- 14 Pekerjaan Diblacklist
- Soal 14 pekerjaan Diblacklist : Inspektorat Sudah kirimkan Rekomendasi Ke Dinas PU
- Polici Goes To Campus Satlantas Gandeng Masuk kampus
- PABAHANAN USULKAN EMBUNG
- 5 PEKERJA TEWAS TERTIMBUN TANAH GALIAN
14 Pekerjaan Diblacklist
Langkah tegas di ambil oleh Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanhan Tala yang tanpa pandang bulu
memblacklist 14 paket pekerjaan di tahun anggaran 2016 kemarin.
Atas adanya black list tersebut
sudah jelas hasil pekerjaan yang telah di gariskan, dan selanjutnya kepada
kontraktor yang di nyatakan black list otomatis selama 2 tahun kedepan tidak di
perkenanakan atau tidak boleh mengikuti proses lelang atau pekerjaan di
Kabupaten Tanah Laut, dan bahkan di daerah mana saja kendati dalam 1 orang
memiliki 2 atau 3 CV atau PT, karena namanya dan orangnya pasti terdeteksi saat
black list kepada yang bersangkutan.
Plt kepada dinas pekerjaan umum,
penataan ruang dan pertanahan Muhardin, selasa (7/2) kemarin mengatakan, untuk
penurunan kualitas pekerjaan memang tidak ada, akan tetapi volume-volume yang
harusnya terpenuhi misalnya 100 persen itu di tawar hanya 70 persen, sehingga
pada saat pelaksanaan maka berkutat pada 70 persen itu yang bias dilaksanakan.
Lebih lanjut Muhardin
menambahkan, atas blacklistnya 14 paket pekerjaan itu estimasinya harus meminta rekomendasi dari inspektor
selaku pengawas internal dinas PU , pendek kata melporkan kepada insprekrorat terhadap 14 penyedia pekerjaan yang blacklist
tersebut.
Ke-14 paket pekerja yang di black
list dinas PU ditahun 2016 lalu yakni terdiri dari bidang cipta karya dan jasa
Konstruksi 2 pekerjaan, yakni Rehabilitasi gedung Polres Tala dengan nilai
kontrak Rp 1,7 miliar rupiah (95,56%) dan pembangunan sarana dan pra sarana lapangan
sepak bola Brigjen H Hasan Basri dengan
nilali kontrak Rp 1,4 miliar rupiah (95,57%). Bidang sumber Daya air ada 3
pekerjaan, yakni melanjutkan normalisasi sungai Panjaratan Kecamatan Pelaihari
dengan nilai kontrak Rp 3,8 milliar rupiah (76,81%). Normalisasi waduk Takisung
I Desa Banua Tengah dengan nilai kontrak Rp 4,2 milliar rupiah (78,85%), dan
Rebab jembatan penyebaran Desa Kunyit Kecamatan Bajuin dengan nilai kontrak Rp
400 juta rupiah (72,61%), pada Bidang Bina Marga ada 9 pekerjaan, yakni pembangunan jembatan
box curvet Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan dengan nilai kontrak Rp 600
juta rupiah (86,73%), pembangunan jembatan box curvet Desa Asam Jaya Kecamatan
Jorong nilai kontrak Rp 500 juta rupiah (82,82%), pembangunan jembatan box curvet
Rt 3,4,9 Telaga Langsat Kecamatan Takisung nilai kontrak Rp 500 juta rupiah
(81,51%), peningkatan jalan Desa Tanjung
nilai kontrak Rp 250 juta rupiah (73,88%), Rehab atau pemeliharaan jalan
Sungai Riam Kampung Baru I (ruas 44) nilai kontrak Rp 10 milliar rupiah
(95,78%), pembangunan box curvet Desa Paggatan Besar Kecamatan Takisung nilai
kontrak Rp 261 juta rupiah (54,04%), pembangunan akses jalan pendukung tanam
teknologi pertanian nilai kontrak Rp 546 juta rupiah (50,88%), pembangunan
jembatan box curvet Desa Damar Lima Kecamatan Batu Ampar nilai kontrak Rp 293
juta rupiah (35,00%), dan pembangunan jembatan box curvet Desa Jorong nilai
kontrak Rp 274 juta rupiah (79,80%).
Selasa, 8 Feb 2017
Soal 14 pekerjaan Diblacklist
Inspektorat Sudah kirimkan Rekomendasi Ke Dinas PU
Setelah di berikan blacklist oleh Dinas Pekerjaan Umum, penataan Ruang dan
Pertanahan Kabupaten Tanal Laut kepada 14 kontraktor yang melakukan pekerjaan
di anggap tidak beres di tahun 2016 lalu, dimana masing-masing pada bidang Cipta
Karya dan Jasa Kontruksi ada banyaknya 2 pekerjaan yakni rehanilitasi gedung
Polres dan pembangunan sarana dan pra sarana di lingkungan sepak bola H basri.
Pada bidang sumber daya air ada 3 pekerjaan yakni lanjutan normalisasi sungai
Pajaratan Kecamata Pelaihar, normalisasi
waduk bendungan I Desa Banua Tengah Kecamatan Takisung, dan rehab jembatan Desa
Kunyit Kecamatan Bajuin. Pda bidang bina marga ada 9 pekerjaan yakni
pembangunan jembatan box curvet di Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan,
Desa Asam Jaya dan Desa Jorong Kecamatan Jorong, dan Desa Pagatan Besar
Kecamatan Takisung, Desa Damar Lima Kecamatan Batu Ampar, dan pembangunan
jembatan box curvet di Rt 3,4 dan 9 Desa Telaga Langsat kecamatan Takisung,
peningkatan jalan Desa Tanjung, rehab atau pemeliharaan jalan Sungai Riam
kampung Baru (Ruas 44), serta pembangunan akses jalan pendukung taman teknologi
pertanian di Tanah Laut.
Selanjutnya dinas PU telah berkoordinasi dengan Inspektoret Kabupaten Tanah
Laut guna menerbitkan rekomendasi atas 14 pekerjaan yang di blacklist tersebut.
Kepala Inspektorat Kabupaten Tanah Laut Syahransyah,SH, Rabu (8/2) kemarin
mengatakan, memang ada dinas PU meminta untuk di terbitkan rekomendasi kepada
rekanan yang di blacklist dians PU.
“rekomendasi tidak serta merta di terbitkan, karena dari Inspektorat
sendiri ada tim yang bertugas melakukan pengecahan berkas yang di blacklist dan
cek ke lapangan guna melakukan auidt,” jelasnya.
Ia menambah, hasil dari audit di lapangan memeng kondisinya real apa yang
disampaikan dinas PU, setalah tim melakukan cek fisik, dan yang selanjutnya
memberikan blacklist adalah dinas terkait, sementara hasil rekomendasi yang
telah di terbitkan tembusannya di sampaikan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan
barang adan jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta serta Unit Layanan Pengadaan
(ULP) Kabupaten Tanah Laut.
Atas adanya blacklist terhadap 14 rekanan tersebut, meraka selama 2 tahun
tidak dibolehkan mengikuti proses tender kembali di Kabupaten Tanah Laut.
Syahransyah menambahkan, dari 14 rekomendasi yang di ajukan dinas PU baru
ada 2 rekomendasi yang telah di terbitkan yakni pada bidang sumber dana air,
selanjutnya terhadap sisanya masih dalam proses, katanya.
Kamis, 9 Feb 2017
Polici Goes To Campus
Satlantas Gandeng Masuk kampus
Siapapun pasti tidak menginginkan
terjadinya sebuah kecelakaan, baik di darat, laut maupun udara. Factor
keselamatan manusia salah satunya adalah dari peralataan seperti kenderaan roda
dua maupun roda empat ketika berada dijalan raya, di samping memperhatikan
rambu-rambu lalu lintas.
Sejalan dengan itu, satuan polisi
lalu lintas polres tala menggandeng sebuah dealer sebagai produk kenderaan roda
dua, kamis (9/2) kemarin melaksanakan program police goes to campus, dan kampus
politeknik negeri pelaihari lah yang menjadipusat sasaran kegiatan ini.
Pada kegiatan itu, materi tentang
lalu lintas disajikan oleh kasat lantas polres tala Akp irwan Kurnadi di
hadapan mahasiswa poltek tala.
Beragam
pertanyaan di seputar lalu lintas di lontarkan oleh nara sumber, dan yang
berhasil menjawab pertanyaan maka diberikan door prize, termasuk pertanyaan
dari pihak dealer yang langsung dihadiri general sub manager dealer pelaihari
Edy Porwanto,SE. kegiatan police goes to campus yang lainnya yakni melakukan
test drive dengan menggunakan roda dua.
Sebelumnya, para mahasiswa ini di
berikan materi tentang apa arti dari ketika petugas satlantas di lapangan
meniup peluit, karena dari tiupan peluit tersebut memiliki arti, agar supaya
pengguna jalan dapat selamat dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang
lain ketika berada di jalan raya.untuk mengasah kemahiran mahasiswa dalam berkendara,
maka dilakukan kegiatan safety raiding, yakni melintas rintangan dengan cara
berjalan zig-zag. Menurut Gusti Muhammad Safarinidiansyah mahasiswa poltek tala
jurusan otomotif mengatakan, bahwa ia merasakan manfaat pengalaman dari ilmu
tentang lalu lintas, pendek kata pengalaman besar baki mereka.
“diakui baru ini pertam kali
kegiatan satlantas masuk ke kampus dengan berbagai ilmu tentang ke
lalulintasan,”terangnya.
Sementara
itu kasat lantas polres tala akp irwan kurnadi mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk
lebih memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bagaimana cara aman dalam
berkendara, dan sifatnya di sini untuk menekan angka lakalantas di tanah laut.
“kecenderungan anak muda suka
ugal-ugalan saat jalan raya, sebenarnya yang namanya ugal-ugalan simana saja
pasti ada, namun melihat tingginya angka laka lantas di tala, maka di
lakukannya kegiatan ini, agar mahasiswa tahu kalu angka kecelakaan tinggi, maka
dari itu untuk berhati-hati saat berkenderaan,”jelas Irwan. Kegiatan ini akan
terus dilakukan kontinyu dengan lokasi yang berbeda-beda, tidak menutup
kemungkinan sampai kesekolah-sekolah.
Jum’at 10 Feb 2017
PABAHANAN USULKAN EMBUNG
Seiringnya terjadi banjir yang
kerap terjadi saat musim penghujan bagi warga kelurahan pabahanan yang
berdekatan dengan sungai tabanio, menimbulkan luapan air dari sungai tersebut
ke lahan sawah milik petani. tanaman petani yang terendam air hujan ini, dalam waktu
lama bias berakibat mati. Pihak
kelurahan pabahanan berencana embuat embung di wilayah kelurahan pabahanan,
selain antisipasi luapan air juga dimaksudkan membuka peluang usaha warganya.
Lurah pabahanan wisnu kuntarto
S.STP saat bertemu saat bertemu Tuntung
Pandang FM kamis 9 Februari 2017 , mengatakan akan merencanakan di wilayahnya
membikin embung.
“Embung tersebut menjadi
alternative bagi warga. Rencana pembikinan embung ini supaya petani ada
sampingannya juga selain bertani bias juga memanfaatkan embung tersebut menjadi
tempat tambak ikan, “ujarnya.
Menurut Wisnu Kuntartor S.STP rencana pembikinan embung ini baru
diusulkan ke pihak Dinas PU Kabupaten Tanah Laut. “untuk lahan yang akan kita
rencanakan untuk embung merupakan lahan milik kelurahan pabahanan. Selain
berguna nantinya untuk ternak ikan kan bias juga untuk mengalihkan sebagian air
sungai tabanio dan bias menampung semoga saja bias tidak terjadi banjir untuk
kedepannya. Selama ini permasalahan banjir di wilayah pabahanan menyebabkan
lahan petani terendam lahan pertaniannya makanya kami berinisiatif untuk
membikinkan embung tersebut,”katanya. (AP)
5 PEKERJA TEWAS TERTIMBUN TANAH GALIAN
Sebanyak 5 orang pekerja di
tambang emas dumping di sebuah lokasi penambangan emas yang disebut warga
lokasi deladak di Desa Bajuin Rt 6 Kecamatan Bajuin tewas setelah kelimanya
tertimbun reruntuhan tanah galian setinggi 10 meter.
Lokasi pertambangan yang berada
dekat dengan kawasan perkebunan kepala sawit itu memang cukup sulit medannya di
tuju.
Kejadian yang menewaskan 5 orang
pekerja tambang emas dumping tersebut terjadi pada rabu malam (8/2) kemarin
sekitar pukul 2:00 wita.
Dari pengamatan di lokasi tambang
emas dumping itu, kamis (9/2) kemarin
memperlihatkan adanya bekas reruntuhan tanah setinggi 10 meter, sejumlah
peralatan alat hisap air dan tempat mengalirkan pasir yang telah di gali serta
peralatan lainnya nampak berserakan, di dipastikan hal itu terjadi karena pada
saat proses evakuasi kelima orang olrh warga sekitar dalam suasana kepanikan .
selain itu sejumlah pondok-pondok untuk tempat berteduh pekerja dan sebagai
tempat beristirahat Nampak kosong.
Lapisan tanah yang runtuh itu
sendiri saat ini masih dalam kondisi labil, dan sewaktu-waktu bergerak kebawah yang di bagian bawahnya
sudah terdapat genangan air seperti sungai yang airnya sangat keruh.
Dua alat dumping yang diletakkan
mengapung di atas air berikut dengan pipa penyalur pasir yang telah di gali
juga masih Nampak berada dalam genangan air.
Lebar galian emas yang berbentuk
lobang mengangga itu berukuran kurang lebih panjang 50 meter dan lebar 50
meter.
Kelima pekerja yang tewas
tertimbun reruntuhan tanah galian tambang emas yakni Noor Ipansyah warga Rt 9,
sarpani Rt 3 , dan abdul sukur Rt 7 ketiganya dari desa bajuin, dan ismail
warga Rt 1 desa tanjung sertan junaidi warga desa kunyit kesemuanya dari
kecamatan bajuin.
Informasi di himpunan sebelum 5
pekerja itu tewas menyebutkan, bahwa seperti biasa para korban bekerja dalam
melakukan penambangan emas sejak pagi hari , kemudian sempat beristirahat saat
siang dan makan siang di pondokan di sekitar lokasi penambang emas. Selepas
magrib, mereka para korban melanjutkan pekerjaan kembali, namun tidak lama di
lobang galian tambang emas mengalami runtuh, sementara posisi mereka berada
tepat di bawah reruntuhan tanah.
Mendengar ad suara gemuruh itulah
, sejumlah pekerja tambang lain atau di lobang lainnya berusaha sekuat tenaga
mencari kelima pekerja yang tertimbun dengan menuruni lobang menggunakan mesin
dumping apung yang ada di dasar lobang berair.
Usaha pencarian korban oleh
pekerja-pekerja lainnya membuahkan hasil, satu per satu mereka di angkat
setelah di gali dengan menggunakan alat gali plus penerangan dari mesin genset.
Atas peristiwa ini, Kapolres AKP
Sentot adi dharmawan beserta kasat reskim AKP Ade papa rihi, serta dari pihak
polsek pelaihari, pada kamis pagi kemarin melakukan pengamatan langsung di
lokasi kejadian.
“saksi-saksi sudah di mintai
keterangan, apakah ada unsur kesengajaan atau murni kecelakaan, soal lokasi
tambang emas illegal, hal tersebut akan koordinasi dengan pemkab tanah laut,
dan kita sarankan untuk di tutup saja, karena kalau di teruskan melanggar
undang-undang dan membahayakan pekerja lainnya,”jelasnya.
Kelima pekerja itupun dimakamkan
di pemakaman umum setempat di desa najuin, dan kasusnya tengah dilakukan
penyelidikan oleh reskim polres tala. Sementara sejumlah barang bukti pun turut
di sita diantaranya yakni selang pipa, peralatan tambang lainnya, dan lokasi tambang
emas illegal itu di pasang police line.
Jum’at, 10 Feb 2017
INFO TALA Jum'at , 10 Febuari 2017
Reviewed by Unknown
on
9:30 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
9:30 PM
Rating:


