Follow Us




Info Tala Jum'at, 10 November 2017


Operator Web: Putri Dan Janet

·        PKL Dapat Payung Baru
·        7 Jam Jalur Trans Macet


PKL Dapat Payung Baru

Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah, secara simbolis memasangkan payung ukuran besar yang kerap kali di pakai oleh pedagang pentol maupun penjual sayur yang menggunakan kendaraan roda dua.
Abdul Rasid, satu dari ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) semakin bersemangat manakala sarana sepeda motor yang ia gunakan untuk menjual makanan ringan berupa pentol goreng yang tidak lepas dari sebuah payung ukuran besar, ia pun mendapat payung ukuran serupa dari program Coorporate Sosicial Responsibility (CSR) Bank Kalsel, dan payung baru Rasid sendiri di pasangkan bupati Tala Bambang Alamsyah, Kamis (9/11) kemarin di Kantor Setda Tala, serta sekaligus lounching program “Cangkal Bausaha”.
Melalui program CSR Bank Kalsel, sebanyak 400 buah payung di bagikan kepada PKL, baik yang jual pentol, pop ice, dan lain sebagainya.
Sejak pagi sekitar pukul 09.00 WITA, para PKL ini sudah menunggu datangnya bupati Tala, karena akan mendapatkan payung ukuran besar walau suasana penyerahan payung di sertai gerimis hujan.
Abdul Rasid mengaku sangat senang dengan adanya pemberian payung ini, pasalnya memang payung yang sudah ada miliknya terlihat kusam, di samping untuk payung pemberian dari bupati jauh lebih tebal, sementara kalau payung miliknya agak tipis.
“Alhamdulillah senang banget, payung yang dulu buruk – buruk campur rusak gitu lah, dan berjualan pentol goreng di Pelaihari ini sudah 12 tahun, jualannya di sekolah – sekolah kalu kantor hanya sebentara saja. Dalam membuat pentol goreng menghabiskan telur ayam sebanyak 7 rak,” katanya.
Bupati Tala Bambang Alamsyah kepada para PKL meminta, bahwa dengan giat berusaha, menekuni pekerjaan yang ada, maka dengan keyakinan pasti akan membuahkan hasil, namun alangkah baiknya jika ada melihat peluang lain yang di rasa bisa membawa manfaat, maka ambil peluang itu tanpa harus meninggalkan jualan.
Bupati Tala selanjutnya memasangkan atau menggantikan payung lama kepada 2 orang pedangang pentol. Di payung itu terpampang gambar putai Tala, berikut logo Bank Kalsel, plus 3 warna yang mencolok yakni merah, kuning dan hijau.
Kepada 2 pedagang pentol yang menerima dan di pasangkan payungnya secara simbolis oleh bupati itu, di minta kepada PKL yang hadir menikmati makanan pentol sepuasnya, karena bupati yang membayarkannya, al hasil PKL yang lain termasuk pegawai di Setda pun menyerbu pentol goreng dan pentol biasa.
Di tempat yang sama kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) Raffiki Effendi mengatakan, keberadaan UMKM di Tanah Laut sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tala sebanyak 35.000 – an dan serapan tenaga kerjanya sekitar 62.000 – an.
Ia menambahkan, kalau menyangkut bantuan dana ke UMKM lewat pemerintah sekarang tidak di bolehkan lagi, jadi harus melalui perbankan, dimana dari Kementerian UMKM mengarahkan ke perbankan tanpa ada agunan, dan bunga maksimal 9 persen, sukur lagi kalau bunganya di bawah 9 persen, karena harapan pemerinatah bunganya di bawah 5 persen, dan tidak semata dari program CSR perbankan, harapan peran dari BUMD dan BUMS peduli dengan UMKM.
Pada penyerahan payung ke PKL juga turut di hadiri sejumlah pejabat daerah lainnya.

Jum’at, 10 Nov 2017
Sumber : Bazz

7 Jam Jalur Trans Macet

Selama 7 jam lamanya jalur trans Kalimantan menjadi macet, tepatnya di jalan tanjakan Gunung Desa Rimpi Desa Tampang Kecamatan Pelaihari, dimana 1 unit trailer bernomor polisi plat kuning S 8444 UP dengan beban di perkirakan seberat 40 ton yang membawa tiang pancang beton sepanjang kurang lebih 8 meter dan sebanyak 10 buah tidak kuasa untuk menaiki tanjakan tersebut, Kamis (9/11) kemarin.
Dalam kondisi hujan yang tidak terlalu deras, beban berat tiang pancang membuat roda pun hanya berputar karena licin saat naik tanjakan. Sang sopir trailer Yusuf warga Komplek Griya Ulin Permai nomor M-19 Rt 3/3 Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru akhirnya memilih berhenti dan oleh teman-temannya membantu dengan mengganjalkan batu ukuran besar di bawah roda belakang dengan maksud agar tidak bergerak karena posisi menanjak.
Yusuf terus mencoba untuk naik, namun posisi beban tiang pancang malah menghalangi di tengah jalan, al hasil menutup seluruh badan jalan.
Yusuf pasrah, karena tidak akan mungkin trailernya bisa melewati tanjakan, namun ia terus mencoba agar posisi muatan tidak menutup jalan dan kendaraan lain bisa lewat. Usaha Yusuf berhasil, posisi cabin trailer dapat sedikit terbuka dan bisa dilewati kendaraan lain satu per satu.
Kemacetan sepanjang kurang lebih 300 meter dari arah Pelaihari pun memanjang, begitu sebaliknya yang dari arah Batu Ampar.
Ada jalur alternatif di dekat trailer yang menghalangi jalan raya itu yakni melewati kebun jagung, namun jalan alternatif pun macet karena gorong-gorong jalan kebun jagung pecah lantaran di lewati arus kendaraan baik truk maupun mobil.
Evakuasi terhadap trailer muatan tiang pancang pun dapat dilakukan sekitar 14.00 wita, setelah oleh unit Lalu Lintas Polres Tala yang datang ke lokasi meminta bantuan penarikan trailer tersebut menggunakan 2 buah trailer kosong tanpa muatan.
“tiang-tiang pancang itu akan di bawa ke PLTU Asam-Asam, dan di ambil dari pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Ada 3 buah trailer lainnya yang sudah sampai tujuan, akan tetapi trailer lain itu saat melintas tanjakan saat itu tidak hujan, sehingga jalannya lancar saja, dan giliran saya pas hujan, sehingga jalan licin dan roda hanya bisa berputar,” ungkapnya.
Sementara itu, Madi warga Banjarmasin yang hendak ke Sungai Danau Kabupaten Tanah Bumbu saat melintasi jalur tersebut sempat bertanya-tanya dengan kemacetan ini.
“saya kira ada kecelakaan lalu lintas, dan waktu untuk ke Sungai Danau pun menjadi terhambat, seharusnya truk-truk besar bermuatan berat ini lewat pada malam hari saja di saat jalur lalu lintas sepi, coba bayangkan berapa ratus orang yang mungkin barangkali rencana mereka amburadul dengan terhalangnya jalan raya, fatalnya lagi bagaiman jika ada warga yang hendak melahirkan dan segera di larikan kerumah sakit,” keluhnya.
Traiker pun oleh Satlantas Polres di tilang. Pihak Satlantas menahan traliler untuk melihat apakah yang tepat melintas itu pada jam-jam kendaraan tidak banyak, kemudian idealnya beberapa beban yang seharusnya di perbolehkan dengan melihat kondisi cuaca. Disamping itu dalam muatan seberat itu di perlukan adanya pengawalan petugas karena cukup membahayakan, ujar salah seorang anggota Satlantas Polres Tala.

Jumat, 10 Nov 2017
Sumber : Bazz


Info Tala Jum'at, 10 November 2017 Info Tala Jum'at, 10 November 2017 Reviewed by Unknown on 7:08 PM Rating: 5

No comments:

ads 728x90 B
Powered by Blogger.