- Wabup Khotbah Salat Ied
- Kemenang Kurban 25 Ekor Sapi
- Knpi Gelar Pelatihan Pemandian Jenazah
- Awalnya Takut, Tapi Tambah Ilmu
- Siring Beton Di Pasang Cegah Air Sungai Meluap
INFO TALA Selasa 5 September
2017
Wabup Khotbah Salat Ied
PELAIHARI – Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) H Sukamta tidak hanya menghadiri
pelaksanaan salat ied dilapangan sepakbola
Desa Bumi Jaya, kecamatan Pelaihari, namun juga memberikan khotbah tentang makna berkurban, jumat (1/9).
Menurut Sukamta, dengan melaksanakan salat ied pada Hari
Raya Idul Adha dan berkurban harus bisa mengubah sikap menjadi lebih bail lagi.
“ Bagi yang mampu juga melaksanakan ibadah haji,” ucapnya.
Selain itu, di Hari Raya Idul Adha ini juga mengajarkan keikhlasan,
sebab dengan hidup hidup ikhlas akan menjadi lebih baik lagi dalam menjalani
hidup di dunia ini. “ Orang - orang yang
beriman dan memiliki penghasilan lebih, harus ikhlas menyisihkan untuk
berkurban.” Katanya.
Dan bagi mereka tidak yang tidak mampu, harus bisa belajar hidup
ikhlas dari kehidupan Nabi Ismail, Nabi Ibrahim Dan Siti Hajar. Sehingga Idul
Adha mengajarkan sikap cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia .
Sumber : Radar Banjarmasin
Kemenang Kurban 25 Ekor Sapi
PELAIHARI– Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut ( Tala ) melaksanakan
ibadah kurban sebanyak 25 ekor sapi yang tersebar dibeberapa tempat. Asisten 11
Ekobang Kesra Pembab Tala H Nor Hidayat melihat
secara langsung proses pemotongan dihalaman belakang Kantor Kemenang,
Pelaihari, Senin (5/9).
Adapun lokasi pelaksanaan
penyembelihan sapi kurban sebanyak 25 ekor diantaranya, untuk Kemenang Tala sebanyak
12 ekor, Mtsn 2 Pelaihari sebanyak 4 ekor, Mtsn 5 Penyipatan sebanyak 3 ekor,
Man 1 Pelaihari sebanyak 1 ekor, Min 3 Pelaihari sebanyak 2 ekor, Sdn Padang
Luas 2 Kurau, Ponpes Ubudiyah Kecamatan Bati –Bati Dan Mi Arraudah Kecamtan
Bumi Makmur, masing – masing 1 ekor .
“ kurban bersumber dari pegawai kemenang dan juga bantuan dari Bank
Permata Syariah,” ucap Kepala Kemenang Tala H Rusbandi kepada Koran ini.
Sementara itu, Nor Hidayat menyampaikan,
dengan pelaksanaan ibadah kurban ini, sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt dan
turut meneladani makna kurban yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. “ makna
ibadah kurban untuk belajar berbagai dengan sekitar kita,”jelaskan.
Pihaknya berharap, amal ibadah yang dilakukan pihak kemenang ini
dapat diterima oleh Allah Swt, serta semoga Allah berkenan menerima segala
ibadah dan mengampuni segala dosa yang sudah dilakukan.
Sumber : Radar Banjarmasin
Knpi Gelar Pelatihan Pemandian Jenazah
PELAIHARI – guna memberikan pengetahuan tentang jenazah kepada para pemuda, Komite
Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Kabupaten Tala melaksanakan pelatihan tata
cara pemandian jenazah hingga cara penggunaan kain kafan di Mesjid Al Manar,
Kota Pelaihari, Senin ( 5/9 ).
Turut hadir Kepala Bappeda Tala H Ahmad Nizar, Ketua KNPI Tala H
Ahmad Nizar, Ketua Knpi Tala Syahruji Fadilah, OKP, pengurus KNPI Tala dan para
pengajar.
Ketua panitia, Umar Sajali mengatakan,
kegiatan ini dapat mendorong pemuda untuk mengetahui tentang jenazah dari tata
cara memandikan, hingga penggunaan kain kafan.” Teori dan dasar – dasar hukum
jenazah juga dijelaskan, “ ucapnya.
Umar menyebutkan, sebelumnya saat pembukaan acara ini Kepala
Bappeda Tala Ahmad Nizar mewakili Bupati Tala H Bambang Alamsyah, jika kegiatan
ini sangat bermanfaat, karena pengetahuan ini sangat penting untu pemuda.
Terlebih lagi, ini sudah menjadi tuntunan agama. “ jangan sampai suatu kampong
tidak memiliki orang yang memandikan jenazah ,” tegasnya.
Sementara itu, ketua KNPi Tala Syahruji menambahkan, jika
pelaksanaan ini merupakan kegiatan dari organisasi kepemudaan. “ini membuat
para pemuda menambah wawasan tentang hal ini,” ucapnya.
Syahruji berharap, ilmu yang didapat melalui pelatihan ini baik
secara teori maupun praktik, dapat memberikan bekal kepada para peserta.
Sehingga dapat dipraktikkan saat yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Sumber : Radar Banjarmasin
Awalnya Takut, Tapi Tambah Ilmu
Di
motori oleh DPC KNPI Kabupaten Tanah Laut, Senin (4/9) di masjid Al Manar
Di
Pelaihari memberikan pelatihan segenap
Organisasi Kepemudaan lainnya serta
Kalangan
pelajar tinggkat SLTP dan SLTA ., melaksanakan kegiatan pelatihan bagaimna cara
memandikan seorang jenazah sesuai dengan ketentuan agama islam.
Dalam
pelatihan tersebut DPC KNPI mengandeng
pihak Kementerian Agama Tala dalam hal memberikan materi , baik teori maupun
praktek dengan menggunakan boneka berbentuk manusia
Ketua
DPC KNPI TALA Syahruji Padhilah mengatakan , dengan melihat kondisi sekarang
tenaga untuk memandikan jenazah sudah banyak kaum tua, sehingga lewat generasi
muda ini akan mejadi tenaga penerus dalam hal yang memang sangat di butuhkan
ketika orang itu meninggal dan butuh di mandikan
“setidaknya
di lingkunagan sekitar bagi peserta ini bisa mengetahui bahkan bertindak
langsung sebagai orang yang bisa memandikan jenazah berkat pelatihan yang di
ikutinya,” terang Syahruji
Para
peserta dengan tekun menyimak teori demi teori yang di sampaikan pihak kemenag
tala . Mereka juga memperhatikan dengan seksama gerakan demi gerakan yang harus
di lakukan dalam memandikan jenazah dengan cara agama islam . Sebelum
memandikan jenazah, peserta juga di wajibkan menegetahui keperluan apa saja
dalam hal memandikan jenazah tersebut, seperti kapur barus , kapas , kain kafan
, sabun dan lainnya termasuk dalam penggunaan air yang bercampur kapur barus
atau air murni .
Salah
seorang peserta pelatihan siswi MAN Aliyah 1 Pelaihari Nida Lutfina usai
pelatihan menuturkan, ini memang hal baru bagi kami, dan memang awalnya takut
,apalagi melihat sosok boneka yang besanta sam dengan ukuran manusia , namun
ternyata kami mendapat ilmu pengetahuan.
“memang
kadang di jaman sekarang banyak orang yang tinggal beri upah untuk memandikan
jenazah, dan bagi kami kelak hal itu akan membawa manfaat sendiri , mulai dari
persiapan untuk memandikan , proses memandikan , hingga sampai ke proses
penguburannya , dan untuk mencoba mempraktekan di rumah sharing terlebih dahulu
dengan orang tua , termasuk di sekolah bersama teman-teman.”ungkapnya
Selasa 5
Sept 2017
Sumber :
bazz
Siring Beton Di Pasang Cegah Air Sungai Meluap
Banjir
tahunan yang kerap terjadi di dusun 3 rt 6 Desa Kunyit Kecamatan Bajuin,
Di mana
luapan air sungai Tabanio yang berkelak-kelok tersebut selalu meluap hingga
sampai ke jalan desa dan menyerang pemukiman warga serta areal pesawahan, maka
untuk mengantisipasi luapan air sungai Tabanio oleh pemkab tanah laut melalui
dinas pekerjaan umum , penataan ruang,dan pertanahan melakukan pemasangan
siring beton sepanjang kurang lebih 100 meter pada sisi sungai yang berdekatan
dengan jalan desa.
Proyek
pemasangan siring beton dengan anggaran sebesar Rp 3, 3 miliar lebih dengan
sumber daa dari APBN tahun 2017 dan dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi harapan
warga, agar ketika musim penghujan kelak air sungai tidak lagi meluap , merusak
jalan , mengancam pemukiman warga serta merusak ke persawahan warga
Kendati
jalan desa tersebut merupakan jalan alternative kedua setelah ada jalan lain
yakni jalan Desa Atu-Atu , namun warga desa kunyit lebih banyak menggunakan
akses jalan tersebut . karena selain jalan menuju areal persawahan warga, jalan
desa Kunyit juga menuju akses jalan utama yakni jalan A Yani untuk menuju arah
Banjarmasin dengan melewati jalan Desa Kunyit Muhammad Abduh , Senin (4/9)
kemarin merasa berterima kasih kepada Pemkab tanah laut yang telah membangunkan
siring tersebut.
Ia
menambahkan , kami warga di sini bersyukur karena dengan adanya pemasangan
siring beton tersebut setidaknya dapat membendung luapan air sungai Tabanio ,
sebab pada kondisi sebelumnya air sungai tabanio meluap dan di sertai dengan
arusnya yang cukup deras, sehingga bagi pengendara roda dua yang akan melintasi
air saat air meluap banyak yang ketakutan , atau bahkan oleh warga setempat
turut memandu untuk bisa melewati arus air yang meluap itu dengan maksud agar
tidak terperosok oleh lubang jalananan.
“pada
pasca banjir sudah pasti kondisi badan jalan beraspal itu tergerus air ,
sehingga mengakibatkan kerusakan jalan aspal , dan selain jalan sawah warga
terendam , sehingga bisa mengakibatkan kerusakan gagal panen, “ kata Abduh.
Untuk di
ketahui bahwa di desa Kunyit sendiri merupakan hamparan areal persawahan dan
juga perkebunan , dimana hal itu menjadi pekerjaan utama bagi warga untuk
berladang . jika banjir datang , warga setempat sudah pasti mengikat atau
meletakan ternak sapinya di pohon pinggir jalan yang agak tinggi posisinya dari
banjir , sebab kandang-kandang sapi pun ikut terendam air .
Selasa,
5 Sept 2017
Sumber :
bazz
INFO TALA Selasa 5 September 2017
Reviewed by Unknown
on
9:09 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
9:09 PM
Rating:


