Follow Us




INFO TALA Jum'at , 10 Febuari 2017



  •  14 Pekerjaan Diblacklist
  •  Soal 14 pekerjaan Diblacklist : Inspektorat Sudah kirimkan Rekomendasi Ke Dinas PU
  • Polici Goes To Campus Satlantas Gandeng Masuk kampus 
  • PABAHANAN USULKAN EMBUNG
  • 5 PEKERJA TEWAS  TERTIMBUN TANAH GALIAN 

14 Pekerjaan Diblacklist
Langkah tegas di ambil oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanhan Tala yang tanpa pandang bulu memblacklist 14 paket pekerjaan di tahun anggaran 2016 kemarin.
Atas adanya black list tersebut sudah jelas hasil pekerjaan yang telah di gariskan, dan selanjutnya kepada kontraktor yang di nyatakan black list otomatis selama 2 tahun kedepan tidak di perkenanakan atau tidak boleh mengikuti proses lelang atau pekerjaan di Kabupaten Tanah Laut, dan bahkan di daerah mana saja kendati dalam 1 orang memiliki 2 atau 3 CV atau PT, karena namanya dan orangnya pasti terdeteksi saat black list kepada yang bersangkutan.
Plt kepada dinas pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan Muhardin, selasa (7/2) kemarin mengatakan, untuk penurunan kualitas pekerjaan memang tidak ada, akan tetapi volume-volume yang harusnya terpenuhi misalnya 100 persen itu di tawar hanya 70 persen, sehingga pada saat pelaksanaan maka berkutat pada 70 persen itu yang bias dilaksanakan.
Lebih lanjut Muhardin menambahkan, atas blacklistnya 14 paket pekerjaan itu estimasinya  harus meminta rekomendasi dari inspektor selaku pengawas internal dinas PU , pendek kata melporkan kepada insprekrorat  terhadap 14 penyedia pekerjaan yang blacklist tersebut.
Ke-14 paket pekerja yang di black list dinas PU ditahun 2016 lalu yakni terdiri dari bidang cipta karya dan jasa Konstruksi 2 pekerjaan, yakni Rehabilitasi gedung Polres Tala dengan nilai kontrak Rp 1,7 miliar rupiah (95,56%) dan pembangunan sarana dan pra sarana lapangan sepak bola Brigjen H Hasan Basri dengan nilali kontrak Rp 1,4 miliar rupiah (95,57%). Bidang sumber Daya air ada 3 pekerjaan, yakni melanjutkan normalisasi sungai Panjaratan Kecamatan Pelaihari dengan nilai kontrak Rp 3,8 milliar rupiah (76,81%). Normalisasi waduk Takisung I Desa Banua Tengah dengan nilai kontrak Rp 4,2 milliar rupiah (78,85%), dan Rebab jembatan penyebaran Desa Kunyit Kecamatan Bajuin dengan nilai kontrak Rp 400 juta rupiah (72,61%), pada Bidang Bina Marga  ada 9 pekerjaan, yakni pembangunan jembatan box curvet Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan dengan nilai kontrak Rp 600 juta rupiah (86,73%), pembangunan jembatan box curvet Desa Asam Jaya Kecamatan Jorong nilai kontrak Rp 500 juta rupiah (82,82%), pembangunan jembatan box curvet Rt 3,4,9 Telaga Langsat Kecamatan Takisung nilai kontrak Rp 500 juta rupiah (81,51%), peningkatan jalan Desa Tanjung  nilai kontrak Rp 250 juta rupiah (73,88%), Rehab atau pemeliharaan jalan Sungai Riam Kampung Baru I (ruas 44) nilai kontrak Rp 10 milliar rupiah (95,78%), pembangunan box curvet Desa Paggatan Besar Kecamatan Takisung nilai kontrak Rp 261 juta rupiah (54,04%), pembangunan akses jalan pendukung tanam teknologi pertanian nilai kontrak Rp 546 juta rupiah (50,88%), pembangunan jembatan box curvet Desa Damar Lima Kecamatan Batu Ampar nilai kontrak Rp 293 juta rupiah (35,00%), dan pembangunan jembatan box curvet Desa Jorong nilai kontrak Rp 274 juta rupiah (79,80%).   
Selasa, 8 Feb 2017


Soal 14 pekerjaan Diblacklist
Inspektorat Sudah kirimkan Rekomendasi Ke Dinas PU
Setelah di berikan blacklist oleh Dinas Pekerjaan Umum, penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Tanal Laut kepada 14 kontraktor yang melakukan pekerjaan di anggap tidak beres di tahun 2016 lalu, dimana masing-masing pada bidang Cipta Karya dan Jasa Kontruksi ada banyaknya 2 pekerjaan yakni rehanilitasi gedung Polres dan pembangunan sarana dan pra sarana di lingkungan sepak bola H basri. Pada bidang sumber daya air ada 3 pekerjaan yakni lanjutan normalisasi sungai Pajaratan Kecamata  Pelaihar, normalisasi waduk bendungan I Desa Banua Tengah Kecamatan Takisung, dan rehab jembatan Desa Kunyit Kecamatan Bajuin. Pda bidang bina marga ada 9 pekerjaan yakni pembangunan jembatan box curvet di Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan, Desa Asam Jaya dan Desa Jorong Kecamatan Jorong, dan Desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung, Desa Damar Lima Kecamatan Batu Ampar, dan pembangunan jembatan box curvet di Rt 3,4 dan 9 Desa Telaga Langsat kecamatan Takisung, peningkatan jalan Desa Tanjung, rehab atau pemeliharaan jalan Sungai Riam kampung Baru (Ruas 44), serta pembangunan akses jalan pendukung taman teknologi pertanian di Tanah Laut.
Selanjutnya dinas PU telah berkoordinasi dengan Inspektoret Kabupaten Tanah Laut guna menerbitkan rekomendasi atas 14 pekerjaan yang di blacklist tersebut.
Kepala Inspektorat Kabupaten Tanah Laut Syahransyah,SH, Rabu (8/2) kemarin mengatakan, memang ada dinas PU meminta untuk di terbitkan rekomendasi kepada rekanan yang di blacklist dians PU.
“rekomendasi tidak serta merta di terbitkan, karena dari Inspektorat sendiri ada tim yang bertugas melakukan pengecahan berkas yang di blacklist dan cek ke lapangan guna melakukan auidt,” jelasnya.
Ia menambah, hasil dari audit di lapangan memeng kondisinya real apa yang disampaikan dinas PU, setalah tim melakukan cek fisik, dan yang selanjutnya memberikan blacklist adalah dinas terkait, sementara hasil rekomendasi yang telah di terbitkan tembusannya di sampaikan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan barang adan jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta serta Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Tanah Laut.
Atas adanya blacklist terhadap 14 rekanan tersebut, meraka selama 2 tahun tidak dibolehkan mengikuti proses tender kembali di Kabupaten Tanah Laut.
Syahransyah menambahkan, dari 14 rekomendasi yang di ajukan dinas PU baru ada 2 rekomendasi yang telah di terbitkan yakni pada bidang sumber dana air, selanjutnya terhadap sisanya masih dalam proses, katanya.
Kamis, 9 Feb 2017


Polici Goes To Campus
Satlantas Gandeng Masuk kampus

Siapapun pasti tidak menginginkan terjadinya sebuah kecelakaan, baik di darat, laut maupun udara. Factor keselamatan manusia salah satunya adalah dari peralataan seperti kenderaan roda dua maupun roda empat ketika berada dijalan raya, di samping memperhatikan rambu-rambu lalu lintas.
Sejalan dengan itu, satuan polisi lalu lintas polres tala menggandeng sebuah dealer sebagai produk kenderaan roda dua, kamis (9/2) kemarin melaksanakan program police goes to campus, dan kampus politeknik negeri pelaihari lah yang menjadipusat sasaran kegiatan ini.
Pada kegiatan itu, materi tentang lalu lintas disajikan oleh kasat lantas polres tala Akp irwan Kurnadi di hadapan mahasiswa poltek tala.                                                                                                                                 Beragam pertanyaan di seputar lalu lintas di lontarkan oleh nara sumber, dan yang berhasil menjawab pertanyaan maka diberikan door prize, termasuk pertanyaan dari pihak dealer yang langsung dihadiri general sub manager dealer pelaihari Edy Porwanto,SE. kegiatan police goes to campus yang lainnya yakni melakukan test drive dengan menggunakan roda dua.                                    
Sebelumnya, para mahasiswa ini di berikan materi tentang apa arti dari ketika petugas satlantas di lapangan meniup peluit, karena dari tiupan peluit tersebut memiliki arti, agar supaya pengguna jalan dapat selamat dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain ketika berada di jalan raya.untuk mengasah kemahiran mahasiswa dalam berkendara, maka dilakukan kegiatan safety raiding, yakni melintas rintangan dengan cara berjalan zig-zag. Menurut Gusti Muhammad Safarinidiansyah mahasiswa poltek tala jurusan otomotif mengatakan, bahwa ia merasakan manfaat pengalaman dari ilmu tentang lalu lintas, pendek kata pengalaman besar baki mereka.
“diakui baru ini pertam kali kegiatan satlantas masuk ke kampus dengan berbagai ilmu tentang ke lalulintasan,”terangnya.                                                                                                                                                                Sementara itu kasat lantas polres tala akp irwan  kurnadi mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk lebih memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bagaimana cara aman dalam berkendara, dan sifatnya di sini untuk menekan angka lakalantas di tanah laut.
“kecenderungan anak muda suka ugal-ugalan saat jalan raya, sebenarnya yang namanya ugal-ugalan simana saja pasti ada, namun melihat tingginya angka laka lantas di tala, maka di lakukannya kegiatan ini, agar mahasiswa tahu kalu angka kecelakaan tinggi, maka dari itu untuk berhati-hati saat berkenderaan,”jelas Irwan. Kegiatan ini akan terus dilakukan kontinyu dengan lokasi yang berbeda-beda, tidak menutup kemungkinan sampai kesekolah-sekolah.

Jum’at 10 Feb 2017

PABAHANAN USULKAN EMBUNG

Seiringnya terjadi banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan bagi warga kelurahan pabahanan yang berdekatan dengan sungai tabanio, menimbulkan luapan air dari sungai tersebut ke lahan sawah milik petani. tanaman petani  yang terendam air hujan ini, dalam waktu lama  bias berakibat mati. Pihak kelurahan pabahanan berencana embuat embung di wilayah kelurahan pabahanan, selain antisipasi luapan air juga dimaksudkan membuka peluang usaha warganya.
Lurah pabahanan wisnu kuntarto S.STP saat bertemu  saat bertemu Tuntung Pandang FM kamis 9 Februari 2017 , mengatakan akan merencanakan di wilayahnya membikin embung.
“Embung tersebut menjadi alternative bagi warga. Rencana pembikinan embung ini supaya petani ada sampingannya juga selain bertani bias juga memanfaatkan embung tersebut menjadi tempat tambak ikan, “ujarnya.
  Menurut Wisnu Kuntartor S.STP rencana pembikinan embung ini baru diusulkan ke pihak Dinas PU Kabupaten Tanah Laut. “untuk lahan yang akan kita rencanakan untuk embung merupakan lahan milik kelurahan pabahanan. Selain berguna nantinya untuk ternak ikan kan bias juga untuk mengalihkan sebagian air sungai tabanio dan bias menampung semoga saja bias tidak terjadi banjir untuk kedepannya. Selama ini permasalahan banjir di wilayah pabahanan menyebabkan lahan petani terendam lahan pertaniannya makanya kami berinisiatif untuk membikinkan embung tersebut,”katanya. (AP)



5 PEKERJA TEWAS  TERTIMBUN TANAH GALIAN

Sebanyak 5 orang pekerja di tambang emas dumping di sebuah lokasi penambangan emas yang disebut warga lokasi deladak di Desa Bajuin Rt 6 Kecamatan Bajuin tewas setelah kelimanya tertimbun reruntuhan tanah galian setinggi 10 meter.
Lokasi pertambangan yang berada dekat dengan kawasan perkebunan kepala sawit itu memang cukup sulit medannya di tuju.
Kejadian yang menewaskan 5 orang pekerja tambang emas dumping tersebut terjadi pada rabu malam (8/2) kemarin sekitar pukul 2:00 wita.
Dari pengamatan di lokasi tambang emas  dumping itu, kamis (9/2) kemarin memperlihatkan adanya bekas reruntuhan tanah setinggi 10 meter, sejumlah peralatan alat hisap air dan tempat mengalirkan pasir yang telah di gali serta peralatan lainnya nampak berserakan, di dipastikan hal itu terjadi karena pada saat proses evakuasi kelima orang olrh warga sekitar dalam suasana kepanikan . selain itu sejumlah pondok-pondok untuk tempat berteduh pekerja dan sebagai tempat beristirahat Nampak kosong.
Lapisan tanah yang runtuh itu sendiri saat ini masih dalam kondisi labil, dan sewaktu-waktu  bergerak kebawah yang di bagian bawahnya sudah terdapat genangan air seperti sungai yang airnya sangat keruh.
Dua alat dumping yang diletakkan mengapung di atas air berikut dengan pipa penyalur pasir yang telah di gali juga masih Nampak berada dalam genangan air.
Lebar galian emas yang berbentuk lobang mengangga itu berukuran kurang lebih panjang 50 meter dan lebar 50 meter.
Kelima pekerja yang tewas tertimbun reruntuhan tanah galian tambang emas yakni Noor Ipansyah warga Rt 9, sarpani Rt 3 , dan abdul sukur Rt 7 ketiganya dari desa bajuin, dan ismail warga Rt 1 desa tanjung sertan junaidi warga desa kunyit kesemuanya dari kecamatan bajuin.
Informasi di himpunan sebelum 5 pekerja itu tewas menyebutkan, bahwa seperti biasa para korban bekerja dalam melakukan penambangan emas sejak pagi hari , kemudian sempat beristirahat saat siang dan makan siang di pondokan di sekitar lokasi penambang emas. Selepas magrib, mereka para korban melanjutkan pekerjaan kembali, namun tidak lama di lobang galian tambang emas mengalami runtuh, sementara posisi mereka berada tepat di bawah reruntuhan tanah.
Mendengar ad suara gemuruh itulah , sejumlah pekerja tambang lain atau di lobang lainnya berusaha sekuat tenaga mencari kelima pekerja yang tertimbun dengan menuruni lobang menggunakan mesin dumping apung yang ada di dasar lobang berair.
Usaha pencarian korban oleh pekerja-pekerja lainnya membuahkan hasil, satu per satu mereka di angkat setelah di gali dengan menggunakan alat gali plus penerangan dari mesin genset.
Atas peristiwa ini, Kapolres AKP Sentot adi dharmawan beserta kasat reskim AKP Ade papa rihi, serta dari pihak polsek pelaihari, pada kamis pagi kemarin melakukan pengamatan langsung di lokasi kejadian.
“saksi-saksi sudah di mintai keterangan, apakah ada unsur kesengajaan atau murni kecelakaan, soal lokasi tambang emas illegal, hal tersebut akan koordinasi dengan pemkab tanah laut, dan kita sarankan untuk di tutup saja, karena kalau di teruskan melanggar undang-undang dan membahayakan pekerja lainnya,”jelasnya.
Kelima pekerja itupun dimakamkan di pemakaman umum setempat di desa najuin, dan kasusnya tengah dilakukan penyelidikan oleh reskim polres tala. Sementara sejumlah barang bukti pun turut di sita diantaranya yakni selang pipa, peralatan tambang lainnya, dan lokasi tambang emas illegal itu di pasang police line.


Jum’at, 10 Feb 2017

INFO TALA Jum'at , 10 Febuari 2017 INFO TALA Jum'at , 10 Febuari 2017 Reviewed by Unknown on 9:30 PM Rating: 5
ads 728x90 B
Powered by Blogger.