- 1 Jam Bercengkrama Dengan Micropon
- 2017 Musrenbang Terakhir Visi Dan Misi Bupati
- BIAYA KARGO JASAD LINA TERATASI
1
Jam Bercengkrama Dengan Micropon
Selama
kurang lebih 1 jam, wabup bercengkrama dengan micropon dan memberikan jawaban
kepada warga Pelaihari lewat Radio Siaran Pemerintah Kabupaten Tanah Laut
Tuntung Pandang FM, Rabu (12/4) pekan tadi.
Terhadap
jalannya roda pembangunan di Kabupaten Tanah Laut, di sampaikan oleh wakil
bupati Tala H Sukamta melalui media radio milik Pemkab Tala Tuntung Pandang FM.
Bak
layaknya seorang penyiar, Wabup menyapa semua pendengarnya, kadang menggunakan
bahasa Banjar, Jawa dan bahasa Indonesia.
Dalam
siaran yang dilakukan wabup yakni menyampaikan pembangunan, beberapa
sektor-sektor pembangunan, mulai dari pertanian, perkebunan dan lain
sebagainya.
Seperti
halnya pendengar bernama Yani warga Pelaihari yang menanyakan soal adanya cetak
sawah yang gagal, dan Indek Pertumbuhan Manusia (IPM) yang masih tertinggal
dengan daerah lain.
Mendangar
pertanyaan itu, wabup pun memberikan jawaban, bahwa yang di katakana cetak
sawah yang gagal itu tidak ada, kalau be;um fungi secara maksimal itu iya
karena memang masih ada beberapa infrastruktur yang belum selesai seperti
saluran itu belum sempurna, jadi memang belum berfungsi maksimal. Namun
prinsipnya bahwa di musim kemarau di tempat itu masih bisa di tanami, yang
dulunya hanya sebuah bondong yang tidak menghasilkan nilai ekonomis, dan
sekarang sudah bernilai ekonomis. Memang ada yang masih terendam, sehingga
tanamnya agak mundur atau belum bisa dua kali, tapi sudah peningkatan fungsi
dari yang dulunya dan hal it uterus di upayakan supaya bisa berfungsi
maksmimal, sehingga pula pendapatan masyarakat lebih baik lagi.
Sementara
menyangkut IPM hal itu di Kabupaten Tanah Laut tidak tertinggal, memang IPM di
Kalsel Kabupaten Tanah Laut berada di nomor 4, akan tetapi ada perubahan penilaian
atau perubahan standar kemudian berada di nomor 6 atau posisi tengah, dan
penurunan ini bukan karena kegagalan pembangunan, akan tetapi karena ada
perubahan indikator,
Wabup
juga menjelaskan, seringnya turun kelapangan, sehingga apa yang menjadi keluhan
masyarakat, maka nantinya bisa di ambil satu kebijakan oleh pemerintah daerah.
Ada
pula pendengar yang bernama Abdul Wahid menanyakan aspirasi dalam bahasa
Banjar, dimana belumnya ada perbaikan jalan di belakang kantor desa di Desa
Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang, dimana jalan itu merupakan jalan usaha
tani bagi warga menuju sawah maupun kebun, termasuk jalan untuk menuju ternak
ayam ras, serta belum sampainya tiang listrik kerumah, jika memasang dengan
jarak yang cukup jauh, di takutkan kabelnya semerawut, karena banyak
pohon-pohon .
Atas
pertanyaan itu wabup menjelaskan, untuk kondisi jalan akan dilakukan pengecekan
terlebih dahulu bersama dinas terkait, apakah nanti soal jalan itu di biayai
dari dana kabupaten atau melalui dana desa, karena ada klasifikasi
masing-masing. Kalau semisal hanya pengerasan jalan, itu cukup dari dana desa,
namun kalau sampai pengaspalan, maka itu tugas kabupaten, namun sebelumnya akan
di lihat oleh tim fungsinya untuk apa, kemanfaatannya apa, dengan harapan agar
uang yang di keluarkan akan efektiv dan efisen. Sementara menyangkut listrik
sudah koordinasi dengan PLN, dan dari PLN memang ada memberikan jawaban bahwa
di situ memang kekurangan daya, sehingga belum bisa menambah sambungan
jaringan, dan berharap tahun ini jika daya sudah cukup, maka bisa di
sambungkan.
Wabup
sendiri cukup lega dengan adanya partisipasi pendengar, dan hal ini menjadi hal
yang di tunggu-tunggu warga.
Selasa,
18 April 2017
2017, Musrenbang Terakhir Visi Dan Misi Bupati
Musyawarah
Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun program di tahun 2018
mendatang, telah di bahas bersama pada bulan Maret 2017 lalu di gedung Balairung
Tuntung Pandang, baik bersama unsure pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh
agama, tokoh pemuda, LSM, pelaku dunia usaha, serta dari akademisi.
Pelaksanaan
musrebang dengan dasar adanyaUndang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan
nasional, maka musrenbang memiliki maksud dan tujuan untuk menyelaraskan arah pembangunan
Kabupaten Tanah Laut dengan sasaran provinsi Kalimantan Selatan, mempertajam indikator
kinerja program dan kegiatan prioritas daerah, serta menyepakati program
kegiatan prioritas daerah.
Sudah
barang tentu, nara sumber dalam musrenbang pun yang berkompeten langsung seperti
dari Pemprov Kalsel yang menyajikan tentang kebijakan dan prioritas dalam RKPD
provinsi Kalsel tahun 2018, BPKAD Tanah Laut tentang skenario anggaran tahun
2018, Bappeda Tala yang mengenai RKPD tahun 2108 berdasarkan kewilayahan.
Sebelumnya,
tahapan musrenbang berada di tingkat desa, kecamatan, Forum Perangkat Daerah
hingga sampai ketingkat kabupaten.
Seperti
halnya penyampaian pokok dari DPRD Tala, secara umum point-point yang di
sampaikan yakni musrenbang merupakan tahapan dalam penyusunan APBD, termasuk di
dalamnya pola piker dari DPRD. Pola piker dilaksanakan pada masa reses dengan cara
hearing dan mengikuti musrenbang di 11 kecamatan. Perencanaan dari setiap desa,
perencanaan dari SOPD, dan pola pikir dari DPRD merupakan
tahapan perencanaan dalam pembangunan, karena pembangunan akan berhasil apabila
perencanaannya baik. Tahun ini merupakan tahun ke-4 dari visi dan misi bupati atau
sebagai musrenbang terakhir untuk bupati dan wakil bupati, untuk itu semua
stake holder apakah harus dapat mengevaluasi kinerja pembangunan sampai dengan tahun
terakhir, apakah sudah sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati.
Dari catatan DPRD
sendiri ada menyoroti soal pendidikan, kesehatan, SDA, pertanian dan perkebunan,
pertanahan, dan keagamaan.
BIAYA KARGO
JASAD LINA TERATASI
Biaya
Kargo pesawat yang membawa jasad Lina, bocah penderita gangguan jantung
teratasi. Itu setelah Bupati Tanahlaut Bambang Alamsyah memberikan donasi
biaya kargo pesawat tersebut, Jumat 14 April 2017 Kemarin, kerabat Lina di Desa
Ujung Kecamatan Batibati merasa lega karena perhatian dan respons cepat dari
Bupati Tanahlaut, Bambang Alamsyah."Sampaikan rasa terima kasih kami
kepada pak Bupati Tanahlaut.
Kami bangga karena beliau peduli dengan anak
kami," ujar tante Lina, Hj Komariah. Sebelumnya, Jamhari dan
istrinya, dikabarkan terlantar karena ketidakadaan biaya membawa putrinya yang
tak tertolong nyawanya di RS Harapan Kita, Jakarta.Kemudian, informasi itu Viral
di media sosial instagram disalah satu akun yang terkenal dan beberapa
netizen pun mengontak media sosial
Bupati Tanahlaut untuk membantu dana untuk sewa kargo pesawat dari Jakarta
menuju rumah duka di Desa Ujung.Lina tak terselamatkan nyawanya
setelah antre menunggu jadwal operasi penyakit kelainan jantung di RS
Harapan Kita, selama dua pekan di Jakarta.
Lina menderita kelainan jantung sejak usia
bayi. Sering berobat di RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari.Kemudian oleh
dokter di RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari, dirujuk ke RSUD Ulin, Banjarmasin.
Namun, fasilitas peralatan kesehatan tak memadai, sehingga dirujuk ke RS
Harapan Kita Jakarta.(AP)
INFO TALA Senin 17 April 2017
Reviewed by Unknown
on
10:43 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
10:43 PM
Rating:


