Operator Web: Putri Dan Janet
·
PKL Dapat
Payung Baru
·
7 Jam
Jalur Trans Macet
PKL Dapat Payung Baru
Bupati
Tanah Laut Bambang Alamsyah, secara simbolis memasangkan payung ukuran besar
yang kerap kali di pakai oleh pedagang pentol maupun penjual sayur yang
menggunakan kendaraan roda dua.
Abdul Rasid,
satu dari ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) semakin bersemangat manakala sarana
sepeda motor yang ia gunakan untuk menjual makanan ringan berupa pentol goreng
yang tidak lepas dari sebuah payung ukuran besar, ia pun mendapat payung ukuran
serupa dari program Coorporate Sosicial Responsibility (CSR) Bank Kalsel, dan
payung baru Rasid sendiri di pasangkan bupati Tala Bambang Alamsyah, Kamis
(9/11) kemarin di Kantor Setda Tala, serta sekaligus lounching program “Cangkal
Bausaha”.
Melalui
program CSR Bank Kalsel, sebanyak 400 buah payung di bagikan kepada PKL, baik
yang jual pentol, pop ice, dan lain sebagainya.
Sejak
pagi sekitar pukul 09.00 WITA, para PKL ini sudah menunggu datangnya bupati
Tala, karena akan mendapatkan payung ukuran besar walau suasana penyerahan
payung di sertai gerimis hujan.
Abdul
Rasid mengaku sangat senang dengan adanya pemberian payung ini, pasalnya memang
payung yang sudah ada miliknya terlihat kusam, di samping untuk payung
pemberian dari bupati jauh lebih tebal, sementara kalau payung miliknya agak
tipis.
“Alhamdulillah
senang banget, payung yang dulu buruk – buruk campur rusak gitu lah, dan
berjualan pentol goreng di Pelaihari ini sudah 12 tahun, jualannya di sekolah –
sekolah kalu kantor hanya sebentara saja. Dalam membuat pentol goreng
menghabiskan telur ayam sebanyak 7 rak,” katanya.
Bupati
Tala Bambang Alamsyah kepada para PKL meminta, bahwa dengan giat berusaha,
menekuni pekerjaan yang ada, maka dengan keyakinan pasti akan membuahkan hasil,
namun alangkah baiknya jika ada melihat peluang lain yang di rasa bisa membawa
manfaat, maka ambil peluang itu tanpa harus meninggalkan jualan.
Bupati
Tala selanjutnya memasangkan atau menggantikan payung lama kepada 2 orang
pedangang pentol. Di payung itu terpampang gambar putai Tala, berikut logo Bank
Kalsel, plus 3 warna yang mencolok yakni merah, kuning dan hijau.
Kepada 2
pedagang pentol yang menerima dan di pasangkan payungnya secara simbolis oleh
bupati itu, di minta kepada PKL yang hadir menikmati makanan pentol sepuasnya,
karena bupati yang membayarkannya, al hasil PKL yang lain termasuk pegawai di
Setda pun menyerbu pentol goreng dan pentol biasa.
Di
tempat yang sama kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag)
Raffiki Effendi mengatakan, keberadaan UMKM di Tanah Laut sesuai data dari
Badan Pusat Statistik (BPS) Tala sebanyak 35.000 – an dan serapan tenaga
kerjanya sekitar 62.000 – an.
Ia
menambahkan, kalau menyangkut bantuan dana ke UMKM lewat pemerintah sekarang
tidak di bolehkan lagi, jadi harus melalui perbankan, dimana dari Kementerian
UMKM mengarahkan ke perbankan tanpa ada agunan, dan bunga maksimal 9 persen,
sukur lagi kalau bunganya di bawah 9 persen, karena harapan pemerinatah
bunganya di bawah 5 persen, dan tidak semata dari program CSR perbankan,
harapan peran dari BUMD dan BUMS peduli dengan UMKM.
Pada
penyerahan payung ke PKL juga turut di hadiri sejumlah pejabat daerah lainnya.
Jum’at,
10 Nov 2017
Sumber
: Bazz
7 Jam Jalur Trans Macet
Selama 7
jam lamanya jalur trans Kalimantan menjadi macet, tepatnya di jalan tanjakan
Gunung Desa Rimpi Desa Tampang Kecamatan Pelaihari, dimana 1 unit trailer
bernomor polisi plat kuning S 8444 UP dengan beban di perkirakan seberat 40 ton
yang membawa tiang pancang beton sepanjang kurang lebih 8 meter dan sebanyak 10
buah tidak kuasa untuk menaiki tanjakan tersebut, Kamis (9/11) kemarin.
Dalam
kondisi hujan yang tidak terlalu deras, beban berat tiang pancang membuat roda
pun hanya berputar karena licin saat naik tanjakan. Sang sopir trailer Yusuf
warga Komplek Griya Ulin Permai nomor M-19 Rt 3/3 Landasan Ulin Timur Kota
Banjarbaru akhirnya memilih berhenti dan oleh teman-temannya membantu dengan
mengganjalkan batu ukuran besar di bawah roda belakang dengan maksud agar tidak
bergerak karena posisi menanjak.
Yusuf
terus mencoba untuk naik, namun posisi beban tiang pancang malah menghalangi di
tengah jalan, al hasil menutup seluruh badan jalan.
Yusuf pasrah,
karena tidak akan mungkin trailernya bisa melewati tanjakan, namun ia terus
mencoba agar posisi muatan tidak menutup jalan dan kendaraan lain bisa lewat.
Usaha Yusuf berhasil, posisi cabin trailer dapat sedikit terbuka dan bisa
dilewati kendaraan lain satu per satu.
Kemacetan
sepanjang kurang lebih 300 meter dari arah Pelaihari pun memanjang, begitu
sebaliknya yang dari arah Batu Ampar.
Ada
jalur alternatif di dekat trailer yang menghalangi jalan raya itu yakni
melewati kebun jagung, namun jalan alternatif pun macet karena gorong-gorong
jalan kebun jagung pecah lantaran di lewati arus kendaraan baik truk maupun
mobil.
Evakuasi
terhadap trailer muatan tiang pancang pun dapat dilakukan sekitar 14.00 wita,
setelah oleh unit Lalu Lintas Polres Tala yang datang ke lokasi meminta bantuan
penarikan trailer tersebut menggunakan 2 buah trailer kosong tanpa muatan.
“tiang-tiang
pancang itu akan di bawa ke PLTU Asam-Asam, dan di ambil dari pelabuhan
Trisakti Banjarmasin. Ada 3 buah trailer lainnya yang sudah sampai tujuan, akan
tetapi trailer lain itu saat melintas tanjakan saat itu tidak hujan, sehingga
jalannya lancar saja, dan giliran saya pas hujan, sehingga jalan licin dan roda
hanya bisa berputar,” ungkapnya.
Sementara itu,
Madi warga Banjarmasin yang hendak ke Sungai Danau Kabupaten Tanah Bumbu saat
melintasi jalur tersebut sempat bertanya-tanya dengan kemacetan ini.
“saya
kira ada kecelakaan lalu lintas, dan waktu untuk ke Sungai Danau pun menjadi
terhambat, seharusnya truk-truk besar bermuatan berat ini lewat pada malam hari
saja di saat jalur lalu lintas sepi, coba bayangkan berapa ratus orang yang
mungkin barangkali rencana mereka amburadul dengan terhalangnya jalan raya,
fatalnya lagi bagaiman jika ada warga yang hendak melahirkan dan segera di
larikan kerumah sakit,” keluhnya.
Traiker
pun oleh Satlantas Polres di tilang. Pihak Satlantas menahan traliler untuk
melihat apakah yang tepat melintas itu pada jam-jam kendaraan tidak banyak,
kemudian idealnya beberapa beban yang seharusnya di perbolehkan dengan melihat
kondisi cuaca. Disamping itu dalam muatan seberat itu di perlukan adanya
pengawalan petugas karena cukup membahayakan, ujar salah seorang anggota
Satlantas Polres Tala.
Jumat,
10 Nov 2017
Sumber
: Bazz
Info Tala Jum'at, 10 November 2017
Reviewed by Unknown
on
7:08 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
7:08 PM
Rating:



No comments: