Tali
Penarik Putus, Tokang Hantam Dermaga
Kecelakaan di perairan Desa Muara Kintap terjadi
pada Selasa (7/2) kemarin sekitar pukul 02:45 wita. Dimana sebuah tongkang
pengangkut batu bara menghantam dermaga untuk sandarnya kapal nelayan.
Akibat kejadian tersebut sebanyak 27 buah kapal
nelayan mengalami rusak berat dan 4 buah kapal nelayan mengalami rusak ringan
20, sementara itu ada 3 kapal yang tenggelam.
Informasidi himpun menyebutkan, pada waktu tersebut
sungai muara kintap tepatnya ditikungan depan pelabuhan PPI Desa Muara Kintap
antara 2 tongkang (BG.TRANG 08 dan BG.PACIFIC SUN1 ) yang di tinggal oleh 2 TB
(TB.PRIMA POWER 10 dan TB.ENDEAVOR 1 ) kemudian 2 tongkang tersebut larut
dikarenakan tali tamban putus sehingga menabrak 27 kapal nelayan dan dermaga
pelabuhan PPI.
Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,
dan kasusnya di tangani direktorat polair polda Kalsel.
Kamis, 9 Feb 2017
AC
Dislakan Gegerkan Karyawan
Akibat adanya aroma yang kurang sedap yang di sertai
dengan riakan api kecil pada sebuah alat pendingin ruangan atau air condisioner
(AC), Di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kelautan, yakni di ruang
Sekretariat membuat jumlah pegawai Negara sipil di kantor itu pun kocar-kacir
keluar ruang.
Kejadian itu terjadi pada Rabu (8/2) kemarin sekitar
pukul 08:15 wita, sesaat setelah PNS di kantor
tersebut melakukan apel pagi secara rutin.
Awalnya tercium aroma seperti kabel yang terbakar
semakin menyengat, namun lama kelamaan aroma itu menjadi sebuah percikan api
kecil lantaran AC yang terbakar itu mengalami konslet.
Salah seorang anggota Damkar bernama Agus yang
mendapat informasi langsung meluncur dan
memastikan kondisi TKP.
Selang beberapa lama anggota Damkar lain nya pun
dating dan memastikaan api tidak ada lagi di ac tersebut, serta,
membereskan Ac agar tidak lagi ada mucul konsleting dengan
sementara waktu memutus arus listrik ke Ac tersebut.
Untungnya dalam peristiwa ini api tidak merembet
kemana-mana di ruang Sekretariat tersebut.
Kamis, 9 Feb 2017
TP4D
Disosialisasikan
Rabu (8/2) kemarin di ruang rapat Baraka kantor
Setsa tala dilakukan Sosialisasi Tim pengawal dan pengamanan pemerintahan dan pembangunan Daerah (TP4D),
dimana hal tersebut berdasarkan atas adanya perraturan jaksa agung Nomor
PER-014/A/JA.11/2016
Sosialisasi di pimpin oleh wakil bupati tanah lau H
Sukamta, dan Inspektur inspektorat kabupaten tanah laut, dengan pemateri
langsung kepala kejaksaan negeri pelaihari, sri fatmaala wahanani,SH, dan di
hadiri perwakilan Forkominda tanah laut, kepala SOPD kabupaten tanah laut, para
camat sekabupaten tanah laut, polres
tala serta dari kodim 1009 pelaihari .
Wabup tala H. Sukamta pada saat pembukaan sosialisasi mengatakan, kagiatan
sosialisasi ini dilakukan untuk lebih memahami TP4D berdasarkan peraturan jaksa agung ini.
“tidak semua kegiatan di kawal oleh TP4D, hanya yang
berkaitan dengan kegiatan nasional ataupun kegiatan strategis. Bagaimana
mekanisme dan wilayah TP4D,” kata Sukamta.
Sementara itu kajari pelaihari sri fatma waharani,
SH juga menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk lebih memahami kinerja dan ruang
lingkup TP4D serta mengevaluasi kegiatan pada tahun 2016 lalu, sehingga di
tahun 2017 ini lebih baik lagi.
“mudah-mudahan dapat memahami, dan jangan takut
untuk selalu bekerja sama,”ungkapnya.
Dalam sosialisasi selanjutnya terjadi dialog dari
masing-masing unsur yang berkuat pada program pengawasan pembangunan di
Kabupaten Tanah Laut.
Kamis, 9 Feb 2017
INFO TALA Selasa, 9 Febuari 2017
Reviewed by Unknown
on
12:46 AM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
12:46 AM
Rating:


