus ekstra teliti karena Persetala mengalami gempuran serangan, dan membuat pertahanan belakang pemain Persetala sempat di buat kesulitan untuk mematahkan jalannya bola, namun tidak mendapatkan goal.
     Pelatih Persetala Edy Porwanto yang juga ketua KONI Tala harus berteriak, manakala melihat anak asuhnya mendapat serangan-serangan dari musuh, terutama kepada kapten Persetala M Irsat untuk berhati-hati. Teriakan Edy tentu menjadi perhatian pemain Persetala yang semuanya asli warga Tanah Laut tanpa ada pemain sewaan.Persembahan manis pun di hasilkan pemain Persetala, di menit ke 12 pemain Persetala Very Sandria bernomor punggung 9 berhasil membobol gawang Persesam Sampit yang di jaga M Zulpikar. Melihat perjuangan Persetala yang berhasil,  para pemain Persesam di bawah pelatihnya Farhan pun bangkit.
     Ahmad Subekti  kembali mencetak gol ke gawang Persesam pada menit 17 dan 33. Hingga akhir babak pertama, skor 3 0 di raih Persetala.Peluit tanda berakhirnya babak pertama di tiupkan wasit Yudi Rahmanto. Di babak kedua, pada menit 46 Persetala harus di kejutkan dengan serangan Persesam Sampit yang berhasil membobol gawang Persetala, sehingga skor berubah 3 1. Pemain Persetala terus bangkit dan di menit 59 menambah gol kembali, sehingga skor menjadi 4 : 1 yang di cetak oleh Ahmad Subekti nomor punggung 18 hingga sampai berkhirnya pertandingan.
     Usai pertandingan pelatih Persesam Sampit Farhan mengakui kekalahan yang di alami timnya, namun pihaknya memberikan catatan kepada pihak wasit dan hakim garis masih di anggap kurang professional."Wasit dan hakim garis tidak seimbang," ucapnya.Selain itu, faktor kelelahan juga menjadi alasan, karena pertandingan di Kota Pelaihari ini pertama kali, dan dengan jarak tempuh cukup jauh."Kami malam hari datang, besok langsung bertanding," jelasnya.
     Sementara itu, pelatih Persetala Edy Purwanto sangat bersyukur atas kemenangan luar biasa yang telah anak-anak asuhnya. Ini juga merupakan kemenangan warga Tala. Pihaknya juga tidak menjadi eforia atas kemenangan ini, tetapi kedepan terus meningkatkan kualitas pemain dan memacu lagi skill para pemain, Sebab, Persetala memiliki seratus persen pemain lokal, tentu laga ke depan akan lebih sulit bersaing di Liga 3 Nasional, terutama pemain dari pulau Jawa.
"Kita ingin menjadi pilar dunia sepakbola untuk menghadirkan pemain lokal," tutupnya.


INFO TALA KAMSI, 11 OKTOBER 2018 INFO TALA KAMSI, 11 OKTOBER 2018 Reviewed by Unknown on 7:03 PM Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.