Operator Web: Putri Dan Janet
· Kasus Orang Tua
Murid Aniaya Guru, Pelaku Tak Terima Lantaran Anaknya Di Pukul Sapu Lidi
· 2 Hektar Lahan
Bakal Tumbuh Jagung
· Desa Pandan Sari
Pilot Project BPJS Ketenagakerjaan
Kasus Orang Tua Murid Aniaya Guru
Pelaku Tak Terima Lantaran Anaknya Di Pukul Sapu
Lidi
Masih ingat
kasus pengaiayaan orang tua murid atas nama Mawarti warga jalan datu daim Rt 10
Kecamatan Pelaihari di SDN Pelaihari 7, pada tanggal 4 Oktober 2017 lalu, sekitar
pukul 08.00 WITA, lantaran tidak terima anaknya di perlakukan oleh oknum guru
atas nama Suprihatin, namun Suprihatin mengalami luka – luka di lenngan tangan
kirinya hingga mengalami pendarahan.
Rabu (11/10)
kemarin di hadapan awak media dan sejumlah perwira di Polres Tala pelaku
mengaku tidak terima kalau anaknya di pukul di kepala oleh oknum guru tersebut,
hanya karena tidak memakai sepatu. Pelaku lainnya atas nama Hidayanti dengan
alamat yang sama pun kini menjalani pemeriksaan di unit reskrim Polres Tala.
Wakapolres Tala
Kompol Iwan Hidayat di dampingi Kasat Reskrim Polres Tala AKP Alfian Tri
Permadi dan Kabag Ops Kompol Fauzan Arianto kepada awak media mengatakan,
modusnya karena Mawarti sakit hati anaknya pernah di duga di pukul oleh
Suprihatin, dimana saat itu korban Suprihatin hendak masuk ke sekolahnya sudah
di tunggu oleh kedua tersangka, dan langsung dilakukan pengeroyokan.
Iwan
menambahkan, dalam pengeroyokan pelaku menggunakan helm milik korban sebagai
alat pukul hingga mengalami pecah, dan tangan korban yang yang di cengkram oleh
kedua pelaku mengeluarkan darah, karena memang korban mengidap penyakit
diabetes, kulitnya sensitif, jadi saat di cengkram agak keras langsung
mengeluarkan darah.
“Di minta kepada
para guru untuk bisa mematuhi kaidah – kaidah pendidikan, begitu pula dengan
orang tua murid yang sudah menitipkan anak di sekolah untuk juga menggunakan
etika kepada guru sebagai orang yang di percaya memberikan pendidikan, sudah
barang tentu harus saling hormat menghormati, kasus semacam ini baru pertama
kalinya di laporkan, dan pasca kejadian itu sempat kita tempatkan anggota
Polsek Pelaihari untuk ngepam di sekolah, namun Alhamdulillah tidak ada lagi
hal demikian terjadi lagi,” tutup Iwan.
Sementara itu,
tanpa ragu – ragu mawarti melontarkan bahwa memang sering anaknya di pukul di
kepala, telinga di jewer, selain itu tidak di perkenankan belajar karena
tidak bisa menebus buku, dan tidak pakai
sepatu, dan yang tidaki terima di pukul di kepala dengan sapu lidi itu,
ujarnya.
“Kita sekolahkan
anak supaya pintar, masa di pukul sapu lidi di kepala, sejak 3 hari saya tanya
ke kepala sekolah, tapi tidak ketemu, pas ketemu guru saya tanya baik-baik,
kenapa anak saya di pukul dengan sapu di kepala, dan tidak tahu kalau di
tangannya ada luka, kalau helm pecah saya akui menjatuhkannya,” keluhnya.
Kedua pelaku di
kenakan pasal 170 dan hukuman paling lama 7 tahun penjara.
Kamis
: 12 Okt 2017
Sumber
: Bazz
2 Hektar Lahan Bakal Tumbuh Jagung
Wakil bupati
Tala H Sukamta, Rabu (11/10) kemarin menemui warga di Desa Kandangan Lama
Kecamatan Panyipatan, dan dalam kunjungan tersebut Sukamta melakukan penanaman
perdana jagung.
Dalam tanam
perdana tersebut, Sukamta turut di dampingi oleh kades Kandangan Lama
Ideransyah.
Kades Kandangan
Lama pun menyambut hangat kegiatan taman perdana jagung. Ia menyampaikan,
nantinya jalan usaha tani di siini akan di bangun sehingga para petani tidak
kesulitan untuk mengangkat hasil usaha taninya.
Sementara itu
Sukamta menilai, warga Desa Kandangan Lama sudah maju karena warga di sini
rajin dalam bertani.
Sukamta juga
menyampaikan, kalau apa yg kita tanam ini akan mendapat hasil yang baik. Kita
juga harus rajin bertani sehingga mendapatkan hasil yang baik dan mendapatkan
hasil sesuai yang kita inginkan, harapnya.
Kamis
: 12 Okt 2017
Sumber
: Bazz
Desa Pandan Sari Pilot Project BPJS Ketenagakerjaan
Gerakan Desa
Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di resmikan oleh Bupati Tanah Laut Bambang
Alamsyah, Rabu (11/10) kemarin di gedung Balairung Tuntung Pandang, dan dalam
program ini Desa Pandan Sari di jadikan percontohan yang telah menjalankan
program ini.
Direktur
Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas
Lubis mengatakan, jaminan sosial juga berfungsi sebagai pencegahan kemiskinan.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjan juga bertujuan untuk menjamin hati tua para
tenaga kerja. Manfaat lain BPJS ketenagakerjaan juga yaitu ketenagakerjaan juga
bisa digunakan untuk meminimalkan penegluaran.
“Kami telah
memiliki 48 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan,”terangnya.
Di kesempatan
ini pula, bupati Tala Bambang Alamsyah mengatakan, kita harus memperhatikan apa
yang harus kita persiapkan untuk masa yang akan datang.
“Saya minta
kepada par camat agar bisa mensosialisasikan dan bisa bekerja sama dengan baik
untuk memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai BPJS ketenagakerjaan,” harap
Bambang.
Di akhir acara
turut dilakukan penandatanganan MoU antara Kepala Cabang BPJS dengan Kepala
Desa Pandan Sari Kecamatan Kintap. Selain itu dalam kesempatan ini juga turut
dilakukan penyerahan Papan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Sertifikat
dan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan serta Cinderamata.
Dilanjutkan
dengan penyerahan santunan jaminan kecelakaan kerja (JKK) kepada Ruswida Ahli
Waris (Alm) Hasrullah Eks Karyawan PT. Darma Henwa sejumlah Rp 121.59.000 dan
santunan jaminan kematian (JKM) kepada Siti Asiah Ahli Waris (Alm) Tomy
Ardianto Eks Karyawan PT. Smart sejumlah Rp 24.000.000. Kabupaten Tala pun
mendapatkan penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan atas dukungan pemkab Tala
dalam pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Tala, dan di
lanjutkan dengan dengan penyerahan cinderamata berupa kain sasirangan dari
pemkab Tala kepada Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga
BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis.
Sementara itu
Syamhani kepala desa Pandan Sari mengatakan, pertumbuhan ekonomi masyarakat
Desa Pandan Sari cukup berkembang, dan menyikapi program BPJS di sadari bahwa
suatu saat dalan bekerja mendapati musibah, itulah makanya di siapkan segala
seseuatunya.
“Berharap bagi
desa-desa lainnya juga bisa mengikuti warganya dalam program BPJS, 40 persen
warga Desa Padan Sari adalah petani, sebagiannya karyawan swasta di perusahaan,
dan masuk dalam program BPJS baru selama 3 bulan,” jelasnya.
Di kegiatan
lounching Desa Sadar BPJS ini juga di siapkan pelayanan untuk mendaftar sebagai
peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Turut berhadir
anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan eko Darwanto, kepala Divisi
Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenegakerjaan Heru Prayitno, kepala Pemasaran
Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Suparwi, kepala Kantor Cabang
Banjarmasin BPJS Ketenagakerjaan Ramadhan Sayo, Forkopimda Tala, para kepala
Desa, serta para pejabat di lingkup Pemkab Tala.
Kamis,
12 Okt 2017
Sumber
: Bazz
Info Tala Kamis, 12 Oktober 2017
Reviewed by Unknown
on
6:58 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:58 PM
Rating:



No comments: