- Jabatan Sekretaris DPRD Tanah Laut Ter5banyak Diminati Pelamar JPT
- OGOH-OGOH GAMBARAN MENGHILANGKAN EGOIS DIRI
Jabatan
Sekretaris DPRD Tanah Laut Ter5banyak Diminati Pelamar JPT
Aparatur sipil Negara (ASN) di Kabupaten TanahLaut
antusia mendaftarkan dirinya untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT) di
lingkungan Pemerintahan Kabupaten TanahLaut. Informasi dihimpun, dari delapan
jabatan pimpinan tinggi yang kosong, ternyata jabatan Sekretaris DPRD Tanah
Laut yang paling banyak pendaftarnya.
Kepala Badan
Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tanah Laut, Husien
Irianta, mengakui ada tujuan pendaftaran untuk jabatan Sekretaris DPRD
TanahLaut.”Dari Tujuh Pendaftar, dua dari Kalangan Sekwan dan selebihnya dari
luar lingkungan Sekwan.
Ketujuh
pendaftar itu harus mendapatkan persetujuan dari unsur pimpinan di DPRD Tanah
Laut,”katanya, Selasa (28/3/2017). Husein mengaku tujuh jabatan pimpinan tinggi
sudah terpenuhi empat pendaftar. Dari empat itu satu akan tereleminasi karena
hanya 3 pendaftar yang diajukan kepada kepala daerah untuk dipilih .(AP)
OGOH-OGOH GAMBARAN
MENGHILANGKAN EGOIS DIRI
Menjelang
hari raya Nyepi tahun baru saka 1939 tahun 2017 ini bagi umat Hindu, dilakukan
kegiatan adat berupa Ogoh-Ogoh. Kegiatan adat tersebut sebagai gambaran rasa
egois, dendam dan keangkara murkaan yang ada didalam diri manusia, untuk
selanjutnya Ogoh-Ogoh yang diwujudakan dengan sebuah patung yang seram itu
dibakar, dengan maksud dan tujuannya agar rasa yang tidaK baik dalam diri
manusia itu dapat sirna.
Itulah
upacara adat Ogoh-Ogoh yang dilakukan
masyarakat minoritas Hindu di Desa Sebamban Baru Kecamatan Kintap, senin (27/3)
kemarin, dan dalam memulai upacara adat
itu dibuka oleh wakil Bupati Tala H Sukamta.
Tidak itu
saja, pasca upacara adat Ogoh-Ogoh
selanjutnya sebagai media intropeksi diri manusia itu sendiri, jati diri
manusia itu seperti apa, untuk lebih mensyukuri apa yang di beriakn sang
pencipta (sang Hyang widi), serta mendekatkan diri dengan Hyang Widi, dengan
harapan di tahun-tahun berikutnya kehidupan manusia jauh lebih baik lagi.
Sebelumnya,
dilakukan upacara di pantai dengan maksud gambaran bahwa air laut adalah sumber
penghidupan bagi alam, dan selanjutnya menghanyutkan hal-hal atau sifat jelek
dengan harapan ala mini netral dan bersih dan aman untuk kehidupan manusia.
Di jelaskan
Ida bagus Swastika selaku tokoh adat masyarakat Hindu Bali Desa Sebamban Baru,
setalah alam bersih (netral), di desa, rumah dan didalam diri manusia sudah
bersih, barulah merayakan hari raya Nyepi.
“yang utama
sekali api di dalam diri yang harus di matikan, maka ada moment tidak boleh
bekerja, sambil didalam rumah intropeksi diri, tidak boleh berpesta dan
bepergian “ jelasnya.
Patung
raksasa yang sebagai gambaran sifat-sifat manusia yang tidak baik itu,
selanjutnya di arak keliling kampong sekitar. Warga setempat pun tumpah ruah
menyaksikan upacara adat Hindu tersebut.
Ogah-Ogah
tersebut di buat dua buah, dimana ada yang di arak untuk ukuran orang dewasa
dan ada yang untuk anak-anak. Dalam satu patung Ogoh –Ogoh sendiri harus di
gotong lebih dari 10 orang.
Sebelum
Ogoh-Ogoh di arak keliling kampong, Wakil Bupati H Sukamta merasa sangat bangga
dengan masyarakat di sini.
INFO TALA Senin 29 Maret 2017
Reviewed by Unknown
on
7:59 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
7:59 PM
Rating:


