Operator Web: Muhammad Nasir Dan Joko Aprianto
- · LANJUTAN MEDIAN JALAN TUNGGU BALAI JALAN MENYAMBUNGNYA
- · SELIPKAN PISAU DIDINDING HINDARI PEMERIKSAAN
- · KENALI CIRI MOBIL LEWAT GORESAN DIBAMPER BELAKANG
- · HALAMAN STADION PERTASI KENCANA RAMAI BERBAGAI KOMUNITAS
- · TALA DIHAMPIRI ROMBONGAN KIRAB PEMUDA
LANJUTAN MEDIAN JALAN TUNGGU BALAI JALAN MENYAMBUNGNYA
INFO TALA - Median jalan
yang sekarang ini hanya sepanjang kurang lebih 5.00 meter bertenggger di
tengah-tengah Jalan A.Yani, dari Tugu PKK hingga sampai samping kanan kantor
Kodim 1009 Pelaihari, tinggal menunggu Balai Jalan Provinsi Kalsel untuk
melanjutkan sisanya sepajang kurang lebih 1,8
km hingga sampai ke Tugu Simpang 3 SPBU Angsau.Namun belakangan ini
keadaan beton median Jalan A.Yani tidak jauh dari markas Kodim 1009 Pelaihari
(Depan Jalan Berkat) mengalami kerusakan, di duga hancurnya beton median jalan
itu di tabrak oleh truk.
Kerusakan median jalan tersebut menjadi
kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tanah
Laut di bidang Bina Marga yang melakukan maintenance (perawatan) atas
kerusakannya. Kerusakannya tidak terlalu parah, namun jika di biarkan cukup
membahayakan pengguna jalan lantaran ada beberapa beton berbentuk segi empat
tersebut terlepas walau berada nempel dengan beton lainnya yang tidak rusak.Informasi
di himpun pada warga sekitar menyebutkan kerusakan beton median jalan di
tabrak oleh sebuah truk di waktu subuh.Atas
kerusakan beton median jalan tersebut, bidang Bina Marga DPUPRP Tala pun ambil
reaksi cepat melakukan perbaikan, al hasil kondisi beton-beton median jalan
yang rusak pun kembali normal. Hanya saja lampu yang di pasang di sudut median
jalan tidak ada lagi, padahal oleh Bina Marga telah terpasang yang funsinya
sebagai tanda ada median jalan bagi arus lalu lintas pada malam hari.
Rabu (24/10) kemarin Kepala Bidang Bina
Marga Mirza Fazrina mengatakan, memang awalnya untuk aset merupakan kewenangan
Balai Jalan Provinsi Kalsel karena itu merupakan jalan nasional.Lantas apa ada
rencana untuk melanjutkan median jalan tersebut
?Menurut Mirza, untuk kelanjutan kabarnya masih terkendala dana di Balai
Jalan provinsi Kalsel, sehingga kelanjutan penambahan median jalan pun bertahap
di teruskan karena aset belum di serahkan ke provinsi, dan dengan meminimalkan
dana daerah sehingga kerusakan tersebut kewenangan daerahlah yang
memeliharanya."Dengan median yang sudah ada sebenarnya seyogianya oleh
Balai Jalan dapat melanjutkan median jalan hingga sampa ke Tugu SPBU Angsau,
disamping juga masih menunggu intruksi dari bupati Tala agar adanya estetika
kota,"kata Mirza.
Ia menambahkan, asetnya sendiri adalah
pinjam pakai dengan Balai Jalan,seharusnya mereka menganggarkan kembali atas
lanjutan median jalan tersebut karena kalau daerah yang berperan, dana daerah
sendiri terbatas, akan tetapi sejauh ini belum ada respon dari Balai Jalan.
Memang ada kabar di wacanakan pada tahun 2019 atau 2020 lanjutan median jalan
di teruskan.Sementara itu Jali warga sekitar Jala A.Yani menuturkan, keberadaan
median jalan jelaslah sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan raya.
Beberapa warga sekitar pun kadang mempertanyakan kenapa pemasangan median jalan
tersebut tidak tuntas sampai simpang Tugu SPBU Angsau, terkesan pengerjaan yang
tanggung alias tidak selesai. Padahal jika selesai sampai simpang Tugu SPBU
Angsau pemandangan memasuki kota Pelaihari jadi indah karena pasti di tengah-tengah
median jalan di pasang lampu-lampu hias berikut dengan tanaman hias pula.
Atas aspirasi warga, bupati Tala H.Sukamta
di konfirmasi usai melepas pawai kirab pemuda 2018 di halaman stadion Pertasi
Kencana Pelaihari mengatakan, terhadap median jalan memang akan di selesaikan hingga
simpang Tugu SPBU Angsau."Tahun ini tidak mungkin untuk di kerjakan karena
waktunya tidak memungkinkan, dan mungkin di tahun depan. Mengenai anggarannya
mungkin nanti bisa sharing dengan Balai Jalan Provinsi dan APBD Tanah Laut,"kata
bupati.Saat ini Jalan A.Yani yang belum ada median jalannya sudah lebar kurang
lebih 8 meter.
SELIPKAN PISAU DIDINDING HINDARI PEMERIKSAAN
INFO TALA - Aksi untuk
berkelit kalau dirinya tidak membawa senjata tajam jenis pisau dilakukan
Hurpani warga Pelaihari, saat ia tengah berada bersama sejumlah pemuda lainnya
di sebuah warung malam di Jalan A.Yani Desa Ambungan Rt 8 Kecamatan Pelaihari,
dirinya tidak bisa mengelak manakala saat adanya patroli rutin dari Polres Tala
sekitar pukul 18.30 wita, pada Rabu (10/10) lalu, ia kedapatan membawa senjata
tajam, namun senjata tajam itu ia selipkan di dinding dekat rak minum samping
toples warung minum malam tersebut.
Kabag Ops Polres Tala Kompol Fuzab
Arianto, Rabu (24/10) kemarin dalam keterangan persnya mengatakan, sejumlah
anak-anak muda di warung malam tersebut gerak geriknya mencurigakan, dan benar
saja setelah dilakukan penggeledahan di temukan senjata tajam jenis pisau yang
di selipkan di dinding.“hal itu karen pemilik warung saat di tanyakan pisau
milik siapa, maka kepmilikan pisau mengarah ke Hurpani, pelak di jerat pasal 2
ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman paling lama 5 tahun,”kata
Kabag Ops.
Sementara pengakuan Hurpani, ia membawa
pisau tersebut untuk menjaga diri dari ancaman bahaya.Pisau yang lengkap dengan
sarungnya berwarna hitam sepanjang 18 cm itu pun kini menjadi barang bukti untuk
proses hukum lebih lanjut.“untuk menciptakan suasana yang aman, Polres Tala
terus intens melakukan patroli, karena sekarang sudah ada Satgas Anti
Premanisme, maka di setiap sudut-sudut keramaian atau pada lokasi-lokasi yang
di anggap rawan aksi premanisme di lakukan patroli dan bahkan mungkin melakukan
penyamaran oleh anggota,”tutup Kabag Ops.
Sementara itu reskrim Polres Tala juga
berhasil mengamankan 3 orang pelaku pengeroyokan. Aksi pengeroyokan dalam
pengaruh mabuk minuman keras tersebut terjadi cek cok mulut atas persoalan
lama. Pengeroyokan terjadi di pasar Tuntung Pandang Pelaihari sekitar pukul 16.30
wita pada bulan September lalu.Tersangka Purna Irawan warga Jalan Pintu Air
Pasar Tapandang Berseri Rt 24 Kelurahan Pelaihari harus berusan dengan Polisi.
Awalnya Hasbuan sebagai korban beserta dua
orang lainnya M.Syarif Hidayatulah sedang mabuk. Korban terlibat cek cok mulut
dengan Syarif dan Syarif langsung memukul dengan sebilah kayu balok 5x5 cm dan
panjang 90 cm serta menendang korban hingga sampai terjatuh. Melihat keadaan
tersebut Purna Irawan pun ikutan memukul korban. Korban pun mengalami pendarahan
hebat di bagian hidung dan tidak terima atas perlakuan yang ia dapat, sehingga
melaporkanya ke Polisi.
Maka pada hari Sabtu (20/10) lalu Polisi
sekitar pukul 23.00 wita, pelaku dapat di tangkap dan di proses lebih lanjut.
Barang bukti kayu balok pun menjadi saksi atas aksi pengeroyokan tersebut. Aksi
pengeroyokan para pelaku di jerat pasal 170 KUHP dengan ancaman paling lama 7
tahun penjara.Dari hasil operasi Polres Tala unit Satnarkoba berhasil
mengungkap dan mengamankan 5 pelaku narkoba jenis sabu-sabu. Mereka yakni
Pu’sai warga Jalan Karang Jawa Rt 004/002 Kelurahan Karang Taruna Kecamatan
Pelaihari dengan barang bukti sabu seberat 0.10 gram dalam plastik klip, satu
unit ranmor Suzuki Smash warna biru DA 4788 LH, dan 1 HP. Kemudian pelaku Aris
warga Desa Ranggang Rt 10 Kecamatan Takisung dengan barang bukti paket sabu
seberat 0,17 gram, uang Rp 100.000, dan HP.
Pelaku lainnya Dadang warga Jalan Abdul
Muntalib II Rt 3/1 Desa Padang Kecamatan Bati-Bati dengan barang bukti paket
sabu seberat 0,50 gram, sepeda motor Honda revo warna merah DA 2060 JR, 1 buah
HP, 1 pipet kaca, dan kertas timah rokok. Pelaku terakhir yakni Fitriyadi warga
Komplek Takisung Permai Gang Duren Rt 9/4 Kelurahan Karang Taruna dan M.Faisal
warga Jalan Niaga Gang Baru Rt 13/4 Kelurahan Pelaihari dengan barang bukti
sabu dalam plastik klip seberat 0,15 gram, uang tunai Rp 400.000, Honda Scopy DA
6035 LAZ warna merah, 2 buah HP, 5 sedotan plastik putih yang di potong miring,
1 pipet kaca, 1 bong dari kaca, 11 lembar plastik klip transparan.
Kesemua pelaku di jerat dengan pasal 114
ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan
ancaman kurungan penjara 5 tahun penjara.Hasil ungkap kasus senjata tajam,
pengeroyokan dan narkotika tersebut di sampaikan pada Rabu (24/10) dalam
kegiatan pres release Polres Tala dalam bingkai “Journalist Day”.
KENALI CIRI MOBIL LEWAT GORESAN DIBAMPER BELAKANG
INFO TALA - Beruntung
bagi Sapawi warga Desa Muara Asam-Asam Rt 2 Kecamatan Jorong, mobil miliknya
yang di salah gunakan atau di gelapkan dapat ia temukan kembali setelah selama
1 pekan menghilang. Aksi penggelapan mobil ini pun lantas du laporkan Sapawi ke
Polsek Jorong. Laporan kehilangan mobil pun di respon cepat oleh unit reskrim
Polsek Jorong dan melakukan pelacakan.
Sapawi dapat mengenali ciri-ciri mobilnya
dari adanya goresan di bagian bemper bawah belakang, dan saat itu mobil memang
dalam posisi ke kempesan ban di daerah Sungai Danau Kabupaten Tanah Bumbu, dan
bersama jajaran Polsek Jorong pelaku penggelapan pun dapat di ringkus.
Tiga orang pelaku penggelapan yakni Sahrir
warga Jalan Elang Lambaselo Rt 2/7 Kelurahan Sungguminasi Kecamatan Somba Apu
Kabupaten Gowa Sulsel, Lutfi January warga Jalan Rawasari Gang XI nomor 13/8 Rt
55 Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjamasin Tengah,Kota Banjarmasin, dan
Akhmad Rida Moorcy warga Jalan Sutoyo S Komplek Wildan Rt 03 Kecamatan
Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin pun ketiganya harus meringkuk di ruang sel
Polres Tala.
Awalnya, cerita dari Sapawi saat berada di
Polres Tala, Rabu (24/10) kemarin menuturkan, sahabatnya Jaini meminta
kepadanya karena temannya bernama Sahrir mau merental mobil Toyot Avanza warna
silver metalik DA 1972 LB. Korban tidak kenal dengan yang namanya Lutfi dan
Akhmad Rida Moorcy. Kemudian Sahrir bersama bersama Akhmad dan korban pun
menyerahkan kunci mobil. “sempat di tanyakan mau kemana merental mobil, dan di
jawab Sahrir mau belanja ke Banjarmasin, dan besok pasti di kembalikan, padahal
mobil tidak untuk di rentalkan, namun karena sahabat dan percaya tidak mungkin
untuk macam-macam,”kata Sapawi.
Ia menambahkan, ternyata mobil tak kunjung
datang selama 1 pekan, maka melaporlah ke Polsek Jorong.Melihat gelagat adanya
unsur penggelapan mobil, unit reskrim Polsek Jorongg di bawah pimpinan Aiptu
Supian Noor pun begerak. Al hasil, pada hari Sabtu (13/10) lalu sekitar pukul
23.40 wita ada tercium bahwa keberadaan mobil di Desa Sungai Danau Kecamatan
Satui Kabupaten Tanah Bumbu dan saat itu tengah parkir lantaran salah satu
bannya mengalami kempes.Tanpa basa-basi lagi, unit reskrim Polsek Jorong pun
langsung bergerak dan berhasil menangkap ke tiga pelaku berikut membawa mobil
Sapawi ke kantor Polsek Jorong guna
proses lebih lanjut.
Namun sayangnya tutur Sapawi, salah satu
ban mobilnya sudah di ganti, kemudian Audionya pun sudah tidak ada lagi.Pengakuan
Sahrir si pelaku, baik ban maupun audio sudah mereka jual ke wilayah Samarinda
Kalimantan Timur. Untuk audio di jual seharga Rp 300.000. Selain itu pada nomor
plat juga di ganti palsu menjadi KT 1223 SH.Sementara itu Kabag Ops Polres Tala
Kompol Fauzan Arianto membenarkan, dan kepada pelaku di jerat dengan pasal 372
Jo 55 KUHP atau psal 378 Jo 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.
Terhadap mobil milik Sapawi pun oleh
Wakapolres Tala Kompol Ade Nuramdani menyerahkan kunci mobil kepada Sapawi.“ini
merupakan program take and give, jadi bagi barang bukti hasil ungkap kasus
curanmor, jika sesuai dengan data dukung atau surat-surat kendaraan dari
pemiliknya, maka barang pun di serahkan, dan di jamin 100 persen tanpa biaya
apapun,”kata Wakapolres.
HALAMAN STADION PERTASI KENCANA RAMAI BERBAGAI KOMUNITAS
INFO TALA - Halaman
stadion Pertasi Kencana Pelaihari, Rabu (24/10) kemarin ramai di datangi kaum
muda dari berbagai organisasi dan dengan kostum organisasinya masing-masing,
termasuk pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Baik grup pencak
silat, mahasiswa, grup sanggar tari, pramuka dan lain sebagainya. Mereka para
organisasi pemuda selanjutnya melaksanakan pawai Budaya dalam rangka Kirab
Pemuda tahun 2018, dimana titik singgahnya salah satunya di Kabupaten Tanah
Laut.
Kirab Pemuda 2018 singgah di tanah laut
dilaksanakan dari tanggal 23 sampai dengan 27 Oktober 2018. Kirab Pemuda
sendiri dilaksakan selama 73 hari melewati 34 provinsi di Indonesia. Pawai
budaya tersebut di ikuti 29 kelompok
peserta dari pelajar hingga organisasi-organisasi pemuda. Kegiatan tersebut di
hadiri Menteri Pemuda dan olahraga di wakili Asisten Deputi Olahraga Pendidikan
Almah Hudri, Gubernur Kalimantan Selatan di wakili Staf Ahli bidang ekonomi
pembangunan Gusti Burhanuddin, Ketua DPRD Tanah Laut Hermanto, dan Forkopimda
Tanah Laut.
Bupati Tala H.Sukamta sebelum melepas
pesera pawai kirab pemuda mengatakan, kami menyambut gembira Tanah Laut menjadi
titik kirab pemuda. Kegiatan kirab tentu jadi pemicu semangat pemuda-pemudi untuk
terus bersatu, memberikan wahana ke Bhinekaan, kebebasan, persamaan, persaudaraan,
dan persatuan para pemuda. "kirab budaya lebih mengenalkan budaya kita
yang sangat beragam kepada generasi muda,"kata bupati.
Sementara staf ahli bidang ekobang
provinsi Kalssl Gusti Burhanudin mengatakan, sebagai titik singgah kirab pemuda
berharap dapat lebih mengenalkan dan menunjukkan bahwa Kalsel adalah daerah
yang aman dan nyaman untuk di kunjungi.
Hal senada di utarakan deputi olahraga
pendidikan Almah Hudri mengatalan, kegiatan kirab sebagai langkah merekam jejak
positif pemuda pendahulu kita, maka dari itu pemuda harus berani, bersatu. "Mari
gali dan persatukan kembali Indonesia, tidak boleh ada lagi aku, ataupun kami,
tapi harus kita Indonesia,"kata Almah.Peserta kirab inti terdiri dari
perwakilan pemuda pemudi 34 provinsi se Indonesia, 10 organisasi kepemudaan
tingkat pusat, 1 orang pemuda dari titik start Sabang, dan 5 orang pendamping.
TALA DIHAMPIRI ROMBONGAN KIRAB PEMUDA
INFO TALA - Rombongan kirab pemuda 2018 tiba di Kabupaten
Tanah Laut, dan mereka di sambut bupati Tanah Laut H.Sukamta. Penyambutan
dilakukan di gedung Balairung Tuntung Pandang, Selasa (23/10) malam.Bupati Tala
saat penerimaan kirab Pemuda mengatakan, selaku pimpinan daerah dan juga
seluruh masyarakat Tanah Laut mengucapkan selamat datang di Bumi Tuntung
Pandang ini. "kami sangat berbahagia dan berbangga Kabupaten Tanah Laut
menjadi wilayah yang di lewati kirab pemuda Indonesia, tentunya kirab pemuda
adalah perjalanan napak tilas ke Bhinekaan dalam mendirikan dan membangun NKRI
yang melintasi seluruh provinsi di Indonesia,"kata bipati.
Di Kabupaten Tanah Laut sendiri tambh
bupati, ke Bhinekaan sangat terlihat, daerah yang memiliki luas wilayah daratan
mencapai 3.631,35 KM2 atau 3636.135 hektar atau 9,17 persen dari luas wilayah
Kalsel, terdiri dari 11 kecamatan yang terbagi dalam 128 desa dan 5 kelurahan.
Memiliki penduduk yang sangat beragam dari suku bangsa, tidak hanya suku
Banjar, tetapi juga dari suku Dayak, Jawa, Sunda, Bugis dan lain sebagainya.
Pada penyambutan di hadiri Forkopimda
Kabupaten Tanah Laut, Asisten Deputi
Olahraga Pendidikan Kementerian Pemuda dan Olahraga, para kepala SKPD lingkup
Pemkab Tala, kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut.
KEPENGURUSAN FKUB DILANTIK
INFO TALA - Kepengurusan
Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanah Laut sebagai organisasi
yang di dalamnya duduk dari kalangan berbagai agama dan dengan masa bakti 2018
sampai 2023 telah di kukuhkan dan di lantik bupati Tala H.Sukamta.Pengukuhan
dan pelantikan oleh bupati Tala, Rabu (24/10) di aula kantor Kementerian Agama
Tanah Laut.
Selesai mengukuhkan dan melantik kepengurusan
pengurus FKUB, bupati Tala H.Sukamta menekankan, bahwa pengukuhan tentunya
bukanlah hanya sekedar seremoni semata, tetapi ada hal yang jauh lebih penting
lagi adalah sebuah amanat sebagai pengurus FKUB sesuai dengan surat keputusan
bupati, bahwa ada tugas mulia namun berat bagi pengurus FKUB yakni adalah
sosialisasi segenap peraturan undang-undang yang mengatur tentang kerukunan
umat beragama di Kabupaten Tanah Laut."Memberikan pertimbangan bagi kepala
daerah di dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan pembinaan kerukunan
umat beragama, dan yang tidak kalah pentingnya melakukan pembinaan secara terus
menerus agar kerukunan umat beragama yang sudah tebangun dengan sangat baik di
daerah ini agar tetap terjaga, dan semakin erat ikatan persaudaraan antara umat
beragamanya,"kata bupati.
Drs.H.Makmun, adalah saat ini sebagai
ketua FKUB Tanah Laut selama 5 tahun kedepan, dan ia adalah peyuluh agama islam
Kecamatan Pelaihari di bawah naungan Kemenag Tala.Dalam pelantikan dan
pengukuhan turut pula di hadiri Forkopimda Tanah Laut, H.Mirhan ketua FKUB
Provinsi Kasel, kepala kantor Kementerian Agama Tanah Laut yang di wakili
beserta jajarannya, para pengurus FKUB kecamatan se Kabupaten Tanah Laut,
Polres Tala yang di wakili, Kodim 1009 Pelaihari yang di wakili, serta
Kejaksaan Negeri yang di wakili.
DWP DIMINTA BERIKAN KONTRIBUSI NYATA BAGI DAERAH
INFO TALA - Penasehat I
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tala Hj. Nurul Hikmah Sukamta menekankan, sebagai anggota DWP, dimana suami kita
bekerja untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Tanah Laut tentunya sebagai
istri harus ikut membantu dalam mewujudkan visi dan misi tersebut melalui
organisasi ini, demikian hal tersebut di sampaikan pada saat pertemuan rutin bulanan DWP Kabupaten Tanah Laut, Rabu
(24/10) kemarin di aula Balai Diklat Loka Bina Praja Pelaihari.
Hj. Nurul Hikmah Sukamta menambahkan,
seluruh anggota dan pengurus tetap semangat dalam menjalankan DWP Kabupaten
Tanah Laut, jaga terus kekompakan antar anggota saling mengingatkan apabila ada
kekurangan. semoga dengan segala usaha selama ini dapat memajukan organisasi
dan juga bisa membantu dalam memajukan Bumi Tuntung Pandang.
Hal senada di utarakan Ketua DWP Kabupaten
Tanah Laut berterima kasih dan penghargaan setinggi -tingginya kepada seluruh
pengurus dan anggota DWP Kabupaten Tanah Laut atas segala dedikasinya dalam
rangka memajukan DWP Kabupaten Tanah Laut menjadi jauh lebih baik dan
memberikan kontribusi nyata untuk Tanah Laut.Pertemuan rutin di hadiri
penasehat II DWP Yati Oktaviana Abdi Rahman.
INFO TALA KAMIS 25 OKTOBER 2018
Reviewed by Unknown
on
6:07 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:07 PM
Rating:



No comments: